Entries Categorized as 'Catatan Harian'

Lukisan Jiwa

Date June 24, 2008

FLICKR
Lokasi: Waru, Sidoarjo [23 Maret 2008]
Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM

Seandainya tanganku sanggup melukiskan apa yang ada di hatiku
Seandainya kata kata ini cukup untuk mengartikan rasa
Dan saat malam kuterjaga, berharap
Tuhan mempersatukan kita.

Kini,
izinkan aku melihat wajahmu dengan rasa cinta
izinkan aku mengenalmu dari hari ke hari
di sisa hidupku, di sisa hidupmu

Dan izinkan kulukis jiwaku melalui dirimu

[taken from here]

Saya sudah melihat dan membaca puisi ini berkali-kali, tapi hingga sekarang saya masih terheran-heran. Siapa sangka seorang programmer sekaligus network engineer yang begitu freak pemegang CCNA ini adalah sang pujangga yang menulis bait-bait romantis itu. Saya melihat puisi ini waktu hitungan mundur di halaman web itu masih berkisar di angka 1000-an. Waktu berlalu, banyak hal yang telah terjadi. Tak terasa, hitungan mundur itu tinggal tujuh hari lagi. Gerbang menuju kehidupan baru telah terlihat.

Selamat menempuh hidup baru,
Kamas Muhammad dan Purwaning Yudowati

It’s Our June Afternoon

Date June 19, 2008

FLICKR
Lokasi: Harapan Jaya, Bekasi Utara
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR | Adobe Photoshop CS3

Akhirnya, setelah pertunangan yang diadakan November 2007 lalu (It’s Our November Rain), teman baik saya, Choirul Imam, akan resmi menikahi calon isterinya: Lisa, di Bekasi tanggal 29 Juni 2008 minggu depan. Selamat mengakhiri masa lajang sobat, saatnya menyimpan machine gun-mu yang terkenal itu, dan mencintai isterimu untuk selama-lamanya. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Amin, ya rabbal alamin…

Status Message Yahoo! Messenger

Date June 9, 2008

Apa tema status message Anda ketika Anda sedang online di Y!M? Ternyata mencermati status message kawan-kawan di friend list Pidgin saya menarik juga. Ada yang lucu, sedih, usil, kreatif, bosan, dan segudang emosi yang lain. Ada pula yang mengutip syair lagu (saya paling sering menggunakan ini). Mari saya daftar hasil snapshot saya tadi siang.

gut lak 4 your 1st day training today dear — hmm… tampaknya semacam dorongan semangat kepada sang kekasih. good status.

manic monday — sepertinya programmer yang sedang stres saja. biasa programmer, kalau sedang stres statusnya aneh-aneh.

maafkan jika mbuatmu terluka,,,, — aih, aih… romantisnyah… sayangnya sang fans harus kecewa kali ini karena dia harus terluka.

bagaimana bs kau hadir di mimpiku….pdhl… — ah, satu lagi status romantis. sepertinya nona ini sedang bingung terhadap perasaannya sendiri.

the clock is ticking :-s — seorang pekerja keras sedang dikejar deadline, mungkin?

Dasar pembalap AMATIR, mobil diem kok ditabrak, nabraknya milih lagi — Naah, kalau ini pasti pendukung Kimi Raikonnen yang ditabrak Lewis Hamilton di pitstop di GP Kanada kemarin.

Turut berduka cita — status yang simpatik.

[feel like] walking dead-body :| — hmm pasti dia sedang tidak enak badan.

what to do : report, materi siaran, meeting — pekerja keras yang sedang sibuk. Sepertinya hari ini adalah hari yang berat baginya.

Yesterday is history, tomorrow is a mystery – ada fans Aristoteles ternyata. Filosofis banget statusnya ;))

wrong call… :(.. — ngg… sedang mengharapkan telepon dari pacar mungkin? atau bukan?

everything will be alright.. :) — sedang menghibur diri sendiri :))

cinta adalah perumpamaan bagi keterbatasan (cut) – ada kutipan yang menarik dari Imam Al-Ghazali, sayangnya capture-an saya terpotong

cuapeknya pool hari ini meski masih ada… — hmm… hari yang juga sibuk baginya

miss my hon… but we are busy .. — nah, nah, kalo ini pasti dari orang yang baru jadian. masih romantis-romantisnya. dinikmati dulu selagi masih bisa ya neng :)

Apa status message Y!M Anda hari ini? :) Tadi saya sempat pasang status message yang berbau SARA:

senyume yik.. muanisseeeeee [ternyata meduro iku ayu-ayu yo?] (senyumnya, kawan… manis sekali [ternyata (orang) madura itu cantik-cantik ya?])

Dan akibatnya, sahabat saya yang notabene Madura asli mencak-mencak. ;)) No hurt feeling mas bud, pancen areke ayu kok. ;)) :)

Penghargaan Arti Sebuah Kebersamaan

Date June 8, 2008

Sudah lama saya tidak login ke friendster dan berjalan-jalan dari satu profil ke profil teman-teman saya yang cantik-cantik. As you know, friendster adalah halaman terbaik untuk menampilkan diri sebaik-baiknya lewat foto dan testimonial.

Nah, saya akhirnya tiba pada sebuah foto yang menampilkan display kedatangan pesawat di sebuah bandara. Semua maskapai yang tercantum di situ adalah maskapai penerbangan asing seperti Singapore Airlines, Cathay Pacific, dan Thailand Airways. Kecuali satu: Garuda Indonesia Airlines. Tampaknya itu adalah bandara di luar Indonesia (saya tak menemukan Sriwijaya Air atau Batavia Air di sana, hahaha…). Foto tersebut memiliki caption

Agar nanti bila bertemu bisa menghargai arti sebuah kebersamaan

Ah… menyentuh sekali.

Well… anyway… kita sebagai manusia memang seringkali melupakan untuk bersyukur, bahwa ada banyak sekali karunia yang diberikan kepada kita. Termasuk karunia orang-orang terkasih yang bersama kita. Ketika masih bisa bersama-sama, kita sering menyepelekan arti sebuah kebersamaan. Kita sok merasa tidak butuh. Sok merasa tidak cinta, acuh tak acuh. Kita tak pernah menghargai keberadaannya, bahkan bisa jadi kita berkata, “Aku tak pernah bisa berpikir kalau aku cinta dan butuh dia.”

Ketika keberadaannya tiada — katakanlah dipisahkan jarak, saat itulah kita menyadari bahwa ternyata kehadirannya begitu berarti.

Nona yang sedang terpisah dengan sang kekasih yang memotret papan kedatangan di bandara itu mungkin sedang berinstrospeksi. Agar ia lebih menyadari dan menghargai kehadiran sang kekasih di sisinya ketika sedang terpisah oleh jarak. Mungkin ia sadar, bahwa orang hanya bisa bisa menghargai arti memiliki ketika ia sudah tidak memilikinya lagi. Agar nanti ketika berkumpul kembali, ia bisa mencintai dan menghargai sang kekasih lebih dari sebelumnya.

Jadi bagaimana kita sebenarnya menarik sisi dan nilai positif dari apa yang sedang kita alami dan menariknya menjadi sebuah pelajaran berharga. Bukankah kita tidak bisa mendapatkan semua yang kita inginkan agar bisa mensyukuri apa yang telah kita dapat? :)

PS: Salam hormat saya untuk nona yang memotret foto dan memberi caption yang begitu menyentuh.

Menikah: Woro dan Farid

Date June 7, 2008

FLICKR
Lokasi: Halaman depan FK UI, Jakarta Pusat
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR | Adobe Photoshop CS 3

Apa jadinya kalau dunia komputer informatika dipasangkan dengan dunia kedokteran? Inilah hasilnya: sebuah pernikahan antara M Farid Taufiqurrahman, S.Kom S.T dengan dr. Woro Hastiningsih (maaf kalau salah menyebut gelar :D ) pada tanggal 26 Juni 2008 di Tulungagung.

Good guy is for the good girl. Pasangan yang sempurna. Nyaris tanpa cacat cela di pribadi keduanya. Farid, saya kenal sejak SMA, adalah siswa terbaik SMAN 01 Boyolangu Tulungagung angkatan 1999-2002, langganan peringkat pertama paralel sejak kelas 1 hingga kelas 3. Mewakili Indonesia dalam tim Olimpiade Kimia Internasional di Belanda pada masa akhir masa SMU-nya dan melanjutkan ke jurusan Teknik Informatika ITB pada tahun 2002. Lulusan cum laude ITB 2006 ini sekarang bekerja di LintasArta di bilangan Thamrin Jakarta. Kalem, cerdas luar biasa, cepat dalam menyerap pengetahuan, rendah hati, dan lurus taat dalam jalan Islam.

Woro sendiri saya kenal sejak SMP (SLTP Negeri 02 Tulungagung). Sebagai salah satu siswa lulusan terbaik SMUBOY, ia melanjutkan S1-nya di Pendidikan Dokter FKUI yang pada waktu itu terkenal sangat sulit ditembus oleh peserta SPMB. Ramah, murah senyum, pintar memasak, rendah hati, dan ia adalah akhwat yang berpandangan luas bukan fanatik sempit.

Sejak kapan bunga cinta bersemi di hati keduanya, saya tidak tahu. Mereka sangat pandai menyembunyikan putik-putik cinta yang sedang bermekaran di depan wartawan-wartawan gosip (baca: teman-teman termasuk saya). Selayaknya tidak pernah terjadi apa-apa di antara keduanya kecuali hanyalah berteman baik. Jika ditanya soal siapa calon mereka, mereka dengan lihai mengelak dan berkeras untuk sama sekali tidak memberikan petunjuk sekecil apapun.

Namun bukankah sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga? Saya mulai curiga atas hubungan keduanya ketika mendengar Woro memanggil Farid dengan sebutan “Mas Farid”. Dan Farid begitu hafal sudut-sudut apartemen Woro. Pikiran usil saya terusik, “Pasti ada apa-apanya ini.” Akhirnya suatu hari mereka mengaku bahwa mereka adalah pasangan calon suami-isteri dan bersikeras menyuruh saya untuk tutup mulut. Bahkan mereka melarang saya membuat postingan ini kalau mereka belum sebar undangan pernikahannya. Karena kemarin saya mendapat SMS dari Woro, “Le (kependekan dari thole — panggilan khusus Bulik Woro kepada saya), kapan arep njupuk undanganmu?” akhirnya saya bisa juga publish tulisan ini. Hehehe…

Semoga acaranya lancar tiada aral yang melintang. Selamat menempuh hidup baru yang penuh cinta kasih yang diridhai Allah SWT, kawan. Semoga keluarga yang kalian bangun langgeng dan utuh selama-lamanya, dikaruniai anak yang berbakti kepada orang tua dan membanggakan orang tuanya, keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Amin, ya rabbal ‘alamiin…