Meaningless Fireworks, Happy New Year Folks!
Lokasi: Pantai Atlantis, kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta
Nikon D90 | Sigma 10-20 mm HSM | 15″ / F22
Lepas Maghrib saya langsung meluncur ke Ancol dengan persenjataan lengkap: kamera dengan baterai penuh, lensa secukupnya, dan memanggul tripod yang biasanya saya sangat malas membawanya. Dan saya terkejut kalau jalan masuk ke Ancol sudah macet! Saya memutuskan untuk parkir motor di pelataran hall bowling dan jalan kaki menuju ke lokasi pantai, yang masih lebih dari sekilo lagi.
Gelar tikar di pantai mulai jam sembilan malam, saya pasang tripod di situ sambil mulai jeprat jepret. Jam 11 malam suasana sudah riuh dengan kembang api yang meledak-ledak. Antara kembang api yang disediakan pihak pengelola dan yang dibawa pengunjung tidak terlihat lagi bedanya. Dan menjelang jam 12 malam pergantian tahun, suasana riuh dengan ledakan dan terompet.
Jam 00:00 … Lalu diam …
“Wis, ngene tok?” pikir saya dalam hati. Lalu apa artinya kembang api barusan yang kata pengelola menghabiskan 400 juta itu? Hanya sekadar merayakan perpindahan menit? Pertunjukan kembang apinya pun tidak bertema. Pokoknya meledak-ledak di langit gitu aja. Dan setelah itu, orang bingung untuk keluar. Saya nggak tahu mereka yang bawa mobil dan parkir di dalam bisa keluar jam berapa hehe…
Tapi perayaan tahun baru memang telah menjadi tradisi, membuat bisnis bergerak, creating demand and supply. Pihak pengelola akan mendapatkan untung besar dari sekian ribu pengunjung yang berjejal-jejal di pantai. Pihak penguasa lahan parkir akan berpesta. Penjual kembang api, minuman, terompet, hingga penjual tikar akan mendapatkan rezeki awal tahun. Dan tentu saja, seperti orang kebanyakan, saya lebih suka melihat atraksi kembang api begini ketimbang ikut dzikir akhir tahun di Monas, hehe…
Happy New Year teman-teman!
Jatuh Cinta di Jogja
Lokasi: Tugu Jogja, Daerah Istimewa Yogyakarta
Nikon D90 | Nikkor AF-S 18-105 mm VR | F/22 – 6″
Yogyakarta, atau Jogja, apa sih istimewanya kota ini sehingga banyak sekali cerita tentang ibu kota kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini? Sebagai kota pusat budaya Jawa, Jogja memang memiliki karakter tersendiri, apalagi jika dibanding kota-kota megapolitan seperti Jakarta dan Surabaya.
Once Upon a Time
FLICKR
Lokasi: Jl. Dr. Supomo, Tebet, Jakarta Selatan
Panasonic Lumix F3 | Leica 5-20 mm (28 mm equivalent)
Saya sedang terkesan dengan hasil kamera saku tipis bin mungil ini. Konstruksinya sih ringkih, khas kamera saku entri level (baca: murah meriah). Tetapi ternyata kualitasnya bisa saya sebut jauh di atas kualitas kamera saku andalan saya dulu, Canon Ixus 120 IS (padahal ini termasuk jajaran kamera saku high-end nya Canon). Ixus selalu payah memotret low light apalagi night shot. Setelah ini, kalau disuruh rekomendasi kamera saku, saya akan ajukan Lumix sebagai pertimbangan pertama. Hehe…
30th Anniversary Bina Nusantara
FLICKR
Lokasi: Central Park Ballroom, Jakarta Barat
Nikon D90 | Nikkor AF-S 18-105 mm VR
Tanggal 27 Februari, saya menghadiri malam perayaan hari jadi ke-30 Universitas Bina Nusantara. Saya mendapatkan undangan gratis dari pihak kampus. Meskipun keesokan harinya adalah hari pertama ujian, namun saya ingin menyaksikan bagaimana Binus menyelenggarakan acara ultahnya. Karena, meskipun saya bersekolah bisnis di sini, namun saya merasa tidak menjadi bagian dari Binus, kultur dan warna jati diri saya telah dibentuk oleh kultur khas ITS.
Pemilihan tempatnya pun menurut penafsiran saya sangat terukur: Central Park Ballroom. Mal terluas di Podomoro City, sebelah mal Taman Anggrek. Ini analoginya seperti Galaxy Mal di Surabaya. Semoga Anda mengerti maksud saya.
Anyway, ini adalah universitas yang sangat tahu bagaimana membentuk citra. Perayaan ulang tahunnya diselenggarakan dengan cukup mewah, sesuai dengan citra yang ingin dibentuk. Nampaknya Binus sangat sadar, untuk menjadi kompetitif, ia harus terus menerus membangun citra. Saya jadi membandingkan dengan universitas-universitas negeri. Mungkin karena dijamin mendapatkan input calon mahasiswa terbaik dari SNMPTN yang akan menjamin kualitas, mereka jadi agak kurang agresif dalam membangun citra.
Berikut adalah mini photo essay-nya:
Saxophone soprano alto dan flute, salah satu penampilan dari Binus International School di Simprug. Saya tidak tahu berapa biaya masuk ke sekolah ini, tapi melihat apa yang ditampilkan di sini, terbayang lah, mungkin berkali-kali lipat gaji saya sebulan.
Mereka menyebutnya: Binus Orchestra. Tapi menurut saya, ini masih dalam kategori ansamble. Biarpun begitu, saya menganggapnya luar biasa karena alat musik gesek adalah alat musik yang paling sulit dipelajari.
Anak-anak sekecil ini sudah jago memainkan nada-nada pentatonis dengan piano. Saya tertarik dengan piano yang dipakai, nampaknya Yamaha Clavinova CVP series.
Selamat Tahun Baru 2011
FLICKR
Lokasi: Pancoran Barat, Jakarta Selatan
Nikon D90 | Nikkor AF-S 18-105 mm VR | Sigma 10-20 mm HSM
Saya sedang tertidur ayam waktu tiba-tiba terbangun mendengar suara ledakan bergemuruh beruntun. Oo… sudah malam pergantian tahun rupanya. Suasananya sangat meriah sepertinya; sehingga di kampung-kampung pemukiman pun orang merayakan tahun baru. Seperti halnya tradisi mudik lebaran, perayaan tahun baru telah menjadi milik masyarakat, dari semua kalangan di perkotaan. Inilah pesta yang hanya bisa dilakukan di kota besar, dimana tiba-tiba semua langit Jakarta berhias bunga-bunga api yang indah selama kurang lebih setengah jam.
Ini mengawali artikel saya di 2011, juga mengawali perjalanan fotografi saya di 2011. Selamat tahun baru 2011!
The Valley
FLICKR
Lokasi: The Valley Resort, Bandung, Jawa Barat
Nikon D90 | Nikkor AF-S 18-105 mm VR
Semua kawan-kawan saya yang gaul tahu tempat ini. Sebegitu terkenalnya sehingga saya merasa geli melihat tempat parkir dimana sulit sekali mencari mobil berplat “D” — semua didominasi oleh plat “B” alias mobil Jakarta! Lokasinya terletak di atas bukit yang menawarkan pemandangan malam kerlap-kerlip lampu kota Bandung. Baik secara kasat mata maupun jika kita melihat ke daftar menu, jelas sekali segmentasi tempat ini adalah untuk kalangan menengah ke atas — mereka yang telah memilih lifestyle-nya, dengan previlege khusus sebagai orang yang bebas finansial, yang ingin menghabiskan malamnya di atap kota Bandung. Suasananya memang benar-benar romantis, sampai saya berandai-andai bahwa saya akan melamar seseorang di tempat ini.
Paris van Java
FLICKR
Lokasi: Paris van Java Mal, Bandung, Jawa Barat
Nikon D90 | Nikkor AF-S 18-105 mm | Equalized color by GIMP
Sejujurnya, ketika pertama kali melihat bagaimana Paris van Java itu, apa yang saya lihat ternyata sangat jauh dari imajinasi saya. Ketika tempat nongkrong yang sangat populer ini terdengar gaungnya hingga di ibukota Jakarta Raya, saya membayangkan PVJ itu adalah sebuah tempat makan yang terletak di sebuah bukit dengan pemandangan kerlap-kerlip kota kembang Bandung. Njekethek, ternyata PVJ itu seperti Citos aja, sebuah mal di pinggir jalan yang penuh dengan kafe, resto, dan bahkan Carrefour! Imajinasi saya itu lebih cocok untuk The Valley — besok akan saya tunjukkan fotonya untuk Anda!
Comments