Entries Categorized as 'Internet'

Mengubah Layout Blog di Blogsome

Date January 4, 2007

Posting ini khusus aku dedikasikan mbakyuku di Cilacap yang bingung bagaimana mengubah layout blog. Ia punya account di blogsome. Protas-protes mlulu, padahal langkahnya semudah membalik telapak tangan loh. Baiklah, karena aku juga lagi nunggu kelahiran ponakanku yang pastinya cerewet kayak ibunya, aku kasih tunjuk neh caranya bagaimana. Dengerin yaa, Mbak Rena! Read the rest of this entry »

Download Eclipse SDK di kecepatan xyz MB/s!

Date November 12, 2006

Menyenangkan sekali berada di jaringan INHERENT. Inherent adalah proyek Dikti untuk menghubungkan jaringan universitas di seluruh Indonesia dengan backbone Dikti, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI) Jakarta, dan Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. Backbone ini telah berjalan beberapa bulan ini, namun sampai pagi tadi aku sama sekali belum menikmati keuntungan langsung darinya.

Tadi aku mengunjungi website Eclipse untuk mendownload Eclipse SDK 3.2.1. Wah… website ini telah dimirror… di.. UI Lenteng Agung! Tepatnya anak.kambing.vlsm.org/eclipse. Walhasil, sebagai pengguna IP Address milik ITS, aku mendownloadnya seperti layaknya mendownload dari jaringan lokal. Kecepatannya? Hmm… 3 digit megabytes! We are talking about mega bytes guys, not only kilo bits! Thanks to Inherent!

Firefox Akhirnya Diterima Microsoft

Date September 26, 2006

Judulnya cukup provokatif ndak? Baru saja aku download Direct X 9 dari situs resmi Microsoft. Seperti biasanya, halaman download Microsoft selalu dilidungi dengan mekanisme pengecekan bahwa Windows yang dipakai original ataukah tidak. Dulu, seperti halnya update Windows, Microsoft mengharuskan browser yang dipakai adalah Internet Explorer. Seiring berkembangnya Mozilla Firefox, Microsoft telah mengalah dengan membuat Plugin untuk Firefox.

Tanda Microsoft mengaku kalah? ^_^

GPRS versus Telkomnet Instan

Date September 2, 2006

For those who doesn’t have subscribed-broadband-internet-connection, there is several choices to connect to the internet. We have dial up via telephone which is called Telkomnet Instan. What if we don’t have fixed telephone account just like I do? If we have GSM signal that support GPRS, we still can connect to the internet via GPRS connection. Here, I will compare these two methods in the way they charge us.

As you know, telkomnet instan charges in per-hour calculation. They charge about Rp. 9000 per hour not including telephone tariff. In other hand, GPRS charges in data downloaded calculation. They will calculate how much we have to lost our money in how many bytes data we have been downloaded. GSM Operators such as Telkomsel charges Rp. 30 per KB (how expensive!), Indosat M3 charges Rp. 11 per KB. CDMA operators charges less expensive than GSM does, for example Telkom Flexi charges us only at Rp. 5 per KB. Fren after-paid-card much crazier than others, they charges only at Rp. 0,45 per KB.

Don’t compare these tariff with other countries. Internet connection is still an expensive thing in Indonesia. How can use it efficiently? If you want to download large files, don’t ever use GPRS connection! This is my experience: I almost never browse the internet web page using GPRS even just opening my mailboxes! It still too expensive for me. I only use this connection only for instant messenger using Yahoo! Messenger. In last 2 weeks I’ve spent my days in my home at Tulungagung, I’ve just talked with Lala (I prefer call her as Wice) and Rike (the one who get crazy with purple). For long time, say 3 hours, I just spent about 600 KB or approximately Rp. 8000. Comparing with Telkomnet Instan, you have to pay 3 * Rp. 9000 = Rp. 27.000 for 3 hours conversation with them (cute and beautifull girls).

If you want to open your mailboxes, or visit detik com, or even check your friends’ updates on friendster, plug out your DKU-Cable or USB-Cable which connects your laptop and mobile phone and change this with telephone cable. Yes, let’s surf with Telkomnet Instan. It’s not comparable in charge if you have downloaded 1 MB of files. If you are using IM3 GPRS Connection, you have to pay 1000 KB * Rp. 11 = 11.000. Using dial up connection which has max speed at 56 Kbps, you only needs approximately 10 minutes download times or Rp. 9000 / 6 = Rp. 1500. Make sense? :)

They are still too expensive? Forget your laptop, take your flash disk and go to internet cafe! They  only charge you about Rp. 2500 - Rp. 6000 per hour. Besides browsing, you can stare at the one who sit in the front of you, who is that? the beautifull one! hehehe…

Internet cafe is still too expensive? Do you want a free internet connection? Just wait for monday comes and go to your office! Who hates monday if you can have a free internet connection on your work desk? But, don’t forget our main duty from the boss, right? :)

P.S: This writing I write first in my localhost blog, then I publish it in my friendster blog. This one is copied-and-pasted from my friendster blog under my permission :p

Tren AJAX, Hanya Sekedar Buzzword ataukah Teknologi Web Masa Depan?

Date August 26, 2006

AJAX, kita semua pasti sudah mengenal jargon ini. Singkatan Asynchronous Javascript and XML. Teknologi ini digadang-gadang sebagai web 2.0. Meledak ketika GMail mengaplikasikannya ke dalam mailbox manager-nya. Kemudian segera menyusul web-web lain berlomba-lomba melakukan migrasi ke AJAX; Yahoo! Mail mengeluarkan versi mailbox AJAX yang mirip Thunderbird, Wordpress 2.0 ber-AJAX-AJAX ria, hingga bahkan situs Kamus.net pun juga ikut-ikutan pindah ke AJAX. Bahkan kini ada usaha memindahkan aplikasi kantor macam MS-Word dan MS-Excel ke dalam sistem berbasis web dengan menggunakan AJAX.

Apakah AJAX akan sukses? Ataukah akan mengikuti jejak Java Applet pada pertengahan 1996 yang digembar-gemborkan sebagai teknologi web interaktif dan akhirnya hancur di tangan Macromedia Flash? Berikut sedikit pengalamanku dengan AJAX.

Beberapa hari ini aku membuat sebuah karya terakhir untuk ITS sebelum aku pergi yaitu sebuah wajah baru untuk www.its.ac.id yang code-name-nya kusebut: v3. Latah dengan arus web 2.0, aku mencoba memindahkannya ke semi AJAX, maksudnya hanya menggunakan objek XMLHttpRequest dan mengabaikan formatting data yang berupa XML dengan membuat format data sendiri yang kupikir akan jauh lebih sederhana. Apa yang kita perlukan untuk membangun satu halaman AJAX? Ini dia:

  • Halaman XHTML tanpa dekorasi. Khusus untuk isi. Hukumnya fardhu kifayah menggunakan tableless design. Karena tag [table] bersifat statik dan tidak dapat dimanipulasi dari Javascript (bisa…, tapi tidak fleksibel), kita harus memakai tag [div].
  • File CSS untuk dekorasi layout.
  • File Javascript yang berisi fungsi-fungsi AJAX.
  • Parser XML (jika format data hasil adalah XML, Anda harus menambahkan kode tambahan yang tentunya akan makan waktu pemrosesan). 

Kebetulan, di rumah Tulungagung tidak ada koneksi internet. Jadi aku konek ke dunia maya dengan GPRS IM3 yang per KB-nya dicas Rp. 11. Aku jadi mikir… betapa banyak jumlah kilobyte untuk mendownload satu halaman AJAX dibandingkan dengan halaman HTML biasa. Untuk satu halaman AJAX, File CSS dan Javascript-nya saja sudah cukup menguras pulsa. Wah.. wah.. wah…

Jadi inget postingan Pak Priyadi yang sedang fakir bandwidth [TM]. Karena asynchronous, AJAX seringkali membuat request lewat jalan belakang yang tidak diketahui sang pengguna. Dengan kata lain: AJAX boros bandwidth!

Terlalu pagi untuk menjustifikasi bahwa AJAX akan gagal. Juga dikatakan kalah sebelum bertanding jika v3 ITS yang hampir selesai ini tidak kuluncurkan tanpa melihat respon yang ada. Jadi sementara ini, aku akan maju terus dengan AJAX dan melihat bagaimana efeknya. Nanti jika aku dapat pengalaman baru lagi, akan kutulis juga di sini. Okay!