Passion

Posted by: on Nov 15, 2011 | 8 Comments

Ayah saya memasuki masa purna tugas sudah lima tahun yang lalu, tepat ketika saya menyelesaikan pendidikan dan bisa berdikari. Beliau pensiun sebagai pengajar Matematika SMP Negeri 01 Bandung, Tulungagung. Jumlah muridnya sudah tak terhitung. Tiap kali ada foto politikus lokal yang sedang mencalonkan diri jadi kepala daerah, ayah sering nyeletuk, “Dulu itu muridku, pernah kulempar kapur tulis karena bodohnya ga ketulungan…” sambil memperlihatkan ekspresi yang lucu.

Mengajar ternyata sudah mendarah daging. Sekarang beliau mengajar di rumah, membuat semacam bimbingan belajar untuk anak-anak SD. Lumayan daripada sepi katanya, karena semua anak-anaknya bekerja di luar kota — apalagi saya yang merantau di ibukota. Sekarang kalau sore halaman rumah penuh, suasana riuh rendah oleh anak-anak yang semangat belajar.

Inilah cara ayah saya mengisi masa pensiun. Mengajar lagi. Tentu saja bukan uang lagi yang dicari. Ini yang menginspirasi saya bahwa pekerjaan tidak hanya melulu uang. Ini lebih tentang kecintaan mengajar. Ini adalah bagaimana memilih pekerjaan yang sesuai dengan passion, sehingga uang menjadi faktor nomor sekian yang menjadi tidak terlalu penting lagi.

Lokasi: Rumah, Tulungagung, Jawa Timur
Kamera: Panasonic Lumix DMC F3 

Rileks itu Soal Hati

Posted by: on Nov 14, 2011 | One Comment

Minggu malam, saya ngetwit,

Weekend yang sempurna. Bisa rileks, bisa nulis buku 40 halaman, belajar web service dengan CXF, dan belajar JSF2.

Dan ada beberapa respon yang merasa heran dengan twit itu. Belajar bisa membuat saya rileks? Oui, oui, ada banyak hal yang bisa membuat saya merasa santai. Membaca, makan, foto-foto, main musik, nulis blog, baca partitur musik, sampai coding for fun (belajar webservice dan JSF2 adalah bagian coding for fun). Jalan-jalan liburan seringkali tidak bisa membuat saya rileks kalau di kepala masih ada beban pikiran.

Buat saya, santai itu adanya di hati. Santai adalah ketika pikiran enteng ga ada beban (pekerjaan, deadline tugas kuliah, target tertentu dll). Boleh jadi secara fisik bisa santai berbaring di tepi pantai begitu, tetapi tetap aja namanya nggak bisa rileks kalau pikiran juga tidak bisa merasa santai. Dan terus terang saya jarang bisa merasa begitu. Liburan mudik lebaran kemarin sama sekali tidak enak karena ada beban pikiran.

Ketika beban itu hilang, rasanya enteng banget. Senang sekali. Sempat kepikiran mau merayakan dengan minggat sebentar. Yang sempat ada di pikiran: Bogor, Bandung, dan Cirebon. Tapi saya pikir-pikir lagi, saya ingin bersantai di kasur saja.

Dan itu yang saya lakukan. Bisa santai berdiam di kamar ini kemewahan tersendiri. Bangun tidur siang. Abis gitu golar goler aja sambil nonton gosip di TV yang lagi bahas ustadz Solmed yang baru kawin. Lalu melakukan hal yang pengen dilakukan: lanjutin nulis buku dengan tingkat mood tertinggi. Saya memang sedang menulis beberapa draft – 2 draft soal keuangan dan satu draft lagi essay fotografi. Rencananya semuanya akan saya publish free. Saya akan cetak beberapa sebagai hadiah untuk teman-teman terdekat.

Terus saya bisa belajar framework yang baru buat saya: JSF2 dan Spring Webservice. Saya biasa pakai Struts-Spring-Hibernate, tetapi kantor memutuskan untuk membuat standardisasi platformnya berbasis JSF. Jadi saya harus belajar lagi. For me, it’s really-really fun. Makanya jadi santai dan rileks.

Konsep saya tentang santai sederhana saja yak? Sayangnya, kadang-kadang yang sederhana itu menjadi kemewahan buat saya. Selagi masih bisa, yuk, bersantai dulu…. hehe…

Speed Reading yang Merusak

Posted by: on Nov 11, 2011 | 2 Comments

Apa itu speed reading? Speed Reading adalah salah satu cara untuk membaca teks yang cukup panjang dengan hanya membaca pokok-pokok pikiran di setiap paragrafnya. Dimana letak pokok pikiran sebuah paragraf? Mayoritas paragraf kalau tidak di awal ya di akhir. Jarang yang di tengah atau semua kalimat adalah pokok pikiran.

Cara ini sangat efektif untuk menghemat waktu karena kita bisa segera mengerti apa yang menjadi bahasan teks itu. Cara ini banyak dilakukan oleh blogger yang sedang blogwalking. Di daftar feed-nya ada puluhan artikel yang harus dibaca, dan kalau dibaca detail satu-satu bisa menghabiskan waktu seharian sendiri. Apalagi, sifat layar komputer itu membuat mata cepat lelah. Saya tidak pernah bisa tahan baca buku PDF beratus-ratus halaman itu di layar monitor.

Masalahnya, tidak semua artikel bisa dibaca dengan speed reading. Saya sering menemukan komentar-komentar yang sebenarnya jawabannya sudah dibahas di artikel tersebut. Dan berbahayanya, kebiasaan speed reading ini semakin mengurangi kemampuan membaca dengan detailnya. Karena terbiasa membaca cepat, kita terlalu sering melewati detail-detail penting, dan akhirnya merasa cepat bosan dengan bacaan berat yang menuntut untuk membaca dan mengerti setiap detail.

Paling tidak saya sudah mengalami ini. Karena sering blogwalking dan membaca kicauan-kicauan pendek di Twitter, saya jadi semakin sulit membaca buku yang berat. Dan ketika saya menyadari ini, saya mulai berjuang untuk membaca lebih lambat dan meresapi setiap detail paragrafnya.

The New Experience of Coding

Posted by: on Oct 28, 2011 | 6 Comments

Saya menemukan passion di pemrograman komputer beberapa bulan setelah saya menjalani perkuliahan di Teknik Informatika ITS, hampir sepuluh tahun yang lalu. Ketika mencari-cari bahasa yang akan dijadikan spesialisasi, saya menemukan sebuah quote dari majalah Oracle, “… because we believe in Java.” Sejak itu saya menyadari bahwa Java akan menjadi bahasa masa depan.

Sampai sekarang saya masih bekerja sebagai programmer (yg banyak orang bilang ini adalah jenjang karier terendah di dunia IT), meskipun sekarang lebih banyak analisis data. Saya ditugaskan di bagian ini setelah dua tahun mengotak-atik aplikasi Java Enterprise. Hal itu kadang-kadang menimbulkan kerinduan, sehingga kadang-kadang saya membuka kode Spring, Struts, dan Hibernate untuk membuat sebuah aplikasi kecil yang memakai PHP pun sebenarnya bisa.

Lha, awal bulan ini, atasan saya mengembalikan saya ke sisi programming lagi disamping tanggung jawab saya untuk analisa data sebuah sistem ERP untuk manajemen aset. Sebuah pengalaman baru bagi saya, yaitu bahasa deklaratif untuk arsitektur berorientasi pelayanan (halah… Service Oriented Architecture – SOA). Mendalami alur-alur proses dalam bahasa BPEL (Business Process Execution Language), mediator, web service, database adapter, dll.

Passion itu saya temukan lagi. Sudah lama saya tidak mengalami gairah yang meluap-luap, sebegitu penasarannya ketika web service saya tidak berjalan. Berusaha menemukan pintu ketika menabrak tembok, bukan malah membentur-benturkan kepala berharap temboknya jebol. Programming itu sebuah seni, karena dibutuhkan imajinasi dan kreativitas ketika membangunnya.

Seperti halnya dulu, saya rasa, SOA adalah arsitektur masa depan. Dan lagi-lagi Oracle yang membuat saya berpikir begitu. Oh iya, saya memakai Oracle SOA Suite 11g, yang merupakan bagian dari Oracle Fusion Middleware. Mungkin kapan-kapan saya akan ceritakan lebih detail tentang produk ini nanti.

Memperkenalkan, GALIHSATRIA photoworks

Posted by: on Oct 21, 2011 | 12 Comments

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang,

Teman-teman, saya ingin memperkenalkan sebuah fotoblog yang saya beri judul: GALIHSATRIA photoworks. Sebuah wadah khusus untuk memajang hasil karya fotografi saya. Konsepnya adalah: high resolution! Meskipun tidak segede The Boston’s Big Pictures, tapi di sana saya akan memasang foto berukuran 900-an pixel. Lebih lega daripada foto-foto yang saya pasang di sini yang hanya sekitar 500-an pixel.

Tidak takut dibajak? Sudah terlanjur, saya sudah melihat foto-foto saya ada dimana-mana, baik yang komersial ataupun non-komersial. Tapi saya tetap memohon, marilah kita belajar menghargai sebuah karya cipta. Oke!

Tidak berpanjang-panjang, silakan meluncur ke http://foto.galihsatria.com. Dengan lahirnya fotoblog ini, saya tidak akan memajang foto lagi di sini. Segala hal yang berhubungan tentang fotografi akan saya taruh di sana. Perhatikan konsumsi bandwidth karena situs itu akan cukup rakus bandwidth.

Oh iya, beberapa komentator pertama akan mendapatkan hadiah. Mungkin sebuah edisi cetak dari essay fotografi saya, atau cetakan salah satu foto saya seukuran kertas letter. Mari silakan dinikmati dan jangan lupa subscribe feed-nya di sini: http://foto.galihsatria.com/feed.

Meluncur!

A New Look

Posted by: on Oct 20, 2011 | 7 Comments

Wow, it’s been almost seven years since I’ve been writing on this blog for the first time. I will never forget the way at first time I wrote, I always started the paragraph with two words, dear diary. However, I will never delete those posts, whatever it was that silly. I know those series of posts will be used by my colleagues as jokes. For me, every post I’ve written is a very personal history, in a very personal emotion, which I called it as daily notes.

Today, I think it’s a perfect time to change. As the main topics of this blog is not melancholia anymore, I think I should change my long wisdom text, kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan agar kita bisa mensyukuri apa yang telah kita dapat.

That was the past.
And this is today and tomorrow and the future.

And for celebrating the throwing out that long tagline, I proudly present the brand new look for this blog. Yet a clean and simple themes. It’s just because I love simplicity.

Thank you. It’s strange to write in English, but I don’t know why the first sentence is in English, so I just follow my fingers to write in English hehehe…

Pemekaran SubDomain

Posted by: on Oct 17, 2011 | 4 Comments

Sebenarnya saya sudah lama merasa kalau blog saya ini terlalu campur aduk. Ya mungkin memang inilah cerminan isi kepala saya — campur aduk gak karuan. Rasa-rasanya apa saja yang sedang terlintas pengen ditulis segera tanpa pikir panjang, wong ini blog punya saya sendiri juga, siapa yang berhak larang-larang? Toh juga saya nulis lebih buat diri sendiri, kalau ternyata ada yang tertarik untuk membaca ya alhamdulillah, sesuatu banget hahaha…

Meskipun campur aduk, sebenarnya hanya ada tiga topik besar yang menurut saya menarik untuk saya tulis saat ini. Fotografi, tetap menjadi hobi saya, meskipun mungkin sudah tidak se-menggebu-gebu dulu. Bukannya malas dan berhenti untuk belajar, tetapi saya masih memutuskan untuk mendalami fotografi jalanan (maksudnya jalan-jalan sambil motret) dan lansekap saja. Saya masih ingin mengenali dan mencari gaya memotret saya, yang diberi kehormatan oleh Mas Dion sehingga dinamakannya fotografi jujur (mungkin maksudnya fotografi biasa-biasa saja tidak istimewa, heuheuheu..).

Tema kedua adalah tentang perencanaan keuangan. Yeah, everybody is now talking about personal financial planning, seiring dengan naik daunnya beberapa perencana keuangan di ranah jejaring sosial. Berawal dari seminar kecil Mas Ablehunder di depan tim kecil kami tentang pencatatan keuangan dengan GNU Cash, saya segera memindahkan sistem Excel saya ke sana. Itu kira-kira sudah dua tahunan yang lalu.

Kemudian juga bahwa saya berhasil masuk pasar modal juga awal tahun ini. Lalu diberi banyak pelajaran shock therapy waktu market jatuh akhir-akhir ini. Ini secara drastis mengubah profil investasi saya dari yang awalnya sangat konservatif menjadi sangat agresif. Hal ini membuat saya harus terus menyempurnakan sistem perencanaan keuangan saya — dan itu menyenangkan. Makanya itu ingin saya share di blog ini.

Tema terakhir namun sedikit lebih jarang adalah musik. Saya menemukan obsesi masa kecil untuk bisa bermain piano ala kadarnya. Belajar piano juga merupakan sebuah perjalanan panjang (long journey) yang menyenangkan. Saya ingat saya mulai dengan kertas karton yang digambari tuts-tuts piano, lalu ketika sudah mulai lancar berburu piano dari Kelapa Gading di ujung utara hingga Permata Hijau di ujung selatan. Itu juga ingin saya tuliskan.

www.galihsatria.com

Langkah pertama dalam pemekaran subdomain ini sebenarnya sudah saya mulai. Saya akan mulai memberdayakan alamat www.galihsatria.com sebagai pengumpul hasil-hasil karya saya — foto, lagu, dan buku. Sama seperti dulu waktu jadi admin di ITS. Domain yang awalnya saya redirect ke blog.galihsatria.com ini sekarang sudah ada tempatnya. Cuma belum dibangun rumah di situ. Konsepnya sudah ada di kepala saya, tapi rasa-rasanya untuk mengeksekusinya belum ada waktu. Jika ada teman-teman yang mau bantu saya mendesainkan sebuah theme yang semi-statik, saya akan sangat bergembira, hehehe…

Switch to our mobile site