Entries Categorized as 'Fotografi'
November 3, 2008
Alun-Alun pusat kota — Taman Kusuma Wicitra dan sekitarnya
Bagian kedua dari entah-berapa dalam rangka proyek hunting sudut kota Tulungagung. Perjalanan saya telah tiba di pusat kota. Tata kota Tulungagung sangat dipengaruhi oleh arsitektur kota kerajaan Mataram. Pusat kota merupakan pusat kendali pemerintahan. Merupakan sebuah tanah lapang untuk berkumpul, sisi sebelah timur adalah istana pemerintahan, sisi sebelah barat adalah masjid untuk tempat ibadah.
Seiring lajunya peradaban modern, pusat kota Tulungagung juga termodifikasi meskipun sisa-sisa tata kota kerajaan ini masih sangat terasa. Tanah lapang sebagai pusat kota telah disulap menjadi taman yang asri bernama Taman Kusuma Wicitra. Sisi sebelah timur adalah Pendapa Tulungagung, sebuah rumah joglo sebagai simbol pengaruh Mataram Islam di kota ini. Sisi sebelah barat adalah Masjid Al-Munawar, masjid terbesar di kota ini.
Read the rest of this entry »
Posted in Arsitektur
16 Comments »
November 1, 2008
Tentang gedung-gedung sekolah di kota Tulungagung.
Liburan lebaran yang lalu, proyek hunting saya adalah memotret segala sudut kota Tulungagung. Obsesinya sih segala sudut kota termasuk sudut-sudut perempatannya. Beberapa tempat seperti Stasiun Tulungagung sudah saya potret. Tempat wisata yang cocok buat mojok juga sudah seperti Waduk Wonorejo, Pantai Brumbun, dan Pantai Prigi.
Ternyata, jeprat-jepret ngasal begini memakan waktu juga. Padahal saya benar-benar tanpa konsep yang njlimet. Pokoknya berhenti, tanpa turun dari motor ambil kamera di tas, membidik, lalu segera pindah ke tempat lain. Empat jam habis buat muter-muter kota yang tak seberapa besar ini.
Karena cukup banyak, maka proyek ini saya bagi menjadi beberapa posting. Inilah yang pertama: gedung-gedung sekolah terkenal di Tulungagung. Diurutkan secara acak.
SMA Negeri 01 Boyolangu, Tulungagung

Dulu terkenal dengan sebutan Smada, SMA Negeri 02 Tulungagung. Salah satu sekolah paling elit di Tulungagung. Nama gaulnya sekarang adalah Smaboy. Tak heran, karena penghuni sekolah ini adalah para lulusan terbaik dengan NEM tertinggi. Seiring berjalannya waktu, kabarnya sekolah ini telah turun tahta dari sarang siswa-siswa terhebat dengan segudang prestasinya menjadi sekolah yang paling glamor dan paling modis. Sarangnya anak-anak orang kaya yang manja dan menghambur-hamburkan uang orang tuanya.
SMA Negeri 01 Kedungwaru, Tulungagung

Masa lalunya terkenal dengan sebutan Smas, SMA Negeri 01 Tulungagung. SMA tertua di Tulungagung. Nama gaulnya sekarang adalah Smaked (atau Smuked?). Bersaing ketat dengan Smaboy memperebutkan murid-murid terpandai se-Tulungagung. Inilah sekolah yang paling stabil di Tulungagung. Lempeng-lempeng saja, tidak glamor, tapi tetap berprestasi.
SMA Negeri 1 Kauman, Tulungagung

Memanfaatkan gedung sekolah tertua di Tulungagung, Sekolah Pendidikan Guru (SPG), SMA Kauman tampil anggun di pinggiran kota sebelah barat. Dulu seringkali disebut sebagai sekolah “buangan” karena siswa-siswa yang tidak lolos di Smaboy dan Smaked ditampung ke sekolah ini. Meskipun demikian, inilah sekolah paling favorit untuk anak-anak yang tinggal jauh di pelosok Tulungagung karena lokasinya yang berada di tepi jalan provinsi Tulungagung-Trenggalek.
SMP Negeri 01 Tulungagung

Tak dapat dipungkiri, inilah SMP tertua, terbaik, dan terfavorit di Tulungagung. Terletak di tengah kota, persis di tepi alun-alun Tulungagung dan berdampingan dengan kantor Bupati Tulungagung. Hanya dengan melihat aura kecerdasan yang terpancar wajah-wajah siswanya cukup membuat siswa dari sekolah lain keder dan kehilangan kepercayaan dirinya.
SMP Negeri 02 Tulungagung

Almamater saya. Banyak kenangan di gedung sekolah yang kecil dan terdesak di tengah belantara kota Kepatihan. Awal dari kebiasaan saya menjadi seorang secret admirer diawali dari sekolah ini. Di tempat itulah saya sering mencuri-curi pandang pujaan hati yang sedang menunggu angkot jurusan Pojok, Ngantru. Hehe.. kebiasaan buruk yang terbawa sampai sekarang. 
Eh, kok jadi curcol gini. Kembali ke laptop! SMP 2 Tulungagung hampir selalu ada di bawah bayang-bayang SMP 1. Dalam hal apapun, kalau juara 1-nya adalah SMP 1, maka juara 2-nya hampir selalu SMP 2. The second position is the first looser. Hanya beberapa kali saja SMP 2 mengungguli SMP 1.
Lokasinya paling strategis, sehingga SMP ini menjadi favorit anak-anak berprestasi yang ada di nun jauh pelosok kabupaten Tulungagung. Jl. Panglima Sudirman Tulungagung adalah jalan protokol yang dilalui semua angkutan umum. Tak heran, karena jalan ini adalah pintu utama dari luar kota menuju ke terminal Tulungagung.
Foto-foto: Flickr.
Nikon D40 - Sigma 10-20 mm HSM
Posted in Arsitektur
24 Comments »
October 28, 2008

FLICKR
Lokasi: Puncak Gunung Gede
Self Portrait - Juru kamera: entah, lupa
Saya akan merindukan Puncak Gunung Gede ini. Saya tak tahu apakah masih kuat naik kesana kalau diajak lagi. Rasanya, kedua tungkai ini ketahanannya menurun sepulang dari Gede. Kapan yah bisa sesantai orang di foto itu… Ingin rasanya berlibur sejenak tanpa harus dibebani oleh deadline dan tanggung jawab yang menunggu di Jakarta…
* Liburan lebaran kemarin saya tetap tak bisa santai. Harus bekerja dari rumah 
Posted in Fotografi, Intermezzzo
12 Comments »
October 24, 2008
Maafkan saya kalau sok ahli dalam urusan memotret sehingga memilih judul yang lancang ini. Saya juga pemula. Beginner. Belajaran. Amatiran, bukan profesional.
Jepret, Jepret, dan Jepret

Masjid Al-Akbar Surabaya - Canon Powershot A400
Pertanyaannya adalah ketika Anda mendapatkan kamera digital pertama dan menyukainya. Apa yang perlu dilakukan untuk mengasah kemampuan fotografi? Bart Pagoda di Flickr Blog mengatakan, bagi mereka yang baru saja memiliki kamera, ambil foto SEBANYAK-BANYAKNYA. Tak peduli apa saja yang ada di depan Anda, potretlah. Set kamera di mode auto, dan mulailah keluyuran ke sana ke mari. Kita ada di era digital. Storage bukanlah masalah, demikian pula biaya untuk cuci dan cetak film.
Apa tujuannya? Pertama adalah untuk mengenal karakter kamera Anda. Setiap kamera memiliki karakter yang berbeda bahkan untuk jenis yang sama.
Kedua adalah untuk melatih teknik komposisi. Apa itu komposisi? Begini, pada dasarnya memotret tidak ada bedanya dengan melukis. Bedanya, memotret adalah melukis dengan cahaya. Merekam apa yang ada di hadapan kita untuk disimpan dalam frame kamera. Komposisi adalah bagaimana kita meletakkan setiap objek-objek yang ada di depan kita dalam kotak frame foto. Dimana letak orang sebaiknya? Dimana letak bunga? Seperti itulah…
Komposisi tentu saja terserah Anda. Fotografi adalah seni, bukan matematika. Memang ada sih teknik komposisi klasik yang selalu diajarkan kelas-kelas fotografi. Teknik klasik itu bernama the rule of the third. Prinsipnya adalah membagi area foto menjadi tiga bagian. Foreground adalah daerah bagian depan, Point of Interest (POI) adalah objek yang menjadi titik cerita, dan Background adalah daerah yang ada di bagian belakang POI. The rule of the third juga membagi kotak frame menjadi tiga bagian. Kiri, tengah, dan kanan. Atas, tengah, dan kanan. Nah, kunci sakti dari teori ini adalah: tempatkanlah POI pada garis perpotongan tiga bagian itu. Kapan-kapan saya akan menjelaskan lebih detail teknik komposisi ini. Tapi pada dasarnya, komposisi adalah bebas sesuka hati fotografer.
Bagaimana dengan settingan kamera? Berapa setting untuk landscape, portrait, night view, atau sunrise? Saya bisa jawab, tidak ada settingan baku, semuanya tergantung kondisi di lapangan waktu kita memotret. Jangan dipusingkan oleh kombinasi Apperture, Shutter Speed, dan ISO. Sudahlah, set dulu di Auto. Jepret sebanyak-banyaknya.
Eksplorasi Objek, Sudut yang Berbeda

Pantai Kenjeran, Surabaya - Canon Powershot A400
Kalau Anda sudah cukup mengenal kamera Anda, saatnya melangkah ke step selanjutnya. Eksplorasi Objek. Set kamera di mode manual (M), apperture priority (A/Av), atau shutter priority (S/Tv). Saya pernah membaca, untuk melatih pengeksplorasian objek, bisa dilakukan dengan cara memotreti benda-benda yang ada di kamar Anda. Syaratnya, tiap hari benda yang sama itu harus berbeda sudut dari kemarin dan begitu seterusnya.
Urusan bagus atau tidak bagus itu urusan personal. Sekali lagi, foto itu bukan matematika. Karena itulah bagi saya foto itu tidak bisa dilombakan mana yang terbaik mana yang terjelek. Tidak. Karena rasa seni itu subjektif. Foto itu urusan hati fotografernya. Kalau ia puas dengan foto yang kata orang jelek, itulah foto yang bagus.
Salam jepret!
Posted in Fotografi
27 Comments »
October 20, 2008

FLICKR
Lokasi: Tepi Jembatan Lembu Peteng, Tulungagung, Jawa Timur
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR | 1/1000 s | F/5.6
Yes! Akhirnya sampai waktunya buat upload foto-foto dari kampung halaman Tulungagung, Jawa Timur. Hehehe…
Suatu siang yang cukup terik, saya menyusuri tanggul sebelah barat kali Lembu Peteng dari arah selatan dan tertarik pada bunga ungu bermekaran dari tumbuhan Ganggang yang tumbuh subur di tepi sungai ini. Musim kemarau memang sedang meranggas. Bukan bunga Lotus yang saya temukan, tapi Ganggang.
Ketika saya sampai persis di seberang studio Radio Kembang Sore FM yang ada di sisi timur sungai, saya melihat beberapa bapak-bapak sedang asyik kungkum (Jawa: berendam) sambil mengepulkan asap rokoknya. Senjatanya adalah galah bambu panjang dan semacam jaring untuk wadah di sisinya. Saya tak tahu mereka mencari apa, mungkin cacing. Apapun yang mereka cari, saya telah siap dengan kamera tersambung lensa tele dari atas tanggul.
Saya tersenyum puas. Selamat bekerja, Sang Pemburu Ganggang… (saya namakan saja begitu biar lebih dramatis kesannya ^_^)
Posted in Human Interest
15 Comments »