Entries Categorized as 'Arsitektur'

Stasiun Tulungagung

Date July 9, 2007

FLICKR

Aku ambil gambar sore menjelang aku naik kereta senja Gajayana untuk kembali ke Jakarta. Handheld, tanpa tripod. Ternyata tanganku masih lumayan di kecepatan 1/15 sec. Inilah stasiun Tulungagung, stasiun kota kecil yang meskipun kecil, kereta eksekutif Malang-Jakarta, Gajayana, mau berhenti di sini. Trenggalek, kota tetangga Tulungagung bahkan tak punya stasiun kereta api ;))

Kepulanganku ini dalam rangka menghadiri pernikahan temanku (di posting sebelum ini) di Surabaya. Mampir pulang sebentar ke rumah. Brr… capeks… tua di jalan :D Thanks buat my best friends, Int (untuk kesekian kalinya) yang mau aja kuajak hunting ke Srabah, jadi model dadakan (awakmu kok tambah lemu seh nduk?), terus Dika — as always — untuk es campur di warungnya hehe… Gila kalian semua ini, masak ikutan nganterin pulang balik sampai stasiun? :o Thanks yach!!!

Cafe Batavia

Date June 28, 2007

FLICKR

Sisa-sisa kejayaan Belanda di Batavia. Cafe ini terletak di depan Museum Fatahillah dan berada di kawasan kota tua. Berada di bangunan-bangunan kota tua memang serasa berada di zamannya si Pitung. Katanya, cafe ini tetap buka, tetapi by demand — harus ada permintaan dari pelanggan, baru cafe ini buka.

Museum Fatahillah (2)

Date June 27, 2007

FLICKR

Museum Fatahillah dari sudut yang lain.

Museum Fatahillah

Date June 27, 2007

FLICKR

Dari Museum Fatahillah, Jakarta, 10 Juni 2007. Thanks to Farid yang telah menemani hunting dari pelabuhan Sunda Kelapa hingga Museum Fatahillah.

The Villa

Date June 8, 2007

Lokasi: Villa Ciburial - Puncak Bogor
Long weekend 1 Juni 2007
Kamera: Nikon D40
Lensa: AF-S DX Zoom Nikkor 18-55 mm f/3.5-5.6 G ED
Data teknis selengkapnya, silakan lihat di galeri flickr-ku.

Aku paling suka motret arsitektural pada saat malam hari. Suka melihat kilauan cahaya yang masuk lensa. Foto ini adalah foto Villa tempat kami bermalam waktu liburan long weekend kemarin. Puncak memang sejuk dan berpemandangan indah. Lokasinya yang dekat dengan Jakarta membuat orang membuat tempat peristirahatan di sini. Selain indahnya udara sejuk dan cantiknya kebun teh, Puncak tak lebih dari tempat yang berjalanan macet total dan terlalu banyak villa sehingga merusak esensi dari berlibur itu sendiri.