Selamat Menempuh Hidup Baru

Posted by: on Dec 6, 2010 | 5 Comments

FLICKR
Lokasi: Tenggilis, Surabaya, Jawa Timur
Nikon D90 | Nikkor AF-S 18-105 mm VR

Jodoh adalah rahasia Allah. Tak ada yang tahu orang akan berjodoh dengan siapa. Siapapun bisa saja terpisah bertahun-tahun dan berkilo-kilometer, kalau Allah berkehendak, mereka akan dipertemukan kembali dalam sebuah ikatan pernikahan. Siapapun bisa berpasangan dengan siapa saja, tetapi dengan siapa yang akan menaiki panggung pelaminan, siapa tahu?

Tatkala menyaksikan mereka berdua berjalan beriringan diantar Gatotkaca dan isterinya Dewi Pregiwa naik ke pelaminan, saya seperti kembali ke suatu pagi saat matahari bersinar terik menghantam jendela kamar kos saya di Perumdos ITS Blok F/2. Saya dibangunkan oleh kedatangan sebuah mobil yang dikemudikan seorang wanita cantik yang menyambangi kamar sebelah.

Siapa sangka hari-hari itu hanyalah awal dari sebuah cerita panjang jatuh bangun memakan jarak Jakarta-Surabaya. Alhamdulillah perjalanan panjang itu bermuara pada ujung sebuah pernikahan. Sebuah bab awal telah selesai. Babak baru akan dibuka dalam perdjoeangan yang akan jauh lebih berat lagi.

Selamat menempuh hidup baru Abang saya; Bang Uki dan Mbak Tria. Semoga menjadi keluarga yang tenteram bahagia, penuh cinta kasih, dan selalu dirahmati oleh Allah SWT. Sebuah kehormatan menjadi saksi perjalanan cinta kalian. Amiin.

Flash Commander, Nikon D90

Posted by: on Jul 15, 2010 | No Comments

FLICKR
Lokasi: Pernikahan Nida-Hanif, Patra Graha Cilacap, Jawa Tengah
Nikon D90 | Nikkor AF-S 18-105 mm VR
Nikon Speedlight SB-600 dan internal flash

Salah satu fitur yang saya suka dari Nikon D90 adalah kemampuan flash internalnya yang luar biasa. Berbeda dengan flash internal pada umumnya, dia bisa mengukur cahaya dengan cerdas sehingga cahaya yang ia keluarkan tidak harsh, dan masih bisa mendapatkan ambience light dari background. Kesalahan saya tidak menunggu sedikit lebih lama untuk mengetahui kesaktian flash kecil ini, saya terlanjur menambahkan flash eksternal Nikon SB-600.

Tidak hanya itu saja, flash kecil ini juga memiliki kemampuan menjadi commander dari sistem pencahayaan flash eksternal. Jika Anda pernah datang ke pesta pernikahan dan melihat lampu-lampu digantung di atas tripod tinggi dihiasi payung kecil, itulah sistem flash eksternal. Nah, untuk mengendalikannya, perlu alat tambahan khusus bernama wireless flash commander atau speedlight eksternal semacam Nikon SB-800 atau SB-900. Dengan Nikon D90, alat tambahan itu tidak diperlukan lagi.

Foto di atas saya ambil dengan “mencuri” lighting-nya tukang foto. Saya set commander di channel 2 (setelah saya coba-coba dengan channel 1 dan 3). Hasilnya: like a pro! Jika saya memotret ke arah panggung, SB-600 bebas tugas saya kantongi. Bahkan flash internal saya bikin underexposed -1.7 EV supaya saya benar-benar mendapatkan efek cahaya samping dari sistem lampunya tukang foto.

Untuk Knip dan Nida, selamat menempuh hidup baru, selamat membangun keluarga yang penuh cinta kasih yang selalu dirahmati Allah SWT. Amiin…

Kenapa Saya Tidak Terlalu Menyukai Fotografi Model

Posted by: on Dec 20, 2008 | 23 Comments

– update: foto deleted –

Selalu ada decakan dan sorot mata heran dari kawan-kawan saya yang cowok, baik sesama penghobi fotografi maupun bukan, ketika saya bilang bahwa saya tidak terlalu menyukai memotret model perempuan. Padahal genre ini adalah salah satu favorit para penghobi fotografi. Lihat saja, setiap pergelaran acara hunting bareng yang diadakan komunitas-komunitas fotografi, hunting model selalu sukses mendatangkan banyak fotografer. Semakin seksi modelnya, semakin ramai semutnya.

Mungkin saya termasuk orang snob juga. Tetapi saya memang tidak terlalu suka kalau kegiatan memotret menjadi kedok untuk kegiatan mengintip tubuh-tubuh seksi. Memotret ya memotret, boleh memotret sambil menikmati keindahan lekuk tubuh makhluk ciptaan Tuhan ini, tapi jangan jadi ngintip sambil motret ha ha ha…

Ilmu fotografi saya masih terlalu rendah untuk menguasai fotografi model. Banyak foto model yang saya tak bisa menilai itu bagus atau tidak. Tapi paling tidak, saya menilainya dari kepiawaian fotografer memilih sudut terbaik.

O iya, cewek itu punya sudut yang berbeda-beda lho hasilnya kalau difoto. Sisi kanan hampir selalu berbeda dengan sisi kiri. Dan biasanya, cewek yang aware dengan penampilannya, bakalan mati-matian menutupi dan menyamarkan kelemahannya dari sudut itu.  Terlalu banyak trik perempuan dalam hal ini, entah make up, entah penataan rambut, permainan warna, cara melipat kerudung (bagi yang berkerudung/berjilbab), dan segala macam untuk membuat mata cowok tetap melirik ke arahnya.

Adalah tugas fotografer untuk menemukan sudut terbaik model. Berangkat dari situ, ia bisa memperkirakan komposisi yang tepat dan pengukuran cahaya yang pas, kapan ia harus fill-in, bouncing, side-lighting, dsb. Kemudian berusaha mendapatkan kontak mata dan ekspresi model, barulah shutter bisa dijepret. Benar-benar sulit!

Saya jadi ingat ada yang meledek saya waktu diskusi masalah flash dan light meter. Katanya, “Kalau cuma buat motret benda mati mah, buat apa perlu light meter?” Hahaha… tepat sekali pak, Sigma 10-20, sudah lebih cukup bagi landscaper seperti saya.

Foto: Seorang wanita tenant Wisma Mulia
Dicandid dengan
Nikon D80 | Nikkor AF-S 70-300 mm VR
Mohon kiranya saya diberitahu jika keberatan dengan tampilnya foto ini.
Update: yang bersangkutan ternyata keberatan he he he…

The Smiling Shooter

Posted by: on Nov 17, 2008 | 10 Comments

FLICKR
Lokasi: Rancamaya, Ciawi, Bogor
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm VR

Seringkali Bahasa Indonesia kurang menjelaskan apa yang kita maksud dan rasakan dalam sebuah judul. The Smiling Shooter, apa padanannya yang tepat di Bahasa Indonesia? Sang Pembidik yang Tersenyum? Rasanya kok jadi kalimat, bukan judul, hehehe…

Ekspresi fotografer ketika memotret selalu menarik untuk diamati. Bahkan, bisa jadi lebih heboh daripada yang sedang dipotret. Seperti Nikonian yang sedang tersenyum ini, Pak Zaenal, hehehe… maaf fotonya diupload tanpa izin. Peace Pak!  >-

Oleh-Oleh dari IIMS 2008 (02-the Girls)

Posted by: on Aug 13, 2008 | 17 Comments

FLICKR – IIMS 2008 Set
Lokasi: Pameran IIMS 2008, Jakarta Convention Centre
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55mm | Nikkor AF-S 55-200mm VR

Setelah mobil-mobil terekspose, sesuai janji saya dalam posting berseri dua ini, berikut saya tampilkan dara-dara cantik, manis, sekaligus anggun dalam perhelatan pameran mobil terbesar di Indonesia ini. Tak dapat dipungkiri, mereka adalah salah satu faktor kunci penentu kesuksesan IIMS 2008. Seperti kata bos saya dengan dialeknya yang khas, “Eh, kita mah kalau mau lihat mobil, letaknya di showroom… bukan di pameran….”

Kepada gadis-gadis yang wajahnya saya tampilkan ini, bagi yang merasa keberatan fotonya diekspos, mohon kiranya saya diberi tahu dan foto tersebut akan segera saya hapus. ^_^

Lukisan Jiwa

Posted by: on Jun 24, 2008 | 11 Comments

FLICKR
Lokasi: Waru, Sidoarjo [23 Maret 2008]
Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM

Seandainya tanganku sanggup melukiskan apa yang ada di hatiku
Seandainya kata kata ini cukup untuk mengartikan rasa
Dan saat malam kuterjaga, berharap
Tuhan mempersatukan kita.

Kini,
izinkan aku melihat wajahmu dengan rasa cinta
izinkan aku mengenalmu dari hari ke hari
di sisa hidupku, di sisa hidupmu

Dan izinkan kulukis jiwaku melalui dirimu

[taken from here]

Saya sudah melihat dan membaca puisi ini berkali-kali, tapi hingga sekarang saya masih terheran-heran. Siapa sangka seorang programmer sekaligus network engineer yang begitu freak pemegang CCNA ini adalah sang pujangga yang menulis bait-bait romantis itu. Saya melihat puisi ini waktu hitungan mundur di halaman web itu masih berkisar di angka 1000-an. Waktu berlalu, banyak hal yang telah terjadi. Tak terasa, hitungan mundur itu tinggal tujuh hari lagi. Gerbang menuju kehidupan baru telah terlihat.

Selamat menempuh hidup baru,
Kamas Muhammad dan Purwaning Yudowati

Indahnya Gunung Gede Pangrango

Posted by: on May 22, 2008 | 104 Comments

Gunung Gede Pangrango adalah salah satu taman nasional yang dimiliki Indonesia yang berada di Jawa Barat. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 2958 m di atas permukaan laut (dpl) untuk Gunung Gede dan 3019 mdpl untuk Gunung Pangrango. Gunung Gede Pangrango dapat dicapai dari Jakarta melalui tol Jagorawi, dan masuk jalur Puncak dan memakan waktu sekitar dua jam (jika tidak macet).

FLICKR (1 Juni 2007, 06:00 AM)
Gunung Gede Pangrango (tampak dari Villa Ciburial, Puncak)
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55mm at 18mm

Gunung Gede sangat cocok bagi para pemula untuk mencoba melakukan pendakian pertamanya. Treknya cukup moderat, tidak terlalu berat tetapi juga tidak terlalu ringan. Gunung Gede memiliki jalur yang berkarakter berbeda-beda dan lengkap. Kami melakukan pendakian agak memutar melalui Gunung Putri karena treknya jauh lebih ringan dibandingkan dengan melalui jalur Cibodas.

Switch to our mobile site