Macet

Posted by: on Apr 1, 2011 | 5 Comments

FLICKR
Lokasi: Jl. Pasar Minggu Raya, Jakarta Selatan
Panasonic Lumix F3 | Leica 5-20 mm (28 mm equivalent)

Bahasan basi. Sarapan harian warga Jakarta. Kalau kosong orang malah bertanya-tanya, “kok tumben nggak macet, ada apa ya?” Sudah jelas bahwa kemacetan adalah inefisiensi terbesar di Jakarta, dan saya nggak habis pikir kenapa tidak ada langkah strategis yang diambil kecuali hanya menambah flyover dan underpass jalan (itupun sangat lambat). Pagi itu saya menunggu bus Damri ke bandara dan akhirnya terpaksa naik taksi karena busnya terjebak macet di ujung Pasar Minggu.

Sepeda motor adalah alternatif terbaik meskipun ini adalah alternatif yang sakit karena tidak ada moda transportasi umum yang semurah dan seefektif sepeda motor. Saya membayangkan jika uang 1 triliun itu dipakai untuk mensubsidi transportasi massal Jakarta, tidak dipakai untuk membangun gedung orang-orang rakus dan gila harta. Mungkin Jakarta akan menjadi sedikit lebih baik. Just may be

Bakul Sepatu

Posted by: on Mar 29, 2011 | 4 Comments

FLICKR
Lokasi: Pasar Muara Badak, Kalimantan Timur
Panasonic Lumix F3 | Leica 5-20 mm (28 mm equivalent)

#edisibakul. Kali ini yang ditampilkan adalah bakul sandal dan sepatu.

Bakul Stiker

Posted by: on Mar 26, 2011 | 4 Comments

FLICKR
Lokasi: Pasar Muara Badak, Kalimantan Timur
Panasonic Lumix F3 | Leica 5-20 mm (28 mm equivalent)

Salah satu lapak di pasar malam mingguan yang hadir di perkampungan Muara Badak sebelah kompleks VICO Indonesia camp site. Diajak rekan penghobi fotografi, kami pun keluar gate dan berjalan-jalan sore di sini. Sayang sekali trip kali ini saya tidak membawa kamera lengkap. Tetapi, always be ready to every moment and opportunity that is given to you. Itulah mengapa saya selalu mengantongi kamera saku setiap kali saya malas membawa kamera SLR sayah…

BATAN

Posted by: on Mar 20, 2011 | 6 Comments

FLICKR
Lokasi: Jl. Kuningan Barat 1, Jakarta Selatan
Panasonic Lumix F3 | Leica 5-20 mm (28 mm equivalent)

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) adalah sebuah badan pemerintah yang melakukan penelitian terhadap kemungkinan energi nuklir di Indonesia. Salah satu megaproyek-nya adalah rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Gunung Muria yang menimbulkan kontroversi tanpa henti.

Pihak yang kontra dengan gagasan ini selalu mengaitkan risiko bencana radiasi nuklir dengan tragedi Chernobyl. Chernobyl adalah tragedi meledaknya reaktor nuklir di PLTN di kota Chernobyl, Ukraina pada tahun 1986. Karena sudah termasuk lama, para ilmuwan BATAN mulai bisa meredam isu ini. Namun pukulan bagi mereka tentu saja musibah PLTN Fukushima Daiichi, Jepang baru-baru ini. Akan ada lebih banyak lagi resisten publik mengenai keamanan energi nuklir, apalagi jika media berpihak kepada pihak yang kontra.

30th Anniversary Bina Nusantara

Posted by: on Mar 5, 2011 | One Comment

FLICKR
Lokasi: Central Park Ballroom, Jakarta Barat
Nikon D90 | Nikkor AF-S 18-105 mm VR

Tanggal 27 Februari, saya menghadiri malam perayaan hari jadi ke-30 Universitas Bina Nusantara. Saya mendapatkan undangan gratis dari pihak kampus. Meskipun keesokan harinya adalah hari pertama ujian, namun saya ingin menyaksikan bagaimana Binus menyelenggarakan acara ultahnya. Karena, meskipun saya bersekolah bisnis di sini, namun saya merasa tidak menjadi bagian dari Binus, kultur dan warna jati diri saya telah dibentuk oleh kultur khas ITS.

Pemilihan tempatnya pun menurut penafsiran saya sangat terukur: Central Park Ballroom. Mal terluas di Podomoro City, sebelah mal Taman Anggrek. Ini analoginya seperti Galaxy Mal di Surabaya. Semoga Anda mengerti maksud saya.

Anyway, ini adalah universitas yang sangat tahu bagaimana membentuk citra. Perayaan ulang tahunnya diselenggarakan dengan cukup mewah, sesuai dengan citra yang ingin dibentuk. Nampaknya Binus sangat sadar, untuk menjadi kompetitif, ia harus terus menerus membangun citra. Saya jadi membandingkan dengan universitas-universitas negeri. Mungkin karena dijamin mendapatkan input calon mahasiswa terbaik dari SNMPTN yang akan menjamin kualitas, mereka jadi agak kurang agresif dalam membangun citra.

Berikut adalah mini photo essay-nya:

Saxophone soprano alto dan flute, salah satu penampilan dari Binus International School di Simprug. Saya tidak tahu berapa biaya masuk ke sekolah ini, tapi melihat apa yang ditampilkan di sini, terbayang lah, mungkin berkali-kali lipat gaji saya sebulan.

Mereka menyebutnya: Binus Orchestra. Tapi menurut saya, ini masih dalam kategori ansamble. Biarpun begitu, saya menganggapnya luar biasa karena alat musik gesek adalah alat musik yang paling sulit dipelajari.

Anak-anak sekecil ini sudah jago memainkan nada-nada pentatonis dengan piano. Saya tertarik dengan piano yang dipakai, nampaknya Yamaha Clavinova CVP series.

Naik Bendi

Posted by: on Aug 1, 2010 | 7 Comments

FLICKR
Lokasi: Kompleks Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah
Nikon D90 | Nikkor AF-S 17-105 mm VR

Menikmati pagi yang tenang di Solo sungguh merupakan pengalaman yang sangat mengesankan. Udara yang sejuk, matahari yang tak terlalu menyengat, dan tentu saja keramahan khas Jawa yang selalu saya rindukan. Kehalusan tutur kata dalam bahasa Jawa krama inggil dalam menyapa orang yang jarang saya temukan di kota besar seperti Jakarta. Saya sudah beberapa kali ke Solo, tetapi ini adalah pagi pertama saya benar-benar menikmati suasana jalan-jalan dan hunting foto.

19:39

Posted by: on Jul 23, 2010 | No Comments

FLICKR
Lokasi: Stasiun Gambir, Jakarta Pusat
Nikon D90 | Nikkor AF-S 18-105 mm VR

Kereta Argo Lawu, kereta terbaik menuju Solo yang bisa disediakan PT KAI, malam itu berangkat sejam lebih lambat dari yang dijadwalkan. Tiba di stasiun Solo Balapan dua jam lebih lambat daripada yang tertulis di tiket. Setajam jadwal kereta api, he?

Switch to our mobile site