Jejak Langkah
FLICKR
Lokasi: Kebun Raya Bogor, Jawa Barat
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm
Sayangku, langkah kita akan sangat panjang
Aku belum melihat ujung perjalanan kita
Semuanya masih gelap, kabur
Aku bahkan tak tahu kemana langkah kita akan berujung
Ke sungai, ke muara?
Ke ujung lembah?
Sementara waktu tanpa ampun menghukum kita
Meniup jejak-jejak langkah kaki kita
Menanggalkan butir-butir sisa usia
Terbentang berserakan,
Halangan rintangan di depan kita
Izinkan aku menggenggam tanganmu
Kuatkan aku, dukung aku
Berdua kita menggapai tujuan
Demi masa depan kita…
Catatan Kaki:
Nampaknya kerudung telah menjadi tren fashion, tidak hanya sekadar identitas seorang wanita muslimah yang alim. Saya banyak menemui pasangan muda-mudi seperti ini sedang memadu kasih di Kebun Raya. Untuk kalian yang sedang dilanda asmara, saya persembahkan puisi ini untuk merayakan bulan kasih sayang. Dengan penuh cinta!
Menunggumu
FLICKR
Lokasi: Kebun Raya Bogor, Jawa Barat
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm VR
Sembari nyedot es kelapa muda dan menggigit pisang goreng bertabur keju dan cokelat meises, saya terpesona melihat derasnya hujan zenith turun di kebun raya Bogor. Pengunjung yang menikmati liburan tahun baru berhamburan berlarian mencari tempat berteduh. Sejurus kemudian, akhirnya saya menemukan yang menarik saya untuk kembali memegang kamera. Perempuan itu duduk di pojok, berteman secangkir kopi. Jemarinya lincah menari di keypad Nokia seri E yang setengah diremas. Setelah mengikat rambut hitam terurainya, ia menoleh ke arah air hujan dengan gelisah. Apa kira-kira yang ada dalam pikirannya?
PS: Inilah foto pertama saya di 2010. Kebun Raya Bogor, tempat singgahan pertama saya dalam perjalanan fotografi 2010.
Portabel
FLICKR
Lokasi: Tulungagung, Jawa Timur
Kamera: Canon Ixus 120 IS
Sekarang ini zamannya benda-benda portabel. Tak hanya ipod dan kamera digital, namun termasuk mesin penggiling padi! Inilah kreativitas wirausahawan di daerah Tulungagung – Trenggalek dan sekitarnya.
Berbekal dasar mesin diesel multiguna buatan Cina, sebuah kendaraan beroda empat dibuat oleh pabrik karoseri manufaktur kecil. Lengkap dengan gardan belakang, empat roda, tempat duduk dari besi yang disambung dengan las karbit, dan roda kemudi. Beberapa sabuk penghubung dari karet dan besi, sebuah tuas ayun dipasang untuk menggerakkan roda untuk berjalan dan mesin penggiling padi ketika berhenti.
Alhasil, alat ini sukses menghancurkan bisnis pabrik penggilingan padi. Jelas portabilitas mengalahkan segalanya. Ibu saya tidak harus bersusah payah mengusung karung padi ke pabrik penggilingan padi lagi, cukup pasang telinga, dan jika ada suara khas dek dek dek… glodak glodak glodak… datang, ia berlari ke pinggir jalan mencegat mesin portabel ini.
Sejurus kemudian, beliau menoleh kepada saya dan berteriak, “Le… ndang gabahe digawa metu!” ((thole) nak, cepetan (karung) padinya dibawa keluar).
Desa Terapung, Bontang Kuala
FLICKR
Lokasi: Bontang Kuala, Bontang, Kalimantan Timur
Canon Ixus 120 IS | Canon Zoom Lens 4x IS 5-20 m
Matahari tepat di atas khatulistiwa menyengat tanpa ampun ketika kami keluar dari Ford Everest yang nyaman. Mobil tidak bisa masuk desa ini karena desa ini berdiri di atas geladak kayu. Semua rumah di sini adalah rumah panggung di atas air laut. Suara bergembelodak setiap sepeda dan sepeda motor yang lewat membuat sensasi dan suasana unik yang hanya bisa ditemui di kampung nelayan terapung macam ini.
Kami berjalan kaki sekitar satu kilometer untuk mencapai ujung desa ini. Kesan yang saya dapatkan bahwa semua tepi laut Kalimantan bercahaya menyilaukan. Sambil menikmati hidangan seafood sebagai makan siang yang luar biasa, di ujung jauh sana, kapal-kapal tanker hilir mudik mengangkut gas dari PT Badak NGL.
Siang hari sepertinya desa ini sedang tidur. Tidak banyak aktivitas yang terjadi. Hanya ketika menjelang sore, anak-anak bersemangat belajar mengaji di masjid yang juga terbuat dari kayu — terapung juga. Mungkin malam hari desa ini baru semarak dengan kerlap-kerlip cahaya dan para nelayan yang berangkat bekerja.
Membantu Adik Berkemas
FLICKR
Lokasi: Panti Asuhan Al-Hasanat, Pancoran, Jakarta Selatan
Canon Ixus 860 IS | Canon Zoom Lens 4.6-17.3 mm
Foto ini saya ambil waktu bulan puasa yang lalu. Kami berkunjung ke Panti Asuhan yang dikelola oleh Yayasan Al-Hasanat di bilangan Pancoran Barat (atau disebut Mampang juga boleh). Kami, mewakili divisi di kantor, mengundang mereka untuk berbuka puasa bersama dengan anak-anak itu. Sekitar 60 anak-anak yatim tinggal di panti asuhan ini, dan alhamdulillah nampaknya mereka begitu ceria tinggal dan bersekolah di sini.
Biang Macet Jalan Dr. Satrio
FLICKR
Lokasi: Depan Mal Ambassador, Jakarta Selatan
Nokia N95 | Carl Zeiss Optics
Mal Ambassador mungkin adalah mal yang paling strategis di Jakarta. Tidak terlalu mewah, tetapi lokasinya sangat dekat dengan pusat perkantoran Mega Kuningan, dan merupakan salah satu ikon di kawasan segitiga emas Jakarta. Sangat strategis, karena jalan Dr. Satrio ini membelah Jakarta dari barat hingga ke timur. Tanah Abang, Sudirman, Kuningan, Kampung Melayu, sampai menembus Pondok Bambu.
Nah, pertanyaan besar saya adalah: kenapa di depan mal ini tidak ada jembatan penyeberangan? Asal tahu saja, mobilitas pengunjung menyeberangi jalan ini sangat tinggi dan ini jelas membuat kemacetan yang mahaparah di sini dari pagi sampai malam. Siapa yang bertanggung jawab kira-kira? Pemerintah DKI? Atau pengelola mal?
Sudut yang Terlupakan
FLICKR
Lokasi: Jl. Otto Iskandar Dinata, Bandung, Jawa Barat
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm
Sore yang mendung sama sekali tidak dipedulikan orang yang lalu lalang di jalan itu. Saya berdiri di trotoar, merasakan sejuknya udara Bandung yang mengingatkan saya dengan kota Malang. Tapi ini bukan jalan Dago yang mewah. Ini sisi Bandung yang tua. Dan di sudut sana, saya melihat sisi itu pada ibu penjual makanan di sudut pertokoan yang tutup. Ya, sisi yang terabaikan. Terlupakan.
Comments