Entries Categorized as 'Internet'
October 28, 2007
Windows Vista tidak cocok untuk digunakan di daerah fakir bandwidth. Terlalu banyak “spyware” legal yang berjalan.
Itu adalah kesimpulan saya tentang sistem operasi ini. Ceritanya, saya dipinjami notebook yang berisi Windows Vista Bussiness agar saya bisa bekerja di rumah. Saya bekerja dan terhubung dengan internet menggunakan koneksi GPRS IM3 dengan ponsel Sony Ericcson W200i saya. Vistanya masih baru, jadi segala setting masih default.
Saya pun segera terhubung ke internet berbekal pulsa Rp. 5000. Perkiraan saya, dengan digunakan hanya untuk chatting pakai Pidgin, pulsa sebanyak ini bisa tahan hingga tiga hari. Tapi tak lebih dari lima menit, pulsa saya habis! Padahal saya tidak browsing webpage. Ada koneksi diam-diam tanpa seizin saya tapi diizinkan oleh Windows. Bahkan oleh Norton Protection Center yang (kebetulan) terinstall. Selidik punya selidik, program itu adalah Windows Update. Secara default, Windows Update akan mencari update terbaru dan mendownloadnya. Hmm.. pantesan 5 MB saya habis! Tak sampai kejapan mata, saya habisi Windows Update supaya tidak buat koneksi seenaknya! Setelah itu lancar. Bandwidth keluar sesuai dengan kontrol.
Sampai tadi ketika saya terhubung dengan internet sambil mendengarkan musik dengan Windows Media Player. Pengalaman dengan Windows Update, segala opsi yang berhubungan dengan internet sudah saya matikan. Tapi traffic data begitu derasnya. Lagi-lagi yang terdeteksi terhubung dengan internet hanya Pidgin saja. Aplikasi ini sudah terjamin tidak menggunakan bandwidth secara misterius. Transparan. Ketika saya mematikan Windows Media Player, traffic data normal kembali. What a goddamned Windows! Apa itu bukan spyware namanya? Dasar. Karena tak ada Winamp, saya pakai VLC Media Player. Jauh lebih bersih dari koneksi misterius.
Saya jadi ingat quote dari Section Head saya ketika bicara tentang Internet Explorer dan Mozilla Firefox,
Microsoft mah bikin aplikasi jelek dan buruk gak masalah. Yang penting bagi dia adalah, meskipun jelek tapi semua orang pakai. Orang nggak tahu apa itu Firefox, yang tahu cuma yang sedikit ngeh sama komputer. Orang cuma tahu IE. Titik.
Wow!
Posted in Catatan Harian, Internet
13 Comments »
September 30, 2007
Melanjutkan postingan ini.
Ada banyak hal ternyata — yang baru saya sadari — kenapa orang tidak mau pindah ke open source dan tetap bertahan di software propietary. Mari saya daftar satu per satu.
Ketergantungan dan Kebiasaan
Faktor utama tetap, tentu saja, yaitu ketergantungan dan faktor kebiasaan yang telah mendarah daging sejak era Windows 95. Dulu dan hingga sekarang, Windows dan Office telah menjadi standar pelatihan-pelatihan kerja. Tadi waktu lewat jalan Dewi Sartika, saya bahkan masih menemukan spanduk reklame pelatihan Microsoft Office. Saya belum pernah melihat ada spanduk reklame lembaga pelatihan kerja yang menggunakan OpenOffice.org 
Ketidaktahuan Bahwa Office itu Harus Bayar
Ini ironis. Ternyata masih banyak yang tidak tahu kalau Windows dan Office itu pemakaian software-nya harus bayar, dan bahwa software yang dipakainya adalah bajakan. Ini dialami di kota-kota kecil macam Tulungagung, kampung halaman saya. Seorang pengajar komputer di sebuah SMA bertanya ketika saya menunjukkan aplikasi OpenOffice, dan dari dialog, dia baru tahu kalau selama ini ia mengajar software yang telah dibajak.
Bagaimana dengan saya sendiri? Ternyata, saya tidak berani berkampanye soal Free and Open Source Software (FOSS). Ketika saya membelikan sepupu sebuah notebook ber-brand Acer yang tidak ada sistem operasinya, saya tidak berani menginstallkan sebuah Ubuntu di situ. Mungkin kalau saya di dekatnya, saya bisa mengajarinya pelan-pelan. Tapi untuk sebuah instalasi Linux yang dimana saya tidak ada di dekatnya untuk memberikan support, saya tidak berani. Walhasil, saya menyerah dan menginstall Windows dan memberikan OpenOffice sebagai Microsoft Office.
Citra
Nah, ini masalah citra yang terlanjur terbentuk di wajah FOSS. Kesalahan besar yang mungkin dilakukan oleh para pengenal FOSS di jagad Indonesia. Bahwa FOSS itu identik dengan gratis! Ini sangat tidak sejalan dengan image building, khususnya untuk suatu perusahaan. Jumat kemarin, sebuah perusahaan asuransi, CAR, melakukan presentasi. Notebook yang dipakai adalah Acer ber-Windows XP. Presentasi yang dipakai adalah OpenOffice Impress (PowerPoint-nya OpenOffice). Meskipun presentasinya bisa dilihat (tapi jangan dibandingkan dengan PowerPoint 2007), spontan saya nyeletuk berbisik di telinga teman saya, “Eh, dia nggak kuat beli Office tuh…
”
Alternatif yang gratis yang sedang melawan dominasi market leader yang mahal, ternyata menimbulkan kesan seperti itu di kepala saya dan sangat mungkin di benak banyak orang awam. Ini jelas merusak kesan yang ingin dibentuk para presenter handal itu.
Posted in Internet
5 Comments »
September 28, 2007
Habis sudah kesabaran saya dengan browser satu ini. Browser ini bagi saya adalah browser terbaik dan sangat cocok untuk developer seperti saya. Merender HTML dengan nyaris sempurna membuat saya sangat nyaman berselancar dengan browser ini. Extension yang banyak juga sangat mengasyikkan. Extension yang telah saya pasang adalah Firebug Javascript Debugger ketika saya bercengkerama dengan Javascript. Lalu Tada Downloader sebagai Download Manager menggantikan FlashGet dan DownloadAccelerator yang diblock oleh proxy kantor.
Sungguh, saya telah jatuh cinta dengan browser ini dan malas pindah ke lain hati….
.. kalaulah tidak ada hal yang sangat menyebalkan dari Firefox. Update demi update terus datang membuat browser ini semakin gendut dan semakin berat. Sangat tidak responsif. Apalagi jika telah membuka tab lebih dari 10 buah. Bisa diam lama sekali dia tak bisa diapa-apain. Penyebab utama mungkin karena fleksibilitasnya terhadap extension, sehingga dia memerlukan waktu yang lama untuk memproses.
Akhirnya, hari ini, firefox saya pensiunkan dan hanya digunakan untuk debugging Javascript dan download saya. Lalu untuk browsing, saya pakai apa? Saya tak mau pakai Internet Explorer. Jadi akhirnya, terpaksa pakai Opera. Meskipun rendering HTML dan Javascript-nya agak payah, tapi saya suka kecepatan dan responnya yang terkesan ringan. Setidaknya hingga saat ini.
Posted in Catatan Harian, Internet
10 Comments »
January 29, 2007
Dalam dunia blogosfer, saya adalah pemula. Saya baru serius ngeblog baru beberapa bulan yang lalu. Memang archive blog saya menunjukkan postingan awal pada bulan Desember 2004, namun itu hanyalah sebatas catatan harian atau diary dan memang waktu itu saya belum tahu apa itu blog. Berangkat dari sini, saya tertarik untuk menjawab 9 pertanyaan dari Pak Budi Putra dalam rangkaian tulisannya tentang tips dan trik ngeblog untuk pemula. Thanks Pak! Artikel yang bagus sekali.
BP = Dikutip dari blog Pak Budi Putra; GS = Saya
BP: Anda suka menulis?
GS: Saya sangat suka menulis. Bagi saya, menulis adalah satu cara untuk mengungkapkan isi dari otak maupun hati. Saya bisa mendokumentasikan apa yang saya pelajari hari ini (Siapa tahu saya membutuhkannya lagi kelak sehingga saya tidak perlu repot-repot belajar lagi), Saya juga bisa curhat tentang kisah cinta saya — saya adalah orang yang sangat terbuka, dalam curhat saya, saya bebas berperan apa saja, menjadi orang yang patah hati, melankolis, apa saja yang saya inginkan. Dan syukur, jika salah satu tulisan saya itu bisa bermanfaat bagi orang lain. Saya akan senang sekali.
BP: Apa yang ingin Anda sampaikan?
GS: Saya ingin menulis tentang apa yang saya lakukan dan saya pelajari hari ini. Juga ide-ide yang kadang-kadang gila namun sayang jika pemikiran tersebut hilang ditumpuk pikiran lain esok. Kebanyakan isi blog saya adalah catatan harian dan dokumentasi tentang apa yang saya pelajari serta sedikit opini mengenai sesuatu hal.
BP: Anda tipe self-starter?
GS: Sangat! Saya suka mengutak-atik sesuatu yang baru. Saya mulai menulis catatan ini mulai dari CMS buatan sendiri, mulai berbasis ASP classic, pindah ke PHP, hingga ke JSP Struts, sampai akhirnya mentok di CMS buatan Wordpress.
BP: Punya waktu dan bisa disiplin?
GS: Tentu saja. Jika ada sesuatu yang ingin ditulis, langsung saya tulis. Meminjam istilah Paman Tyo yang terkenal itu, terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat.
BP: Cukup Tahan banting?
GS: Saya hampir selalu berusaha membuat postingan yang tidak provokatif dan kontroversif (
bener nggak sih kata ini?). Hanya sesekali saja ketika saya ingin mendulang komentar di blog, saya baru menulis hal-hal yang memancing komentar kontroversial.
BP: Mau terus belajar?
GS: Banyak hal-hal baru yang saya dapatkan dari blogosphere. Sangat sesuai dengan rasa haus saya untuk selalu mempelajari hal-hal yang baru. Jadi benarlah kata Pak Budi Putra, “Jika Anda punya eager untuk terus belajar, blogosfer adalah tempat yang cocok untuk Anda“.
BP: Suka membaca?
GS: Mungkin jika tidak ada buku di saat saya menganggur, saya akan kebingungan. Saya gandrung dengan kebiasaan membaca sejak kecil. Sejak baru bisa membaca, setiap makan saya selalu ditemani lauk yang wajib ada, yaitu tulisan apapun yang bisa dibaca, entah sobekan koran dari bungkus nasi, entah tabloid yang terbit tiga tahun yang lalu, entah novel yang telah dibaca lebih dari sepuluh kali, pokoknya harus ada sesuatu yang bisa dibaca.
BP: Anda jujur dan transparan?
GS: Dalam hal tertentu, saya sangat jujur namun juga sangat subjektif. Namun dalam hal lain, khususnya dalam topik melankolis, saya sendiri tak tahu apakah saya berperan menjadi seseorang yang lain dalam tulisan saya, ataukah orang dalam tulisan saya itu adalah saya sendiri, saya tidak tahu. Jadi jika ditanya jujur atau tidak, saya tidak tahu 
BP: Suka berjaringan?
GS: Hmm… Saya akan senang sekali mungkin jika blog ini bisa seterkenal bintang-bintang seleb blog di Planet Terasi dan Merdeka. Saya senang punya banyak teman, jadi saya akan selalu menjawab komentar-komentar di blog ini dan saya juga mulai rajin berkomentar di blog-blog lain. Go networking! Yo!
Ditunggu tips dan trik berikutnya, Pak Budi! 
Posted in Internet, Opini saja kok
8 Comments »
January 4, 2007
Posting ini khusus aku dedikasikan mbakyuku di Cilacap yang bingung bagaimana mengubah layout blog. Ia punya account di blogsome. Protas-protes mlulu, padahal langkahnya semudah membalik telapak tangan loh. Baiklah, karena aku juga lagi nunggu kelahiran ponakanku yang pastinya cerewet kayak ibunya, aku kasih tunjuk neh caranya bagaimana. Dengerin yaa, Mbak Rena! Read the rest of this entry »
Posted in Internet
8 Comments »