Entries Categorized as 'Makro'
January 23, 2010

FLICKR
Lokasi: Kebun Raya Bogor, Jawa Barat
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm VR
Apa yang paling menarik saya tentang produk gagal Microsoft: Windows Vista? Konsep wallpaper-nya. Garis-garis berkilau yang disinari cahaya seperti aura. Salah satu wallpaper yang saya sering coba reproduksi adalah rumput hijau kekuningan yang soft focus sehingga terkesan halus dan berkilau indah. Saya selalu gagal menemukan teknik pengambilan yang dipakai Vista, sampai saya memotret foto ini.
Ketika teman saya mengomentari wallpaper Windows XP saya dengan komentar singkat yang sama sekali tanpa kesan, “Ah, itu kan wallpaper-nya Vista….” saya tahu bahwa saya telah berhasil. :)
Posted in Makro
8 Comments »
January 22, 2010


FLICKR
Lokasi: Kebun Raya Bogor, Jawa Barat
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm VR
Bokeh, atau daerah di luar ruang tajam (out of focus) adalah salah satu keasyikan dalam hobi fotografi. Bokeh membuat foto menjadi lebih terasa “art”-nya. Bokeh membuat Anda bisa mengisolasi objek yang Anda ingin tekankan dan sampaikan pesannya. Bokeh juga bisa membuat foto Anda terkesan, mm… sangat DSLR (baca: profesional) karena kebanyakan kamera-kamera saku kesulitan untuk membuat bokeh yang dalam karena konstruksinya, he he he…
Posted in Makro
7 Comments »
January 14, 2010

FLICKR / Fotografer.net
Lokasi: Perumahan Dosen ITS Blok F, Surabaya, Jawa Timur
Canon Poweshot A400 | 2006

FLICKR
Lokasi: Kebun Raya Bogor, Jawa Barat
Nikon D40 | 2010
Teratai yang saya foto di kebun raya ini mengingatkan saya pada foto yang saya ambil empat tahun yang lalu ketika masih tinggal sebagai mahasiswa di Perumdos ITS Blok F/2. Tidak terasa rupaya sudah empat tahun saya mondar-mandir di dunia fotografi. Uniknya, setelah memotret teratai di kolam di perumdos itu, teratai berikutnya yang saya foto ya ini, yang ada di kebun raya Bogor. Empat tahun kemudian…
Posted in Makro
11 Comments »
September 26, 2009

FLICKR
Lokasi: Kebon Belakang Rumah, Tulungagung, Jawa Timur
Nikon D40 | Sigma 17-70 mm Macro
Momen idul fitri tentu memiliki banyak makna bagi setiap orang. Adalah bohong jika lebaran tidak berarti sedikitpun bagi Anda (yang muslim), apalagi, kita di Indonesia memiliki tradisi unik: mudik ke kampung halaman setiap lebaran.
Bagi saya, idul fitri selama ini selalu menjadi jembatan antara masa kini dengan masa lalu. Setiap kali saya bertemu dengan teman-teman lama, setiap itu pula saya merasa terlempar kembali ke masa itu. Hanya saja, kami telah banyak berubah. Di antara kami ada yang telah memulai hidup barunya sebagai suami/isteri, ada yang telah menggendong batita mungil lucu, dan beberapa dari kami, tidak banyak berubah — hanya dulu yang masih sekolah/kuliah sekarang bekerja.
Kadangkala saya tak menyadari betapa waktu begitu cepat berlalu, dan betapa kami-kami ini sudah beranjak tua. Dan Tulungagung yang tua, nampaknya sangat lambat untuk tumbuh. Kalidawir masih lah seperti itu. Campurdarat, hanya jalannya yang sekarang lebih mulus karena aspal hot mix, sementara di Jetakan ada pom bensin baru di pinggir sawah yang sejuk.

FLICKR
Lokasi: Kebon Belakang Rumah, Tulungagung, Jawa Timur
Nikon D40 | Sigma 17-70 mm Macro
Saya dilanda perasaan yang aneh ketika “terpaksa” menyadari bahwa hometown saya ini hanya akan saya kunjungi ketika liburan saja. Saya tidak akan bisa menikmati suasana pagi dan sore seperti ini setiap hari. Apakah saya mendambakan suatu hari bekerja di Tulungagung? Nampaknya hidup tenteram dan damai bisa hidup di hometown sendiri adalah ide yang bagus juga (saya iri dengan teman-teman yang bisa bekerja mapan di hometown).
Tetapi apa iya? Mungkin hanya kepenatan jiwa saja yang berpikiran begitu. Saya kira, andai jika saya diberi kesempatan bekerja selama enam bulan saja, saya akan segera merindukan hiruk pikuk Jakarta, tempat saya jungkir balik mengejar apa yang dinamakan: aktualisasi diri. Iya kan? Dagangan saya hanya laku di situ sih, apa iya di sini ada yang mau beli konsep-konsep macam enterprise service bus? Hahaha…
Posted in Catatan Harian, Makro
11 Comments »
September 25, 2009

FLICKR
Lokasi: Kebon Belakang Rumah, Tulungagung, Jawa Timur
Nikon D40 | Sigma 17-70 mm Macro HSM
Nektar adalah zat yang ada di ujung putik-putik bunga yang amat disukai oleh baik kumbang maupun lebah. Zat ini merupakan cikal bakal madu. Saya bukanlah seorang ahli botani atau seorang zoologist, hanya saja saya cukup terkesan dengan lensa pinjaman Sigma 17-70 mm macro rasio 1:3 (sebenarnya ini lensa normal — cuma bisa untuk fokus sangat dekat). Yang jelas, lensa ini cukup membuat saya keracunan untuk memiliki sebuah lensa makro 1:1 :(
Posted in Makro
5 Comments »