The Fire Bender

Posted by: on May 16, 2009 | 3 Comments

FLICKR
Lokasi: Museum Fatahillah, Jakarta Barat
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm

Setiap akhir pekan, di halaman Museum Sejarah Jakarta atau yang dikenal dengan Museum Fatahillah selalu ada atraksi-atraksi menarik. Kawasan kota tua Jakarta memang merupakan kawasan wisata budaya yang dimanfaatkan oleh berbagai komunitas. Ada yang melakukan sesi foto pre-wedding, syuting sinetron atau video klip, bermain roller blade, atau hanya sekadar jalan-jalan sore.

Ketika rombongan kami — tur jelajah museum yang bertajuk Jakarta Night Heritage Trail (JNHT) — melintasi halaman kantor gubernuran zaman Gubernur Jenderal Johan Van Hoorn ini, ada “pengendali api” yang sedang melakukan atraksi akrobatik. Menyemburkan minyak tanah yang segera disulut dengan api. Spektakuler.

Masjid Agung Surakarta

Posted by: on Jan 24, 2009 | 6 Comments

FLICKR
Lokasi: Alun-Alun Utara Solo, Jawa Tengah
Nikon D40 | Sigma 10-20 mm HSM

Lepas dari Pasar Klewer, tepat di sebelah pusat aktivitas ekonomi di Alun-Alun Surakarta itu, berdiri megah Masjid Agung Surakarta. Memasuki masjid ini, kenangan akan masa kejayaan salah satu pecahan Kerajaan Mataram ini segera terasa. Arsitektur Jawa-Belanda yang didominasi oleh kayu ini menghiasi sayap depan masjid ini.

Masjid ini selain menyimpan nilai sejarah yang tinggi juga sangat fungsional — saya menyebutnya begitu karena beberapa masjid sekarang ini lebih berperan sebagai gedung berarsitektur indah daripada digunakan sebagai tempat sholat dan tempat berkumpul. Setiap kali masuk waktu sholat, para penggiat ekonomi di Pasar Klewer segera bergegas menunaikan ibadah sholat di masjid ini melalui pintu butulan samping kecil, langsung berbatasan dengan jalan utama Pasar Klewer yang sibuk.

Berikut tangkapan kamera saya ketika berkunjung di masjid ini dan sholat ashar di dalamnya.

Pagi Solo Balapan

Posted by: on Dec 11, 2008 | 9 Comments

FLICKR
Lokasi: Stasiun Solo Balapan, Surakarta, Jawa Tengah
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm

Rem rangkaian gerbong kereta eksekutif malam Argo Lawu berdecit kencang ketika menyentuh stasiun terakhirnya, Solo Balapan. Agak bergegas saya membereskan tetek bengek yang selalu menemani saya kalau bepergian dengan kereta: dua buah buku — novel Maryamah Karpov dan Yakuza Moon, sebotol medium air mineral, serta sebuah mainan baru ikut saya matikan. Saya lirik sekilas, saya telah berada di Black List 8, dengan “mobil” Mustang GT dan Audi TT. Iya, Need for Speed: Most Wanted .

Sambil meloncat girang saya menghirup udara Solo yang masih dingin. Masih setengah jam sebelum terang tanah. Mata saya segera menemukan musholla dan segera melesat ke sana. Matahari mengintip di balik menara utama stasiun Solo Balapan ketika saya selesai. Sambil tersenyum aneh sendirian di tengah kabut pagi yang remang-remang, saya segera mengawali perjalanan tiga hari ini dengan mengeluarkan D40 dari tas.

Selamat pagi, Solo.

Bertemu Kawan Lama

Posted by: on Sep 18, 2008 | 15 Comments

FLICKR
Lokasi: Burger King, MH Thamrin, Jakarta
Nokia N95 | Carl Zeiss Optics 2.8/5.6 mm Tessar

Inilah salah satu kultur yang mungkin hanya dimiliki masyarakat Jakarta. Silaturahmi dilakukan di tempat umum karena rumah tidak cukup luas untuk tempat bertemu dan bertamu. Seperti kemarin, sepulang dari kantor Depkominfo, saya agak malas langsung pulang karena menjelang buka puasa jalanan pasti sangat macet. Jadi saya bergabung dengan kawan-kawan menanti buka puasa di kedai hamburger bernama Burger King di seputaran Sarinah, Thamrin, Jakarta. Sekitar jam 21:00, kemacetan mulai mereda dan saya segera menghadang Blue Bird di ujung jalan Kebon Sirih untuk meluncur ke arah kos-kosan di bilangan Mampang Prapatan.

Berunding

Posted by: on Sep 8, 2008 | 18 Comments

FLICKR
Lokasi: Gunung Geulis Camping Ground, Bogor, Jawa Barat
Nikon D80 | Nikkor AF-S 18-200mm VR-II

Di sebuah bale-bale, kami panitia Family Day 2008 sedang melihat-lihat lokasi yang akan dijadikan pusat acara. Lokasinya sejuk, banyak pohon. Saya, yang kebetulan didapuk jadi koordinator seksi dokumentasi, mencoba memetakan daerah ini lewat viewfinder saya. Sekaligus berkenalan dengan si besar dan berat Nikon D80 yang dipasangkan dengan lensa long-range terbaik di kelasnya: Nikkor AF-S 18-200mm VR-II.

Bicara tentang lensa ini, kinerjanya sangat bagus jika dibandingkan dengan Sigma 18-200mm HSM atau Tamron 18-250mm. Tajam dari ujung ke ujung. Tapi harus diakui kalau saya masih lebih suka dengan tele saya Nikkor AF-S 55-200mm VR.

Anda lihat garis melengkung bengkok di sepanjang tepi balai-balai dan atapnya? Itu namanya distorsi. Ini wajar ditemui di lensa yang jangkauan fokalnya luar biasa panjang. Dibandingkan dengan Sigma dan Tamron, Nikkor tetap terbaik.

Tentu, keuntungan yang tak terbantahkan dari lensa berfokal panjang ini adalah bahwa kita tidak perlu gonta ganti lensa dalam kondisi apapun. Wide bisa, tele juga bisa. Sangat cocok digunakan untuk meliput event yang memang kualitas tidak terlalu perfeksionis, tapi sangat mementingkan ketepatan momen.

Jalan-Jalan Lebak Banten: Pantai Malingping

Posted by: on Jul 29, 2008 | 68 Comments

FLICKR
Lokasi: Pantai Pasirbereum, Malingping, Lebak, Banten
Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM

Weekend bersama keluarga Meyer. Awalnya adalah ajakan Bunda Ratih yang sedang merayakan ulang tahunnya di pantai Malingping. Wah, mana itu Malingping? Nama yang aneh begitu? Katanya sih sebuah kawasan pantai selatan di provinsi Banten. Nama yang belum pernah saya kenal ini lah yang mengusik saya ikut ajakan Bunda, meskipun waktu itu saya baru saja tiba dari Kalimantan Timur. Dasar suka keluyuran, hanya berselang sehari di Jakarta, saya langsung ngeluyur ikut ke Malingping.

Ternyata menurut Wikipedia, Malingping terletak di  kabupaten Lebak, provinsi Banten. Sekitar 100 km jarak udara, atau sekitar 200 km jarak darat dari jantung kota Jakarta. Kami berangkat langsung dari kantor hari Jumat sore dengan tiga mobil. Satu Isuzu Panther milik Bang Juis, dan dua Kijang LGX 2.0 milik Bunda dan Pak Revin. Dari tutup radiatornya saya menebak dua Kijang itu berasal dari tahun 2002 dan 2003. Riset kecil saya telah ditulis di sini.

Perjalanan konvoi tiga mobil seperti ini sungguh menyenangkan. Formasi Kijang-Panther-Kijang berusaha menyibak kemacetan di sekitar Kebun Jeruk dan berhasil masuk tol Merak. Kami keluar di Serang, kemudian ngebut ke Pandeglang dan menuju Malingping melalui jalan yang kerusakannya termasuk parah. Berlubang-lubang. Saya yang membawa senjata lengkap — Nikon D40, Sigma 10-20, Nikkor 18-55, Nikkor 55-200, serta tripod Velbon — berharap-harap cemas semoga besok pemandangannya bagus. Jengkel juga kalau perjalanan yang berat seperti ini tidak dibayar dengan hunting yang sukses.

Selanjutnya, akan ada banyak foto-foto. Buat yang fakir bandwith, saya sudah peringatkan lho )

Penyeberangan

Posted by: on Jun 21, 2008 | 7 Comments

FLICKR
Lokasi: Depan Pasar Kelandasan, Balikpapan, Kalimantan Timur
Nikon D40 | Nikkor 18-55 mm

Di sebuah penyeberangan jalan di sudut kota Balikpapan. Lalu lintas di jalan ini memang cukup ramai. Maklum, selain sebagai kota pelabuhan di provinsi yang kaya minyak dan gas ini, Balikpapan juga memiliki bandara internasional bernama Sepinggan Airport. Arus masuk dan keluar ke pulau Kalimantan lewat udara mayoritas melalui kota ini. Bahkan jika dibandingkan dengan ibukota Kaltim, Samarinda, Balikpapan jauh-jauh lebih mentereng.

Switch to our mobile site