Entries Categorized as 'Intermezzzo'

After Shutter Click

Date January 16, 2008


FLICKR
Lokasi: Kompleks Museum Fatahillah, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm VR | 1/250 s | F/7.1

Foto ini sudah nyaris terselip di antara ribuan foto-foto yang pernah saya jepret dengan D40 saya. Maklum, secara teknis, banyak kelemahannya. Tapi tiba-tiba tadi malam saya ingat fotografer nikon ini yang saya colong gambarnya Juni 2007 lalu. Berkesan, karena saya agak jarang melihat fotografer cewek. Kalaupun ada pasti jauh lebih sedikit. :)

PS: Nduk, sido tuku S3 IS gak? ;)

Madiun Kota Gadis

Date January 3, 2008

Madiun Kota Gadis
FLICKR
Courtesy of Mas Puntadi
Pentax K100D | Pentax-DA 18-55 mm | 1/2000 s | F/5.6

Masih oleh-oleh dari liburan akhir tahun. Madiun kota Gadis, pusat perdaGAngan GADIS dan InduStri ;)) Asyik sekali singkatannya, biasanya kabupaten-kabupaten di Jawa Timur menggunakan kata Bersinar, Bersemi, Beriman, dan semacamnya. Tapi Madiun lebih memilih gadis. Entah ini bias gender atau tidak. :)

Lagu Penutup Doraemon versi Indonesia

Date December 27, 2007

Me, akhirnya aku menemukan mata rantai yang hilang di lagu penutup Doraemon! :))

Saya adalah fans sejati Doraemon. Sejak RCTI muncul di desa saya sekitar tahun 1992 (waktu itu masih pakai antenna parabola), saya sudah rutin mengikuti seri Doraemon hingga sekarang. Sejak suara Nobita diisi oleh Ivonne Rose yang legendaris — (dia juga diakrabi mengisi suara Murti Sari Dewi pemeran Mantili [Tutur Tinular] dan Lasmini [Saur Sepuh]) — hingga sekarang. Saya belum tahu nama pengisi suara Nobita yang baru, tapi saya hafal suaranya pertama kali muncul saat mengisi suara Mitsuo dalam seri P-Man (juga ditayangkan di RCTI).

Lagu penutupnya membuat saya penasaran setengah mati ingin tahu liriknya. Penyanyinya, masih kecil, cadel, belum bisa menyuarakan ‘R’ dengan benar. Ndak teteh kata orang Jawa. Tiap minggu kerjaan saya nguping di dekat speaker televisi untuk mendengarkan apa yang sebenarnya diucapkan. Hehe, thanks to Mas Sokam! Akhirnya lirik dan videonya ada di YouTube! Ternyata kata-kata yang membuat saya penasaran adalah berikhtiar. Haha, pantesan si kecil tidak bisa mengucapkannya dengan jelas.

Berikut liriknya,

Lihat-lihatlah bunga yang sedang mekar
Tiba saat mengucapkan selamat pagi
Masa depan semua mari kita bangun
Lalalala lalalala bernyanyi bersama

Saya hidup di bumi ini masa depan dengan kapal angkasa
Mari kita banyak-banyak berikhtiar
Menjadikan satu-satu kita wujudkan
Kita hidup di bumi ini
Pagi ini esok dan seterusnya
Masa indah sangat banyak kota impian… [cut]

Versi ini memang terpotong, masih ada satu baris “Menjadikan satu-satu kita wujudkan” sebagai penutup di versi pendahulunya yang dinyanyikan oleh Adit Dipo. Tentang siapa penyanyi lucu versi ini, saya belum tahu. Hehehehe….

Tetap Bertahan dengan Suzuki Tornado GS th. 1996

Date December 5, 2007

Sepeda motor yang sudah tua. Berinisial nama saya, GS, Galih Satriaji :P Dua tak, dengan emisi yang cukup untuk mempercepat kematian sang ibu bumi. Saya mulai memakainya tahun 1999, tiga tahun bolak-balik rumah sampai parkiran SMU Negeri 01 Boyolangu, Tulungagung. Berlanjut empat tahun kemudian menyusuri jalanan Surabaya. Dan sekarang, menyusuri kepadatan Jakarta yang kian hari kian semrawut.

Sebenarnya saya cukup malu masih membawa dua tak di tengah belantara motor empat tak di sini. Asap dari knalpotnya yang terlalu banyak adalah faktor utama. Sekarang sudah mulai terengah-engah kelelahan. Tak bisa lagi dibawa dengan kecepatan lebih dari 80 km/jam, berbeda dengan ketika waktu kelas 2 SMU dulu, waktu saya tabrakkan dengan sebuah GL-Max. Kecepatan sebelum kejadian yang meretakkan tempurung lutut saya itu cukup fantastis: 129 km/jam. Penampilannya telah kuyu, dijemur matahari, diguyur hujan asam. Kalaulah ia bisa bicara, pasti ia berontak ketika saya paksa ia menggandeng seorang wanita dari halte FK UI. Ah, waktu yang telah berlalu :) Terlalu banyak cerita bersamanya.

Kenapa saya tidak mempensiunkan sepeda motor ini dan menggantikannya dengan yang baru? Apakah alasan romantis di atas menjadi faktor utama? Sebenarnya tidak. Ada beberapa hal,

  1. Faktor kriminalitas. Terlalu banyak kriminalis yang berkemampuan jenius di sini. Saya lebih tenang meninggalkan sebuah Suzuki Tornado 96 di pelataran parkir daripada sebuah Honda Supra 2006.
  2. Saya tidak yakin sepeda motor akan berumur panjang di Jakarta. Saya meramal bahwa sebentar lagi akan ada kebijakan dari pemkot DKI yang melarang penggunaan sepeda motor di Jakarta.
  3. Harga sepeda motor mahal bo’ :P

Wis pokoke, cuek aja, tetap pakai dua tak yang banyak asap :P ;))

Komentator ke-2000

Date November 21, 2007

Melanjutkan tradisi… :D
Selamat untuk Mas Heru si pemilik Heru 123
Telah menjadi komentator ke-2000 hehehe…
;))