Entries Categorized as 'Human Interest'

Sudut Stasiun Gambir

Date August 5, 2007


FLICKR

Lokasi: Tangga lantai 3 Stasiun Gambir, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm | 1/13 s | F/3.5

Kenapa sih kita selalu mengabaikan peraturan dan himbauan yang terpasang di tempat umum? Seperti ‘Dilarang buang sampah sembarangan’, ‘Dilarang kencing di sini’, atau yang satu ini, di stasiun kereta api termewah di Jakarta, Stasiun Gambir: ‘Mohon untuk tidak duduk di tangga’.

Waktu saya duduk di tangga ini, tempat duduk di ruang tunggu telah habis diduduki orang. Orang penuh sesak menanti kereta yang datang terlambat. Saya capek berdiri di dalam Kopaja P20 waktu perjalanan ke stasiun yang lalu lintasnya selalu macet. Kereta saya masih akan datang sejam lagi. Di mana saya harus duduk? Apakah himbauan ini memang sengaja menyiksa saya?

Kasih Sayang (2)

Date July 28, 2007

FLICKR
Lokasi: Kebun Binatang Ragunan, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm VR | 1/250 s | F/5.6

Masih dari hunting satwa sekaligus anak-anak. Capek keliling area kebun binatang yang sangat luas, sehabis membuntuti pasangan yang sedang mencari tempat mojok, :D saya duduk-duduk sambil menghabiskan segelas plastik air mineral. Di depan mata saya, ada anak kecil asyik bermain bola. Agak tergesa saya mengambil D40 dan segera membidik. Jepret.. jepret.. jepret, satu dua frame tersimpan. Aduh, rupanya jari anak itu terkena sesuatu yang membuatnya kesakitan. Segera ia mengadu kepada papa…

Love you, dad…

Kasih Sayang

Date July 18, 2007


FLICKR

Pantai Marina, Taman Impian Jaya Ancol
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR | F/5.6 | 1/1600 s

Saya jadi rindu kakak saya ketika melihat foto ini. Meskipun saya hanya punya satu kakak dan tak punya adik, saya jadi ingat dulu waktu sebaya mereka, saya sangat dimanja oleh kakak. Love you brother… >:D<

Suatu Pagi di Stasiun Cepu

Date July 10, 2007

FLICKR
Kereta api malam Sembrani jurusan Jakarta-Surabaya pagi itu tiba dan berhenti sejenak di stasiun Cepu, Jawa Tengah. Para pedagang asongan dengan semangat bangkit menyambut kedatangan kereta dan segera berteriak menjajakan dagangannya, “Wingko babat… wingko.. wingko… nasi… nasi pecel…!” Namun sayang, ibu ini mesti kecewa karena tak diizinkan masuk kereta oleh petugas yang membentak. Tak lama berselang, matanya menangkap sosok dari balik jendela yang sedang membidikkan lensanya. Segera ia memalingkan muka dan tersenyum malu sembari memekik, “Aku difoto!”. Sang fotografer tersenyum, menganggukkan kepala tanda terima kasih. Sang ibu pedagang asongan akhirnya juga tersenyum dan melambai, tak lupa meneriakkan dagangannya, mengiringi Sembrani yang bergerak malas meneruskan perjalanannya ke Surabaya…

***

*Oleh-oleh perjalanan Jakarta-Surabaya-Tulungagung-Jakarta, diambil dari balik jendela gerbong II, kereta api Sembrani.

Untuk Esok Hari

Date July 5, 2007

FLICKR
Bapak pedagang asongan di kawasan kota tua Jakarta ini tetap semangat menyandang kotak dagangannya. Demi esok hari. Entah hari ini, entah pula esok hari. Sebuah potret untuk mengingatkan kita semua untuk selalu mensyukuri apa yang telah dikaruniakan oleh-Nya pada hari ini. Seringkali kita mengeluh, seringkali kita merasa kekurangan. Seringkali kita selalu memandang ke atas. Seringkali kita pergi ke mall-mall yang berkilau bermandikan cahaya lampu. Namun jarang kita memandang ke bawah. Apa yang telah kita lakukan hari ini?

***

Motret human interest amat sulit, apalagi jika hanya berbekal lensa kit 18-55 mm. Bokeh-nya juga tidak terlalu nendang, jadi inilah seadanya saja. Filter BW (Black and White) dioprek habis di Adobe Photoshop CS 3 lisensi GPL (Glodok Public License) ;))