Sedap Malam
FLICKR
Lokasi: Kamar Kos, Jakarta Selatan
Nikon D90 | Sigma 70-300 mm APO Macro
Bunga sedap malam. Bunga ini pernah saya jadikan puisi untuk melambangkan kecantikan. Bukan kecantikan mawar yang membawa luka. Bukan pula kecantikan melati yang harum dipuja-puja. Tetapi kecantikan yang anggun yang menampilkan kesederhanaan tanpa harus dibuat-buat. Eh, ini ngomongin bunga apa wanita sih? Hehehehe…
Kupu-Kupu dan Kopi
FLICKR
Lokasi: Rawa-Rawa Sweden, Tulungagung, Jawa Timur
Nikon D90 | Sigma 70-300mm APO Macro
Rawa-rawa Sweden (baca: se-we-den — wedi — pasir, kurang lebih artinya rawa berpasir), dulu ketika terowongan Niama belum dibangun menembus perbukitan kapur selatan menuju Samudera Hindia, adalah rawa-rawa yang sangat luas dan tak pernah surut. Itu terjadi ketika saya masih balita, ketika Tulungagung masih terkenal dengan sebutan kota banjir. Sekarang area ini berubah menjadi persawahan yang subur dengan meninggalkan bekas-bekas identitasnya sebagai rawa-rawa: tanah yang labil, sungai yang banyak ikannya, dan bermacam-macam tumbuhan liar.
Ketika lewat sini, saya sekilas melihat beberapa tanaman yang cantik jika difoto. Tiga tahun menekuni fotografi membuat mata saya mulai terlatih untuk mengisolasi objek tanpa diganggu oleh benda-benda sekitarnya. Jadi saya menyempatkan berkunjung ke sini. Orang-orang yang sedang memancing tampak sedikit terusik ketekunannya melihat seseorang membawa kamera bermoncong panjang membungkuk-bungkuk di tengah bekas rawa — tidak jelas apa yang difoto.
Saya cukup puas dengan hasil yang saya bawa pulang. Taman Bunga Nusantara saja lewat. Tidak sia-sia berpanas-panas di tengah hari yang terik membakar (karena sorenya hujan deras). Sebenarnya ada beberapa bunga yang sangat cantik, tapi saya tidak berani mendekatinya, takut ada ular sekonyong-konyong datang minta difoto. Meskipun sekadar ular sawah, tapi saya fobia ular.
Capung
FLICKR
Lokasi: Rawa-rawa antara tol Suramadu – Bangkalan, Madura
Nikon D90 | Sigma 70-300 mm Macro
Memotret benda kecil itu ternyata susah. Ternyata dalam ruang sekecil itu, cahaya yang masuk ke lensa juga sedikit dalam bukaan lensa yang paling besar. Padahal ruang tajamnya juga sangat sempit, artinya untuk mendapatkan ruang tajam yang cukup, bukaan lensa terpaksa harus dikecilkan lagi — minimal hingga F/11. Implikasinya, cahaya yang masuk jadi lebih sedikit. Tripod menjadi wajib dalam fotografi ini. Saya yang tidak bawa tripod, terpaksa menaikkan ISO hingga 2500.
Vista
FLICKR
Lokasi: Kebun Raya Bogor, Jawa Barat
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm VR
Apa yang paling menarik saya tentang produk gagal Microsoft: Windows Vista? Konsep wallpaper-nya. Garis-garis berkilau yang disinari cahaya seperti aura. Salah satu wallpaper yang saya sering coba reproduksi adalah rumput hijau kekuningan yang soft focus sehingga terkesan halus dan berkilau indah. Saya selalu gagal menemukan teknik pengambilan yang dipakai Vista, sampai saya memotret foto ini.
Ketika teman saya mengomentari wallpaper Windows XP saya dengan komentar singkat yang sama sekali tanpa kesan, “Ah, itu kan wallpaper-nya Vista….” saya tahu bahwa saya telah berhasil.
Bokeh
FLICKR
Lokasi: Kebun Raya Bogor, Jawa Barat
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm VR
Bokeh, atau daerah di luar ruang tajam (out of focus) adalah salah satu keasyikan dalam hobi fotografi. Bokeh membuat foto menjadi lebih terasa “art”-nya. Bokeh membuat Anda bisa mengisolasi objek yang Anda ingin tekankan dan sampaikan pesannya. Bokeh juga bisa membuat foto Anda terkesan, mm… sangat DSLR (baca: profesional) karena kebanyakan kamera-kamera saku kesulitan untuk membuat bokeh yang dalam karena konstruksinya, he he he…
Teratai, 2006 dan 2010
FLICKR / Fotografer.net
Lokasi: Perumahan Dosen ITS Blok F, Surabaya, Jawa Timur
Canon Poweshot A400 | 2006
FLICKR
Lokasi: Kebun Raya Bogor, Jawa Barat
Nikon D40 | 2010
Teratai yang saya foto di kebun raya ini mengingatkan saya pada foto yang saya ambil empat tahun yang lalu ketika masih tinggal sebagai mahasiswa di Perumdos ITS Blok F/2. Tidak terasa rupaya sudah empat tahun saya mondar-mandir di dunia fotografi. Uniknya, setelah memotret teratai di kolam di perumdos itu, teratai berikutnya yang saya foto ya ini, yang ada di kebun raya Bogor. Empat tahun kemudian…
Momen Idul Fitri dan Masa Lalu
FLICKR
Lokasi: Kebon Belakang Rumah, Tulungagung, Jawa Timur
Nikon D40 | Sigma 17-70 mm Macro
Momen idul fitri tentu memiliki banyak makna bagi setiap orang. Adalah bohong jika lebaran tidak berarti sedikitpun bagi Anda (yang muslim), apalagi, kita di Indonesia memiliki tradisi unik: mudik ke kampung halaman setiap lebaran.
Bagi saya, idul fitri selama ini selalu menjadi jembatan antara masa kini dengan masa lalu. Setiap kali saya bertemu dengan teman-teman lama, setiap itu pula saya merasa terlempar kembali ke masa itu. Hanya saja, kami telah banyak berubah. Di antara kami ada yang telah memulai hidup barunya sebagai suami/isteri, ada yang telah menggendong batita mungil lucu, dan beberapa dari kami, tidak banyak berubah — hanya dulu yang masih sekolah/kuliah sekarang bekerja.
Kadangkala saya tak menyadari betapa waktu begitu cepat berlalu, dan betapa kami-kami ini sudah beranjak tua. Dan Tulungagung yang tua, nampaknya sangat lambat untuk tumbuh. Kalidawir masih lah seperti itu. Campurdarat, hanya jalannya yang sekarang lebih mulus karena aspal hot mix, sementara di Jetakan ada pom bensin baru di pinggir sawah yang sejuk.
FLICKR
Lokasi: Kebon Belakang Rumah, Tulungagung, Jawa Timur
Nikon D40 | Sigma 17-70 mm Macro
Saya dilanda perasaan yang aneh ketika “terpaksa” menyadari bahwa hometown saya ini hanya akan saya kunjungi ketika liburan saja. Saya tidak akan bisa menikmati suasana pagi dan sore seperti ini setiap hari. Apakah saya mendambakan suatu hari bekerja di Tulungagung? Nampaknya hidup tenteram dan damai bisa hidup di hometown sendiri adalah ide yang bagus juga (saya iri dengan teman-teman yang bisa bekerja mapan di hometown).
Tetapi apa iya? Mungkin hanya kepenatan jiwa saja yang berpikiran begitu. Saya kira, andai jika saya diberi kesempatan bekerja selama enam bulan saja, saya akan segera merindukan hiruk pikuk Jakarta, tempat saya jungkir balik mengejar apa yang dinamakan: aktualisasi diri. Iya kan? Dagangan saya hanya laku di situ sih, apa iya di sini ada yang mau beli konsep-konsep macam enterprise service bus? Hahaha…
Comments