Melepas Lelah

Posted by: on Oct 28, 2008 | 13 Comments

FLICKR
Lokasi: Puncak Gunung Gede
Self Portrait – Juru kamera: entah, lupa

Saya akan merindukan Puncak Gunung Gede ini. Saya tak tahu apakah masih kuat naik kesana kalau diajak lagi. Rasanya, kedua tungkai ini ketahanannya menurun sepulang dari Gede. Kapan yah bisa sesantai orang di foto itu… Ingin rasanya berlibur sejenak tanpa harus dibebani oleh deadline dan tanggung jawab yang menunggu di Jakarta…

* Liburan lebaran kemarin saya tetap tak bisa santai. Harus bekerja dari rumah

[PR] Sepuluh Fakta Tentang Saya

Posted by: on Sep 25, 2008 | 21 Comments

Dapat lemparan batu buat bukak-bukak rahasia dari Nike di sini. Banyak orang berkata bahwa blogmu adalah dirimu. Tetapi alangkah mudahnya membentuk citra diri dari sebuah blog! Saya bebas mencitrakan diri menurut apa yang saya suka dari gaya tulisan dalam posting dari hari ke hari. Melankolis? Jaim-erz? Geek? Nerd? Alim? Pandai? Sombong? Siapa yang jamin kalau tulisan-tulisan melankolis saya benar-benar saya alami?

Namun demikian, saya kira sedikit banyak pribadi seseorang terungkap lewat apa yang ia tulis di blog-nya, kecuali kalau orang itu pandai menyembunyikan jati diri sebenarnya seperti tokoh Sir Eustace Pedler, salah satu tokoh dalam novel Agatha Christie yang berjudul “The Man in the Brown Suit“.

Well, jadi beginilah, sebagai seorang kawan yang baik, saya menurut. Izinkan saya bukak-bukak rahasia tentang fakta seorang Galih Satria:

  1. Anak paling bontot dari sebuah KKBS (keluarga kecil bahagia sejahtera). Karena itulah jadi anak paling manja dan childish. Udah setua ini tapi cara ngomong masih aja kolokan. “Mamah, belikan kue itu dunks….”
  2. Tak pernah beruntung dalam urusan cintah. Catatan rekor adalah 3 kali ditolak cewek dan 11 kali menjadi secret admirer tanpa sempat menyatakannya. Terakhir kali bahkan, saya sudah tak mengharapkan kata-kata “iya” dari cewek. Kalimat “Maaf, aku nggak bisa” lebih saya akrabi.
  3. Tak pernah bisa bilang elo dan gue dengan benar. Medok yang tak bisa diperbaiki lagi. Bunyi “gue” yang keluar dari mulut saya memiliki tekanan yang mantap di bagian belakang dan depan: “gguwwe”.
  4. Hobi utama adalah makan. Kredonya: “Saat-saat terindah adalah saat makan”
    Saya selalu menikmati saat-saat makan, khususnya ketika sedang makan sendirian. Saya suka makan di lantai tanpa alas, di depan ada buku (atau apapun yang bisa dibaca), dan dua gelas air dingin dari kulkas atau dispenser pendingin. Kebiasaan ini sudah dimulai sejak kelas tiga SD hingga sekarang.
  5. Kata kunci dalam mendeskripsikan wanita favorit: jilbab, putih, imut.
    Boleh kan kita bermimpi? Meskipun cinta tidak cukup hanya dari sekadar penampilan fisik belaka. Walaupun pujaan rahasia terakhir saya agak berbeda dengan trinitas tersebut, tapi kerudung adalah suatu hal yang pasti membuat hati saya terkesiap.
  6. Kata kunci dalam mendeskripsikan pakaian: kemeja, kotak-kotak, celana kain yang besar.
    Saya tak mau ditawar-tawar soal ini yang katanya bisa memperbaiki penampilan saya (dan katanya supaya cewek lebih tertarik). Saya nyaman dengan penampilan begini, he he he…
  7. An IT geek, freak, nerd atau apapun istilah kalian untuk menyebut orang IT yang aneh. Itulah saya.
  8. Malas beres-beres. Daerah yang bersih di kamar hanyalah sekotak sajadah. Selebihnya… hehehe… bahkan kapal pecah pun masih lebih baik daripada ruang paling pribadi saya. Televisi 14 inchi, buku berserakan, makanan berserakan, laptop, kabel-kabel data, hardisk eksternal malang melintang ke sana ke mari. Bisakah membayangkan? Bayangan Anda saya yakin masih jauh lebih rapi daripada kamar saya.
  9. Tak bisa tidur nyenyak kalau tidak ada guling yang bisa dipeluk.
  10. Tak ingin diet. Jangan kasih saya kado buku soal diet yah! Apa gunanya? Saya pernah sukses menurunkan berat badan sampai 8 kg dan itu hanya bertahan sebulan saja. Setelah itu berat badan saya naik 10 kg. )

Nick, dah puas? Sudahkah lebih mengenal saya kali ini?

Sebuah Sudut Mega Kuningan

Posted by: on Jul 17, 2008 | 16 Comments

FLICKR
Lokasi: Bunderan Mega Kuningan, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm | Hoya R-72 InfraRed Filter 52mm

Sebuah sore di sudut kawasan bundaran Mega Kuningan. Tampak adalah tower hotel JW Marriot. Diolah habis-habisan dengan Adobe Photoshop CS3. Saya memang lagi suntuk, nggak mood buat ngapa-ngapain, akhirnya membiarkan imajinasi terbang dan menari-nari di atas toolbox Photoshop.

Ngomong-ngomong soal olah digital, saya punya sebuah teori: Free your mind. Bebaskan pikiran dari teori-teori teknis berphotoshop. Kalau tutorial berkata untuk membuat efek InfraRed harus melalui langkah A-Z, itu tidak selalu berlaku di diri Anda. Mungkin langkah Z-A malah lebih cocok. Saya sendiri kalau disuruh membuat olahan persis seperti foto di atas tidak akan bisa lagi, hasilnya pasti akan berbeda. Semua tergantung kondisi emosi dan imajinasi yang melayang pada saat itu.

Untuk dasar foto, saya memakai kamera Nikon D40 lensa standar 18-55 mm yang saya beri filter IR merk Hoya seri R-72 berdiameter 52 mm. Sebenarnya Nikon D40 kurang cocok untuk fotografi infrared, tetapi kita tidak boleh menyerah dengan keterbatasan bukan?

Agar menjadi efek seperti di atas, garis besar langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Buat setting kamera di mode RAW, yang akan menghasilkan file berekstensi .NEF. Ini memungkinkan Anda mengubah setting white balance pada proses pasca pemotretan.
  2. Atur-atur white balance
  3. Buka dialog Channel Mixer dan bereksperimenlah di situ. Variasi efek warna infrared dihasilkan dari sini. Tidak akan ada patokan nilai yang baku di sini. Semua tergantung pada kondisi foto
  4. Jalankan Auto Levels
  5. Jika perlu atur brightness/contrast, color balance, hue/saturation dan selective color.

Efek IR dasar telah didapatkan. Sekarang bagaimana dengan langitnya? Well, siapapun yang pernah ke Jakarta tidak akan percaya ada langit seperti ini di Jakarta. Yap, jadi saya mengambilnya dari langit Pantai Prigi yang saya ambil dengan lensa Sigma 10-20 mm HSM. Agar bercampur dengan foto dasar, saya blend pakai mode Multiply atau Linear Burn. Kemudian quick mask untuk sisi bawah dan hapus sana sini agar terlihat pantas menyatu. Saya harus akui bahwa ini memerlukan kesabaran dan saya kurang sabar sehingga hasilnya kurang rapi.

Lumayan buat menghilangkan suntuk…

Status Message Yahoo! Messenger

Posted by: on Jun 9, 2008 | 17 Comments

Apa tema status message Anda ketika Anda sedang online di Y!M? Ternyata mencermati status message kawan-kawan di friend list Pidgin saya menarik juga. Ada yang lucu, sedih, usil, kreatif, bosan, dan segudang emosi yang lain. Ada pula yang mengutip syair lagu (saya paling sering menggunakan ini). Mari saya daftar hasil snapshot saya tadi siang.

gut lak 4 your 1st day training today dear — hmm… tampaknya semacam dorongan semangat kepada sang kekasih. good status.

manic monday — sepertinya programmer yang sedang stres saja. biasa programmer, kalau sedang stres statusnya aneh-aneh.

maafkan jika mbuatmu terluka,,,, — aih, aih… romantisnyah… sayangnya sang fans harus kecewa kali ini karena dia harus terluka.

bagaimana bs kau hadir di mimpiku….pdhl… — ah, satu lagi status romantis. sepertinya nona ini sedang bingung terhadap perasaannya sendiri.

the clock is ticking :-s — seorang pekerja keras sedang dikejar deadline, mungkin?

Dasar pembalap AMATIR, mobil diem kok ditabrak, nabraknya milih lagi — Naah, kalau ini pasti pendukung Kimi Raikonnen yang ditabrak Lewis Hamilton di pitstop di GP Kanada kemarin.

Turut berduka cita — status yang simpatik.

[feel like] walking dead-body — hmm pasti dia sedang tidak enak badan.

what to do : report, materi siaran, meeting — pekerja keras yang sedang sibuk. Sepertinya hari ini adalah hari yang berat baginya.

Yesterday is history, tomorrow is a mystery – ada fans Aristoteles ternyata. Filosofis banget statusnya )

wrong call… .. — ngg… sedang mengharapkan telepon dari pacar mungkin? atau bukan?

everything will be alright.. — sedang menghibur diri sendiri )

cinta adalah perumpamaan bagi keterbatasan (cut) – ada kutipan yang menarik dari Imam Al-Ghazali, sayangnya capture-an saya terpotong

cuapeknya pool hari ini meski masih ada… — hmm… hari yang juga sibuk baginya

miss my hon… but we are busy .. — nah, nah, kalo ini pasti dari orang yang baru jadian. masih romantis-romantisnya. dinikmati dulu selagi masih bisa ya neng

Apa status message Y!M Anda hari ini? Tadi saya sempat pasang status message yang berbau SARA:

senyume yik.. muanisseeeeee [ternyata meduro iku ayu-ayu yo?] (senyumnya, kawan… manis sekali [ternyata (orang) madura itu cantik-cantik ya?])

Dan akibatnya, sahabat saya yang notabene Madura asli mencak-mencak. ) No hurt feeling mas bud, pancen areke ayu kok. )

Coba-Coba Main Billiard

Posted by: on Jun 6, 2008 | 10 Comments

 

FLICKR
Lokasi: Recreation Hall, field-nya kumpeni, Muara Badak, Kalimantan Timur
Nikon D40 | Fotografer: Nixon Glenn M 

Udah lama nggak bernarsis-narsis ria ala Nona ini dan ini, hehehe…

Beberapa hari di field yang notabene sangat terpencil di hutan rawa Kalimantan Timur membuat orang harus pintar-pintar menggunakan waktu agar tak jenuh. Maklum, kita tidak bisa kemana-mana. Hari-hari dihabiskan untuk bekerja di kantor, dan setelah sirene jam 18:00 WITA berbunyi, para pekerja kembali ke kamar, makan malam di messhall, dan beristirahat. Begitu seterusnya.

Untunglah, kumpeni menyediakan segudang fasilitas olahraga dan beberapa hiburan agar para pekerjanya tidak merasa jenuh di sini. Kalau saya sih, sudah merasa cukup terhibur dengan makanan yang ada di messhall. Ada agar-agar (Jawa: godir) favorit sayah ) . Tapi tadi, saya mencoba bermain sesuatu yang belum pernah saya mainkan sebelumnya: billiard.

Hmm.. ndesa sekali saya ya? Bahkan ketika billiard sudah menjamur di desa tempat tinggal saya (hometown — Tulungagung), saya tak tertarik buat bermain billiard. Tapi eh ternyata, permainan sodok menyodok ini asyik juga. Ada kepuasan yang unik ketika sodokan saya masuk ke lubang, apalagi lubang yang dimasuki bukanlah lubang yang dituju, alias keberuntungan, hahaha… )

Iklan Ponds versi Sempurna

Posted by: on May 8, 2008 | 27 Comments

Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa…
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi hidupku
Oh sayangku, kau begitu… sempurna…

Syair milik Andra & the Backbone ini rasanya begitu pas mengiringi iklan Ponds ini. Konsep yang sebenarnya sangat sederhana: kompilasi beberapa iklan Ponds yang pernah ada. Mulai dari suami yang kembali perhatian, gadis yang menikah, hingga Miracle Age versi keluarga Ferdy Hasan. Tapi iklan ini dengan cerdiknya mengambil sisi-sisi yang menurut saya adalah kekuatan masing-masing iklan. Senyum kemenangan isteri yang melihat suami kembali perhatian. Senyum bahagia Safina saat dipeluk Ferdy, dan yang paling membuat saya tersenyum adalah: Senyum aneh dan unik yang ceria oleh pengantin wanita yang telah berhasil mendapatkan cinta sang pria tampan.

Inilah cara sang market leader melakukan komunikasi visual. Sejak dulu, Ponds sangat sabar melakukan brand building. Ia tidak langsung menghajar secara kasar dengan menjual produk Ponds. Ia memilih dengan pendekatan emosional yang sangat menyentuh. Perlahan selama sekian tahun, lewat iklan-iklannya Ponds berusaha membuat citra kecantikan. Definisi kecantikan menurut Ponds adalah langsing dan berkulit putih. Dan pendekatan melalui iklan dengan lagu saya temukan mulai iklan Ponds versi Ada Band. Ingat nggak? Rasa cinta… yang dulu telah hilang kini berseri kembali…. (adegan cewek lagi marahan dengan cowok di mobil BMW)

Kalau pengarahan definisi ini berhasil, pasar Ponds terbuka luas. Mayoritas, perempuan Indonesia berkulit sawo matang hingga hitam manis. Mungkin hanya beberapa suku saja yang memiliki kulit yang putih. Dan saya kira, riset Ponds berhasil. Pendekatan emosional yang sangat menyentuh ini bahkan tak hanya mempengaruhi wanita, tetapi juga pria! Salah satu definisi cantik menurut saya sendiri adalah putih. Berkulit putih dan imut-imut. Hahaha… )

Tetes Hujan di Bulan April

Posted by: on Mar 13, 2008 | 5 Comments

Satu lagi saya menemukan lagu jadul, yang nggak hits di jamannya, tapi enak didengarkan… Aneh sekali, saya tak pernah menemukan Mus Mulyadi menyanyikan lagi selain keroncong. Lagu ini berirama pop bernuansa sedih.

Tetes Hujan di Bulan April
Mus Mulyadi

Bila hujan turun ke bumi
Rasa sangat pilu di hati
Pada saat sunyi begini
Kuteringat padamu

Waktu itu di bulan April
Pertama ku kenal dirimu
Saling mengisahkan derita
Saling mengalami pilu

Hujan turun tiada berhenti
Membasahi rumput hijau yang kini layu
Engkau kisahkan derita hatimu
Tetesan hujan membasahi dirimu

Oh… sayang…
Hatiku sedang menderita pula…

Kita berdua senasib dan serupa penderitaan
Kurasakan apa yang kau rasa tiada berbeda
Di saat itu hujan mulai reda cuaca terang
Tetes hujan kuusap lenyap di pipimu

Du du du du du….

Ku merasa mendapatkan ganti
Walau sejenak terasa cukup mesra
Tapi sayang setelah hujan berhenti
Kita saling mengucapkan kata berpisah….

Oh… sayang…
Sampai kini tak berjumpa lagi…

MP3-nya ada di box sayah

Switch to our mobile site