Bakul Stiker

Posted by: on Mar 26, 2011 | 4 Comments

FLICKR
Lokasi: Pasar Muara Badak, Kalimantan Timur
Panasonic Lumix F3 | Leica 5-20 mm (28 mm equivalent)

Salah satu lapak di pasar malam mingguan yang hadir di perkampungan Muara Badak sebelah kompleks VICO Indonesia camp site. Diajak rekan penghobi fotografi, kami pun keluar gate dan berjalan-jalan sore di sini. Sayang sekali trip kali ini saya tidak membawa kamera lengkap. Tetapi, always be ready to every moment and opportunity that is given to you. Itulah mengapa saya selalu mengantongi kamera saku setiap kali saya malas membawa kamera SLR sayah…

Lumix? Coolpix?

Posted by: on Mar 21, 2011 | 4 Comments

Ahai, saya punya ide buat menjawab pertanyaan mas-mas lewat forum komentar. Sekali lagi mohon maaf kalau saya mulai jarang membalas pertanyaan baik lewat email atau lewat forum komentar. Sepertinya tantangan buat ngeblog makin hari makin digoda sama Twitter yak? Hehehe..

Pertanyaan pertama, dari Mas Nanang, teks lengkapnya di sini:

Penasaran sama Coolpix-nya Nikon. Dari beberapa referensi yang saya baca, Nikon gagal di kamera saku. Coolpix-nya kalah jauh sama kompetitor yang lain. Apakah memang begitu Mas Galih ?

Well, sejujurnya, saya juga menyesal setelah melihat performa Canon Ixus 120 IS saya. Di kondisi low light cukup buruk, bahkan di kondisi pagi hari yang mendung, hasilnya noisy dan tidak terlalu tajam. Hanya karena keajaiban pengolah citra saja yang bisa membuat sedikit lebih baik.

Waktu itu, kamera saku tipis masih mahal. Masih termasuk kelas kamera saku high-end. Tetapi memang ketika membeli Ixus, prioritas pertama saya adalah ukuran, bukan kualitas. Karena memang saya membeli kamera saku untuk dijadikan kamera second line, bisa siap sedia kapan saja menangkap momen. Kalau ingin yang lebih serius, saya bisa pakai Nikon D90 saya, yang memang ribet karena ukurannya besar dan harus dimasukkan dalam tas kamera.

Lumix

Ketika Panasonic Lumix menjadi jawara di berbagai review di situs fotografi terpercaya macam DPReview, saya masih belum percaya. Rupanya, brand awareness sangat mempengaruhi persepsi. Saya tetap dalam pendirian saya: kalau kamera saku ya Canon, kamera SLR ya Nikon.

Sampai pada akhirnya ada teman saya yang membeli Panasonic Lumix LX-series, high-end. Saya lebih terkesan pada hasil software pengolah citra internalnya. Sepertinya kamera ini sudah memiliki peredam noise-nya sendiri, penajaman digital, dan pengolah warna internal. Bagi anda yang menyukai warna natural seperti aslinya, mungkin Lumix kurang cocok untuk anda.

Coolpix

Entahlah, saya dari dulu agak kurang sreg dengan seri kamera saku-nya Nikon ini. Ketika melihat sample image-nya, saya melihat hasil yang kurang tajam dan noisy. Kombinasi yang sempurna untuk foto yang jelek secara teknis. Dan ini juga paling susah diperbaiki di Photoshop. Di DPReview, Coolpix menjadi runner-up di bawah Lumix — saya nyaris memilih ini sebagai ganti Ixus 120 IS. Hanya karena Lumix F3 konstruksinya tipis dan ringan sehingga bisa masuk saku, saya memilih Lumix F3.

BATAN

Posted by: on Mar 20, 2011 | 6 Comments

FLICKR
Lokasi: Jl. Kuningan Barat 1, Jakarta Selatan
Panasonic Lumix F3 | Leica 5-20 mm (28 mm equivalent)

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) adalah sebuah badan pemerintah yang melakukan penelitian terhadap kemungkinan energi nuklir di Indonesia. Salah satu megaproyek-nya adalah rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Gunung Muria yang menimbulkan kontroversi tanpa henti.

Pihak yang kontra dengan gagasan ini selalu mengaitkan risiko bencana radiasi nuklir dengan tragedi Chernobyl. Chernobyl adalah tragedi meledaknya reaktor nuklir di PLTN di kota Chernobyl, Ukraina pada tahun 1986. Karena sudah termasuk lama, para ilmuwan BATAN mulai bisa meredam isu ini. Namun pukulan bagi mereka tentu saja musibah PLTN Fukushima Daiichi, Jepang baru-baru ini. Akan ada lebih banyak lagi resisten publik mengenai keamanan energi nuklir, apalagi jika media berpihak kepada pihak yang kontra.

Once Upon a Time

Posted by: on Mar 19, 2011 | 6 Comments

FLICKR
Lokasi: Jl. Dr. Supomo, Tebet, Jakarta Selatan
Panasonic Lumix F3 | Leica 5-20 mm (28 mm equivalent)

Saya sedang terkesan dengan hasil kamera saku tipis bin mungil ini. Konstruksinya sih ringkih, khas kamera saku entri level (baca: murah meriah). Tetapi ternyata kualitasnya bisa saya sebut jauh di atas kualitas kamera saku andalan saya dulu, Canon Ixus 120 IS (padahal ini termasuk jajaran kamera saku high-end nya Canon). Ixus selalu payah memotret low light apalagi night shot. Setelah ini, kalau disuruh rekomendasi kamera saku, saya akan ajukan Lumix sebagai pertimbangan pertama. Hehe…

Nial Djuliarso @ Java Jazz Festival 2011

Posted by: on Mar 19, 2011 | 2 Comments

FLICKR
Lokasi: Java Jazz Festival 2011, Arena PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat
Nikon D90 | Nikkor AF-S 18-105 mm VR

Ini adalah pergelaran pertama di festival Java Jazz hari Sabtu itu. Saya datang setengah jam sebelum panggung pertama dibuka dan saya masuk ke sini hanya sekadar mengikuti kehendak kaki melangkah. Ternyata saya tidak salah masuk. Nial Djuliarso adalah pianis jazz yang tinggal di New York yang beberapa kali meraih penghargaan.

Menginterpretasikan karya-karya Ismail Marzuki dalam irama jazz, swing, dan blues, saya terkadang harus menebak-nebak ini lagu apa. Tetapi saya paling suka komposisi lagu “Sapu Tangan dari Bandung Selatan”. Dasarnya lagu ini memang sudah jazz, dan saya punya kenangan khusus lagu ini, waktu masuk tim paduan suara Obade/Serenade upacara penurunan bendera 17 Agustus 1997 di lapangan Pasar Pahing Tulungagung (yeah, SLTPN 02 Tulungagung).

Sapu tangan sutera putih, dihiasi bunga warna
Tanda kasih jaya sakti, di selatan Bandung Raya
Diiringi nada nan merdu mesra, terima kasih dik, janganlah lupa

Air mataku berlinang, sapu tanganmu kusimpan
Ujung jarimu kucium, serta doa kuucapkan
Selamat jalan, selamat berjuang,
Bandung Selatan jangan dilupakan…

Maya Hasan 2011

Posted by: on Mar 15, 2011 | 9 Comments

FLICKR
Lokasi: Java Jazz Festival 2011, Arena PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat
Nikon D90 | Nikkor AF-S 18-105 mm

Saya “bertemu” Maya Hasan lagi, ratu pemetik harpa Indonesia, di festival yang sama, Java Jazz Festival. Meskipun tidak tampil solo, tetapi ia tampil dengan harpa lengkap yang besar untuk mengiringi Elfa’s Singer bernyanyi di panggung Tribute to Elfa Secioria and his legacy. Sayang foto-foto Kahitna dan Elfa’s Singer tidak ada yang sukses — semuanya kabur.

Sekadar bernostalgia, ini foto tahun lalu, di artikel yang ini.

Yovie Widianto @ Java Jazz Festival 2011

Posted by: on Mar 10, 2011 | 3 Comments

FLICKR
Lokasi: Java Jazz Festival 2011, Arena PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat
Nikon D90 | Nikkor AF-S 18-105mm VR

Yovie Widianto mungkin salah satu dari sedikit pianis/keyboardis yang sangat populer. Setelah dengan Kahitna, ia membuat band anak-anak muda dalam payung Yovie and the Nuno juga tak kalah populernya. Biasanya, musisi-musisi itu memakai keyboard Roland kalau lagi beraksi di atas panggung, tapi nampaknya, Yovie adalah brand ambassador dari Yamaha Motif, sebuah sintetiser yang saya dulu pernah naksir pengen punya, hehe…

Switch to our mobile site