Archive for the ‘Review’ Category

Gambaran dan Konsep tentang Perempuan Ideal

Thursday, May 1st, 2008

Saya baru saja menyelesaikan bagian pertama dari buku roman Jepang karangan Eiji Yoshikawa, Musashi, yang menceritakan kelahiran Takezo menjadi seorang yang memilih Jalan Samurai sebagai jalan hidupnya. Takezo berganti nama menjadi Miyamoto Musashi. Ada gambaran kecil yang menyentuh saya. Otsu. Otsu, menurut imajinasi saya adalah gadis dengan perawakan mungil, cantik, lembut ...

Review: Opera Mini, Browser untuk Ponsel

Thursday, March 27th, 2008

Ponsel saya, Sony Ericsson W200i, memiliki dukungan untuk akses internet via GPRS (2,5 G). Di dalamnya terdapat sebuah browser internal yang membuat kita berseluncur di dunia maya tanpa harus menyambungkannya ke notebook. Browser ini memiliki sangat banyak kelemahan, utamanya ketika harus me-load halaman besar dan kompleks yang sama sekali tidak ...

Review: Valentine Sweetcase

Tuesday, March 11th, 2008

Judul Buku: Valentine Sweetcase, Love Birds Penulis: Astri Adhe Penerbit: Terrant Books Hahaha... tak saya duga saya memilih mengambil buku yang terserak di kumpulan chicklite ini daripada buku Mein Kampf-nya Adolf Hitler untuk mendampingi buku Ketika Cinta Bertasbih yang sudah masuk keranjang belanja duluan. Yah, siapa kira saya beli buku lagi kemarin. Inilah ...

Seklumit Pesan dari AAC The Movie: Cinta yang Membawa Luka

Sunday, March 9th, 2008

Nah, setelah semua orang mereview film AAC yang tak kalah fenomenal dengan novelnya, kini izinkan saya untuk juga bercerita tentang kesan saya tentang Ayat-Ayat Cinta the Movie. Tak perlu ada Spoiler Alert di sini bukan? Saya yakin semua telah membaca dan menonton AAC. Dalam keseharian kita, kita mungkin saja menemukan sosok ...

Laskar Pelangi, Pelangi di Antara Arus Sastra Perusak Moral

Tuesday, February 12th, 2008

Judul Buku: Laskar Pelangi Penulis: Andrea Hirata Penerbit: Bentang Pustaka SPOILER ALERT. Saking bagusnya buku ini, tak bisa saya berkata-kata banyak. Kita butuh buku-buku semacam tetralogi Laskar Pelangi lebih banyak lagi untuk meng-counter serangan bertubi-tubi dari sinetron-sinetron perusak moral bangsa itu! Sudah lama saya merindukan cerita tentang kehidupan sekolah seperti Laskar Pelangi. Sinetron selalu menampilkan ...