Motif Rumah Gadang

Posted by: on Jun 4, 2011 | No Comments

FLICKR
Lokasi: Anjungan Sumatera Barat, Taman Mini Indonesia Indah
Nikon D90 | Sigma 70-300 mm Macro APO

Bahkan hal-hal yang sepele seperti motif penghias rumah saja sudah menunjukkan bahwa Indonesia itu kaya raya. Terlalu kaya sehingga orang tidak menyadari bahwa Indonesia itu sangaaaaaaaaattt kaya ragam budaya. Ini adalah motif khas Minangkabau. Berbeda dengan motif ala Jawa, Dayak, Bugis, dan ribuan suku yang tersebar di seantero Nusantara.

Sedap Malam

Posted by: on Jun 1, 2011 | One Comment

FLICKR
Lokasi: Kamar Kos, Jakarta Selatan
Nikon D90 | Sigma 70-300 mm APO Macro

Bunga sedap malam. Bunga ini pernah saya jadikan puisi untuk melambangkan kecantikan. Bukan kecantikan mawar yang membawa luka. Bukan pula kecantikan melati yang harum dipuja-puja. Tetapi kecantikan yang anggun yang menampilkan kesederhanaan tanpa harus dibuat-buat. Eh, ini ngomongin bunga apa wanita sih? Hehehehe…

Rumah Gadang

Posted by: on Apr 24, 2011 | 4 Comments

FLICKR
Lokasi: Anjungan Sumatera Barat, Taman Mini Indonesia Indah
Nikon D90 | Sigma 10-20 mm HSM

Sejak ganti ke Nikon D90, saya jarang sekali memakai lesa wide Sigma 10-20 mm. Mungkin karakter kamera? Entahlah, tapi waktu saya masih pegang Nikon D40, bawaannya jalan-jalan melulu, Gunung Gede dan Karimun Jawa adalah mahakarya D40 bersama Sigma ini. Sekarang memakai D90, saya jarang sekali jalan-jalan; malah bawaannya dibawa cari duid mlulu.

Bicara soal TMII sendiri, mungkin sekarang eranya telah lewat, kalah sama Dufan dan Grand Indonesia (dan mal-mal raksasa lainnya). Tetapi bagaimanapun juga TMII adalah icon. Saya bahkan berani menyebutkan bahwa inilah masterpiece era keemasan Bapak Pembangunan, Soeharto. Jika Raja Samaratungga punya Borobudur, Dinasti Sanjaya punya Prambanan, Bung Karno punya Monas dan Tugu Selamat Datang, maka Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto punya Taman Mini.

Jakarta Raya

Posted by: on Apr 15, 2011 | 4 Comments

FLICKR
Lokasi: Jl. Tol Dalam Kota, Jakarta Barat
Panasonic Lumix F3

Sebuah siang yang terik di kota metropolitan Jakarta Raya. Jembatan layang bertumpuk, gedung pencakar langit, langit yang panas bercampur polusi. Kota yang selalu dibenci dan dicintai warganya. Entah apa sebabnya, meskipun saya sering mencela buruknya infrastruktur publik seperti kemacetan yang mahaparah, tetapi ketika saya di luar kota, acapkali saya sering merindukan terjebak di tengah kemacetan. Benci-benci-benci tapi rindu jua, kata Diana Nasution.

Macet

Posted by: on Apr 1, 2011 | 5 Comments

FLICKR
Lokasi: Jl. Pasar Minggu Raya, Jakarta Selatan
Panasonic Lumix F3 | Leica 5-20 mm (28 mm equivalent)

Bahasan basi. Sarapan harian warga Jakarta. Kalau kosong orang malah bertanya-tanya, “kok tumben nggak macet, ada apa ya?” Sudah jelas bahwa kemacetan adalah inefisiensi terbesar di Jakarta, dan saya nggak habis pikir kenapa tidak ada langkah strategis yang diambil kecuali hanya menambah flyover dan underpass jalan (itupun sangat lambat). Pagi itu saya menunggu bus Damri ke bandara dan akhirnya terpaksa naik taksi karena busnya terjebak macet di ujung Pasar Minggu.

Sepeda motor adalah alternatif terbaik meskipun ini adalah alternatif yang sakit karena tidak ada moda transportasi umum yang semurah dan seefektif sepeda motor. Saya membayangkan jika uang 1 triliun itu dipakai untuk mensubsidi transportasi massal Jakarta, tidak dipakai untuk membangun gedung orang-orang rakus dan gila harta. Mungkin Jakarta akan menjadi sedikit lebih baik. Just may be

Bakul Sepatu

Posted by: on Mar 29, 2011 | 4 Comments

FLICKR
Lokasi: Pasar Muara Badak, Kalimantan Timur
Panasonic Lumix F3 | Leica 5-20 mm (28 mm equivalent)

#edisibakul. Kali ini yang ditampilkan adalah bakul sandal dan sepatu.

Bakul Stiker

Posted by: on Mar 26, 2011 | 4 Comments

FLICKR
Lokasi: Pasar Muara Badak, Kalimantan Timur
Panasonic Lumix F3 | Leica 5-20 mm (28 mm equivalent)

Salah satu lapak di pasar malam mingguan yang hadir di perkampungan Muara Badak sebelah kompleks VICO Indonesia camp site. Diajak rekan penghobi fotografi, kami pun keluar gate dan berjalan-jalan sore di sini. Sayang sekali trip kali ini saya tidak membawa kamera lengkap. Tetapi, always be ready to every moment and opportunity that is given to you. Itulah mengapa saya selalu mengantongi kamera saku setiap kali saya malas membawa kamera SLR sayah…

Switch to our mobile site