Serius

Posted by: on Feb 20, 2011 | 2 Comments

FLICKR
Lokasi: Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur
Nikon D90 | Sigma 70-300 mm APO Macro

Mereka adalah para “pemain cadangan” yang sedang menyaksikan kawan-kawannya sedang menyusun serangan ke gawang lawan. Saya selalu suka ekspresi anak-anak. Ini saya potret di hari Minggu pagi di lapangan di tepi kebun tebu yang rimbun, di perjalanan Tulungagung – Malang. Hiburan yang menarik pas sarapan di tengah perjalanan.

Mejeng

Posted by: on May 2, 2010 | 8 Comments

FLICKR
Lokasi: Pelabuhan Jawi-Jawi, Muara Badak, Kalimantan Timur
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm VR

Saya melihat gadis kecil ini lincah sekali berlari-lari di geladak kayu. Ia sama sekali tidak terintimidasi dengan moncong lensa panjang kami yang mengikuti ke manapun ia bergerak. Dan inilah yang saya dapat, saya tersenyum dan ia pun balas tersenyum ramah kepada saya. Senja begitu indah, hangat menyinari bibir muara di ujung timur pulau Kalimantan dimana di bawahnya tersimpan berjuta-juta metrik ton gas alam dan minyak bumi.

PS: Ini adalah pertama kalinya saya memakai GIMP sebagai editor. Setelah sekian lama, mereka rupanya telah melakukan banyak perbaikan. Saya mulai nyaman memakainya, setidaknya, sebagai awalan, untuk upload foto ke flickr.

Desa Terapung, Bontang Kuala

Posted by: on Nov 14, 2009 | 6 Comments

FLICKR
Lokasi: Bontang Kuala, Bontang, Kalimantan Timur
Canon Ixus 120 IS | Canon Zoom Lens 4x IS 5-20 m

Matahari tepat di atas khatulistiwa menyengat tanpa ampun ketika kami keluar dari Ford Everest yang nyaman. Mobil tidak bisa masuk desa ini karena desa ini berdiri di atas geladak kayu. Semua rumah di sini adalah rumah panggung di atas air laut. Suara bergembelodak setiap sepeda dan sepeda motor yang lewat membuat sensasi dan suasana unik yang hanya bisa ditemui di kampung nelayan terapung macam ini.

Kami berjalan kaki sekitar satu kilometer untuk mencapai ujung desa ini. Kesan yang saya dapatkan bahwa semua tepi laut Kalimantan bercahaya menyilaukan. Sambil menikmati hidangan seafood sebagai makan siang yang luar biasa, di ujung jauh sana, kapal-kapal tanker hilir mudik mengangkut gas dari PT Badak NGL.

Siang hari sepertinya desa ini sedang tidur. Tidak banyak aktivitas yang terjadi. Hanya ketika menjelang sore, anak-anak bersemangat belajar mengaji di masjid yang juga terbuat dari kayu — terapung juga. Mungkin malam hari desa ini baru semarak dengan kerlap-kerlip cahaya dan para nelayan yang berangkat bekerja.

Keluarga Pemusik

Posted by: on Dec 30, 2008 | 6 Comments

29 Desember 2008, Stasiun Pasar Turi, Surabaya

Saya terpaku melihat keluarga ini. Lebih terpaku lagi melihat penyanyi cilik bersuara luar biasa ini menyanyi. Lagu-lagu dari segala macam genre: pop, dangdut, pop luar negeri, hits populer Indonesia, tembang kenangan, hingga tembang Jawa melantun merdu dari suaranya yang diiringi oleh musik electone Yamaha yang dipencet ayahnya.

Saya terpaku dan terharu. Keluarga ini tampil menghibur penumpang Argobromo Anggrek dengan penuh keceriaan. Jauh dari kesan sedih. Si penyanyi cilik tunanetra itu sambil tersenyum-senyum membisiki ibunya jika lupa lirik yang akan dinyanyikan dan si ibu mengambil alih bait yang terlupa itu. Alamak, sang ibu juga memiliki suara yang tak kalah merdunya. Sekali-sekali ucapan terima kasih meluncur dari bibirnya.

Saya terharu karena saya jadi merasa kurang bersyukur. Tetapi bukan karena kasihan saya mengeluarkan sedikit uang dari dompet untuk saya masukkan ke kotaknya. Itu adalah apresiasi. Apresiasi atas karya seni yang mereka suguhkan saat menunggu keberangkatan Argobromo Anggrek yang malam itu terlambat setengah jam.

Wisata Ruhani di Masjid Istiqlal

Posted by: on Oct 17, 2008 | 13 Comments


FLICKR – Kubah Istiqlal. Setiap masjid memiliki hiasan kubah yang unik. Demikian pula Istiqlal. Paduan warna biru, emas, dan pencahayaan yang cerdik membuat hiasan ini berkemilau indah.

Sebuah pengalaman ruhani yang buat saya cukup menggetarkan tatkala saya mengikuti ibadah shalat malam (qiyamul lail) di masjid terbesar se Asia Tenggara, Masjid Istiqlal. Menghayati setiap bacaan shalat, setiap gerakan, mendengarkan lantunan merdu nan fasih ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan imam. Pagi harinya, tatkala setiap orang tidur di lantai ruang utama masjid, saya memilih keluar dan menikmati indahnya matahari terbit dan suasana yang diciptakannya. Rasanya sungguh tak kalah dengan pengalaman semalam. Indah sekali. Lewat kamera dan lensa 18-55, saya ingin bercerita…

(akan ada 9 buah foto. hati-hati bagi Anda yang sedang fakir bandwidth)

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H

Posted by: on Sep 30, 2008 | 17 Comments

FLICKR
Lokasi: Masjid Istiqlal, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm | Nikkor AF-S 55-200 mm VR

Seiring datangnya fajar kemenangan, izinkanlah saya sebagai penulis tunggal blog ini menyampaikan permintaan maaf saya kalau selama ini tulisan saya ada yang salah, menyinggung perasaan, mendzolimi, melanggar hak Anda semua. Terima kasih atas bandwidth yang telah disisihkan untuk mengunjungi blog sederhana ini, dan segala komentar yang dikirimkan.

Taqaballahu mina wa mingkum
Taqabal yaa karim
Selamat merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta
Minal aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin

- Galih Satria sekeluarga -

PS: Mohon maaf untuk foto nona kecil cantik berkerudung yang saya tampilkan tanpa izin. Dicandid dari beranda Masjid Istiqlal lantai 2, tanggal 27 September 2008, pagi-pagi selepas matahari terbit sepenggalah.

Senyum Ceria

Posted by: on Aug 29, 2008 | 6 Comments

FLICKR
Lokasi: Masjid At-Tiin, kompleks TMII, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR

Senyumnya begitu ceria, khas anak-anak. Mereka adalah anak-anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan. Waktu itu, kami sedang melakukan MABIT (Malam Bina Iman dan Takwa) dan iktikaf di Masjid At-Tiin satu malam di bulan Ramadhan 1428 H (tahun lalu). Kami bertemu dengan mereka yang sedang melakukan acara buka bersama. Semoga ramadhan tahun ini, kami dipertemukan lagi oleh mereka. Menyenangkan sekali rasanya bisa buka puasa bersama dan bersenda gurau dengan anak-anak ini walau cuma sebentar.

Marhaban yaa Ramadhan, 1429 H
Mohon maaf lahir dan batin,

Galih sekeluarga.

Switch to our mobile site