The Batavia Hotel

Posted by: on May 26, 2009 | 12 Comments

FLICKR
Lokasi: Kawasan Kota Tua, Jakarta
Nikon D40 |Nikkor AF-S 18-55 mm

Siapa bilang komposisi dead center itu haram? Siapa bilang lampu sorot itu mengganggu? Buat saya, tak masalah tuh!

Rangkaian foto tur museum Jakarta Night Heritage Trail saya akhiri di foto Hotel Batavia ini. Meskipun nyaris membawa peralatan lengkap, pada praktiknya saya hanya memakai lensa mid-range 18-55 mm. Saya tahu ini perjalanan malam dan seharusnya saya juga membawa tripod Velbon hitam saya, tapi karena berat dan panjang, saya jadi malas membawanya. Mungkin nanti perlu beli tripod kecil yang ringan agar enak dibawa-bawa dalam suasana begini.

Sebagai penutup, saya berharap benda-benda bersejarah saksi kekuasaan penjajah di Jakarta ini bisa bertahan selama mungkin. Menarik sekali mengikuti sejarah, pemikiran-pemikiran para gubernur jenderal, konsep tata ruang mereka yang dipengaruhi tata ruang Eropa, dan segala romantisme masa lalu. Semoga bangunan-bangunan ini selamat dari korban vandalisme.

Terima kasih buat EO dan kawan-kawan yang begitu riuh dan semangat mengikuti tur ini. Album tentang riuhnya suasana JNHT ini bisa dilihat di Facebook saya. See you in the next tour guys!

Kanal Batavia

Posted by: on May 24, 2009 | 9 Comments

FLICKR
Lokasi: Jembatan Kota Intan, Kawasan Kota Tua, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm

Ini adalah sisa peninggalan kota kanal air Batavia. Tata ruang seperti ini dirancang oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels yang disebut dengan The New Uptown. Ia memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam tata ruang Batavia pada masa pasca VOC. Hotel Batavia (saya tunjukkan fotonya besok), yang megah dibangun tepat di tepi kanal adalah salah satu bukti kalau transportasi air adalah primadona saat itu. Di atas kanal ini dibangun sebuah jembatan dari kayu bernama Jembatan Kota Intan. Terlepas dari namanya yang unik, konstruksi jembatan kayu ini sampai sekarang masih menyisakan mekanisme buka tutupnya, yang dibuka kalau ada kapal atau perahu yang lewat.

Hanya Sebuah Night View

Posted by: on May 21, 2009 | 7 Comments

FLICKR
Lokasi: Menara Tawang Museum Bahari, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm

Perjalanan kami terus ke utara hingga sampai di kompleks Pelabuhan Sunda Kelapa. Pelabuhan ini adalah pelabuhan utama Batavia. Tempat yang sekarang menjadi Museum Bahari ini dulu adalah galangan kapal dan tempat penyimpanan rempah-rempah sebelum masuk kapal dan segera dikapalkan ke Belanda. Oh iya, ternyata kawasan ini zaman dahulu adalah kanal-kanal seperti di Venesia, jadi saya membayangkan ketika naik di menara kecil ini, hamparan yang di depan saya ini adalah kanal-kanal yang rapi, perahu-perahu hilir mudik, air laut yang biru, bukan penuh dengan bangunan padat semrawut seperti sekarang ini.

Moonlite Sonata

Posted by: on Apr 21, 2009 | 14 Comments

FLICKR
Lokasi: Beranda Rumah Tulungagung, Jawa Timur
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR | Velbon CX-440

Kawanku,
Malam ini kamu kulihat indah sekali
Hitamnya langit begitu pekat,
Satu-satunya yang menerangi cuma merahnya sinarmu

Kamu tetap sama seperti bulan-bulan yang silam
Dan kamu akan tetap sama esok, lusa, dan tahun depan
Kadang sekali-sekali kamu tersenyum mengejek melihat berjuta mata di bumi
Kadang pula, kamu tersenyum manis juga kok…

Sebab sobat, dalam suasana seperti ini, penontonmu cuma ada dua model
Ada yang menonton sambil berdendang,
Bulan indah berkilauan, namun lebih indah wajahmu…
Ada yang diam sambil mengeluh dalam hati,
Diriku kini sendiri…. menghitung hari… detik demi detik…

Aku tak tahu, sekarang ini aku di posisi yang mana
Yang aku tahu, aku sedang memandangimu
Ditemani angin bergerisik yang seharusnya dingin menusuk tapi kenyataannya kok gerah
Ditemani tiga kaki dari karbon hitam terkunci baut plastik bernama tripod…

Aku cuma sedang berpikir sobat,
Dulu, aku bisa memandangimu dengan perasaan paling melankolis yang aku bisa
Bisa paling hancur, tersayat, patah, pecah, atau entah apa pun kata yang bisa menggambarkan perasaan

Tapi sekarang aku bertanya, kemana perginya?
Kosong nggak, tapi isi juga nggak.
Padahal aku sedang ingin bersedih-sedih ria, berpatah-patah ria

Aku cuma kuatir, sobat, batang ranting kuncup daun itu telah patah
Sehingga tak akan ada lagi kuncup-kuncup daun berikutnya
yang berharap akan muncul mahkota mawar atau harum melati di sana

Semoga tidak.
Semoga batang itu tetap ada dan masih bisa berharap,
Seperti aku yang berharap bisa menontonmu besok, lusa, bulan depan, tahun depan.

Selamat Petang, Boyolali

Posted by: on Dec 8, 2008 | 10 Comments

FLICKR
Lokasi: Depan Pasar Boyolali, Jawa Tengah
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm

Boyolali adalah sebuah kota kecil di lereng gunung Merbabu, sekitar 25 km dari jantung kota Surakarta. Dari jalan Slamet Riyadi (jalan “Sudirman-nya” Solo), Anda bisa mengambil jalur tersebut lurus menusuk ke arah barat tanpa berbelok-belok lagi, Anda akan bertemu dengan landmark kecil dan satu-satunya yang ada di Boyolali ini. Tugu Entah Apa Namanya. Hehe…

Boyolali mengingatkan saya pada Trenggalek. Relatif sangaat sepi, memiliki jalanan beraspal yang mulus, bersih, dan cocok untuk menghabiskan hari-hari pensiun. Boyolali dan Trenggalek sama-sama merupakan kota kecil yang terdesak lereng gunung. Perkembangan ekonomi dan perdagangannya juga nanggung karena kalah pamor dengan kota sebelahnya. Jika Trenggalek kalah pamor dengan Tulungagung, maka Boyolali jelas kalah pamor dengan Surakarta. Ia hanya berfungsi sebagai kota antara jalur besar Solo – Semarang, dan orang bakalan lebih suka belanja ke Solo daripada di Boyolali.

Dengan hawa sejuk dan suasana sepinya, saya serasa terpencil dan terlempar dari dunia nyata. Aneh, karena jika saya memencilkan diri ke tempat-tempat terpencil macam Ujung Kulon, saya tak mendapat feel ini. Tetapi di Boyolali, saya seperti merasa terlempar ke… negeri-negeri yang ada di cerita Alice in Wonderland…

Sampai ketemu lagi, Boyolali

Taman Menteng

Posted by: on Jul 2, 2007 | 23 Comments

Malam minggu kemarin, aku jalan-jalan ke Taman Menteng yang baru saja diresmikan itu. Jalan-jalan, rugi dong kalau tidak foto-foto, apalagi tripod yang ketinggalan baru aja tiba ) Berikut reportasenya…

FLICKR
Taman Menteng, ciri khasnya adalah rumah kaca kembar, yang sayangnya di dalamnya kosong, tak ada tumbuhannya. Semoga nanti ada Eddlewais (tulisane piye rek?) dan lighting di situ lebih dramatis lagi biar difoto nggak ngeflat gini.

.

FLICKR
Dia juga punya playing court. Waktu aku ke situ, ada anak-anak bermain futsal.

.

FLICKR
Air mancur untuk menambah dramatis…

.

FLICKR
Dan tentu saja, dunia menjadi milik mereka berdua… fotografernya gimana dunks? cari dulu mas, biar bisa memiliki dunia ini cuma berdua hahaha…. )

The Villa

Posted by: on Jun 8, 2007 | 14 Comments

Lokasi: Villa Ciburial – Puncak Bogor
Long weekend 1 Juni 2007
Kamera: Nikon D40
Lensa: AF-S DX Zoom Nikkor 18-55 mm f/3.5-5.6 G ED
Data teknis selengkapnya, silakan lihat di galeri flickr-ku.

Aku paling suka motret arsitektural pada saat malam hari. Suka melihat kilauan cahaya yang masuk lensa. Foto ini adalah foto Villa tempat kami bermalam waktu liburan long weekend kemarin. Puncak memang sejuk dan berpemandangan indah. Lokasinya yang dekat dengan Jakarta membuat orang membuat tempat peristirahatan di sini. Selain indahnya udara sejuk dan cantiknya kebun teh, Puncak tak lebih dari tempat yang berjalanan macet total dan terlalu banyak villa sehingga merusak esensi dari berlibur itu sendiri.

Switch to our mobile site