Entries Categorized as 'Fotografi'

Oleh-Oleh dari IIMS 2008 (02-the Girls)

Date August 13, 2008

girls.jpg

FLICKR - IIMS 2008 Set
Lokasi: Pameran IIMS 2008, Jakarta Convention Centre
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55mm | Nikkor AF-S 55-200mm VR

Setelah mobil-mobil terekspose, sesuai janji saya dalam posting berseri dua ini, berikut saya tampilkan dara-dara cantik, manis, sekaligus anggun dalam perhelatan pameran mobil terbesar di Indonesia ini. Tak dapat dipungkiri, mereka adalah salah satu faktor kunci penentu kesuksesan IIMS 2008. Seperti kata bos saya dengan dialeknya yang khas, “Eh, kita mah kalau mau lihat mobil, letaknya di showroom… bukan di pameran….” :D

Kepada gadis-gadis yang wajahnya saya tampilkan ini, bagi yang merasa keberatan fotonya diekspos, mohon kiranya saya diberi tahu dan foto tersebut akan segera saya hapus. ^_^

Read the rest of this entry »

Oleh-Oleh dari IIMS 2008 (01-the Cars)

Date August 5, 2008

mosaic.jpg

Lokasi: IIMS 2008, Jakarta Convention Center | FLICKR
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55mm / Nikkor AF-S 55-200mm VR 

Indonesian International Motor Show (IIMS) 2008 sudah agak lama berlalu, jadi postingan ini bisa dikatakan buasbuang (buasi buanget). Maaf karena berbagai kesibukan, segala sesuatu dan lain hal, saya baru bisa menulis liputannya sekarang.

Seperti halnya IIMS 2007, IIMS 2008 juga diadakan di Jakarta Convention Center, menggunakan semua hall yang ada untuk menjadi sebuah pameran yang besar dan mewah. Dan ada satu daya tarik yang merupakan tradisi IIMS: Sales Promotion Girl (SPG) yang biasanya jauh lebih menarik daripada pameran-pameran lain.

Secara umum, IIMS 2008 kalah pamor dibandingkan IIMS 2007. Mungkin karena efek harga BBM yang melangit, dealer tidak berani menggelontorkan dana promosi yang besar-besaran. IIMS 2007 saya rasakan jauh lebih glamor dan mewah daripada IIMS 2008 yang terkesan lebih sederhana. Hal yang paling mencolok perbedaannya, tentu, di kekuatan IIMS sendiri: kehadiran SPG.

Tahun ini, SPG-nya tidak ada yang istimewa. Pakaian cenderung sangat sopan. Bandingkan dengan IIMS 2007 yang mayoritas memakai baju you can see kel (kamu bisa lihat kelek (=ketiak)), SPG tahun ini memakai baju yang lebih sopan. Karena saya cowok, yang motif utama datang ke pameran tentu melihat “penampilan” para SPG ini. ;)) Mau lihat mobil ya lebih tidak masuk akal lagi, kapan kuat belinya? :))

Tren warna tahun ini cenderung putih susu. Ada dua booth merk besar yang kebetulan dua-duanya mengusung warna putih, yaitu Suzuki dan Toyota. Dua booth ini menempati satu hall besar di salah satu bagian JCC dan disirami ribuan watt lampu yang juga putih cemerlang.

Berikut adalah penampilan mobil-mobil beberapa peserta:

Read the rest of this entry »

Tips: Agar Hasil Foto Tidak Blur/Goyang

Date August 1, 2008

Bagi Anda pemegang kamera apapun (SLR, saku, HP) yang pernah mengambil gambar, mungkin bertanya-tanya kenapa hasil fotonya ada yang tidak fokus. Orang bilang blur atau goyang. Apa sebabnya?

Percayalah pada saya. Foto bagus dan jelek itu tidak dipengaruhi oleh kameranya. Kamera hanyalah sebuah alat untuk merekam gambar. Sebagus apapun kameranya, kalau yang memakai kurang mengenali karakteristik kameranya, hasilnya tentu tidak akan memuaskan. Ada istilah yang mengesankan yang dimiliki oleh kami-kami para fotografer: It’s not about the camera, it’s about the man behind the gun.

Berikut adalah tips best practice untuk Anda pemegang kamera untuk mencegah hasil foto yang blur.

# Pengguna Kamera HP

Kita tidak bisa terlalu banyak berharap dengan kamera HP. Sebagus apapun handphone-nya, sebombastis apa iklannya di internet, kamera HP hanyalah sebuah alat yang memiliki terlalu banyak keterbatasan. Saya hanya bisa menyarankan, kalau Anda berharap hasil fotonya bagus, jangan paksa kamera HP untuk mengambil gambar dalam kondisi yang sulit. Sebisa mungkin foto yang Anda ambil adalah dalam kondisi:

  • Cahaya yang cukup. Tidak terlalu gelap juga tidak terlalu terang. Malam hari dan siang yang terik bukanlah waktu yang tepat. Contoh cahaya yang ideal adalah suasana halaman rumah pada pukul 7 pagi.
  • Gunakan lampu blitz internal yang dimiliki. Hal yang harus Anda ingat adalah bahwa lampu blitz kamera HP sangat kecil. Jangan anggap dengan lampu blitz masalah teratasi. Lampu ini biasanya hanya bagus digunakan jika objek yang difoto berjarak 1 sampai 2 meter saja.

# Pengguna Kamera Saku

  • Gunakan ISO yang lebih tinggi. Kompensasinya, ISO yang lebih tinggi membuat gambar lebih kasar (noise) dan tidak halus mulus, tetapi gambar terlihat lebih tajam dan tidak goyang.
  • Turunkan Exposure Compensation (EV) menjadi beberapa step lebih rendah. Misalnya di titik -1/3 EV atau -2/3 EV. Ini akan membuat gambar terlihat lebih tajam, tetapi kompensasinya akan membuat lebih gelap dari sebelumnya.
  • Gunakan mode special scene untuk pemotretan yang lebih spesifik. Biasanya kamera saku menyediakan pre-defined setting untuk foto pemandangan, portrait, sport, dan night scene. Untuk mengambil benda-benda yang bergerak, ambil mode sport. Mode special scene ini biasanya ditandai dengan ikon-ikon khusus.

Baca manual kamera saku Anda untuk melihat dimana setting-setting di atas berada. Jangan berlindung di balik kata awam padahal Anda malas mengenali kamera Anda!

# Pengguna Kamera SLR

Ah, tentunya saya tak perlu menjelaskan lagi kepada pengguna kamera SLR. Pada prinsipnya, naikkan shutter speed (S). Untuk tetap mempertahankan eksposur yang pas, buka diafragma (F) selebar-lebarnya, naikkan ISO setinggi-tingginya hingga batas toleransi Anda terhadap foto yang bernoise.

Hal yang juga penting diperhatikan — untuk semua kamera — adalah sikap tangan dan tubuh Anda ketika menekan tombol jepret kamera. Hindari goyangan dan getaran tangan sebisa mungkin. Tekan tombol dengan halus dan perlahan-lahan, jangan kasar. Tempatkan siku kanan pada dada agar mendapatkan topangan yang lebih kokoh. Sedikit tekankan kamera pada muka kalau Anda membidik lewat viewfinder.

Perhatikan kaki Anda. Pasang kuda-kuda yang kokoh dari goncangan. Bukan kuda-kuda karate atau pencak silat tentunya, tapi cukuplah sikap berdiri Anda kokoh dan tidak bergoyang-goyang. Itulah kenapa sikap dan gaya fotografer terkadang jauh lebih heboh daripada gaya orang yang mau difoto. Tahan napas Anda satu dua detik ketika menekan tombol shutter. Ini mencegah tubuh Anda bergetar sedikit ketika menarik atau menghembuskan napas.

Segala sikap itu sering saya ungkapkan dalam sebuah kalimat: “… maka tekanlah tombol shutter dengan penuh cinta …” :)

Jalan-Jalan Lebak Banten: Pantai Malingping

Date July 29, 2008

FLICKR
Lokasi: Pantai Pasirbereum, Malingping, Lebak, Banten
Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM

Weekend bersama keluarga Meyer. Awalnya adalah ajakan Bunda Ratih yang sedang merayakan ulang tahunnya di pantai Malingping. Wah, mana itu Malingping? Nama yang aneh begitu? Katanya sih sebuah kawasan pantai selatan di provinsi Banten. Nama yang belum pernah saya kenal ini lah yang mengusik saya ikut ajakan Bunda, meskipun waktu itu saya baru saja tiba dari Kalimantan Timur. Dasar suka keluyuran, hanya berselang sehari di Jakarta, saya langsung ngeluyur ikut ke Malingping. :D

Ternyata menurut Wikipedia, Malingping terletak di  kabupaten Lebak, provinsi Banten. Sekitar 100 km jarak udara, atau sekitar 200 km jarak darat dari jantung kota Jakarta. Kami berangkat langsung dari kantor hari Jumat sore dengan tiga mobil. Satu Isuzu Panther milik Bang Juis, dan dua Kijang LGX 2.0 milik Bunda dan Pak Revin. Dari tutup radiatornya saya menebak dua Kijang itu berasal dari tahun 2002 dan 2003. Riset kecil saya telah ditulis di sini.

Perjalanan konvoi tiga mobil seperti ini sungguh menyenangkan. Formasi Kijang-Panther-Kijang berusaha menyibak kemacetan di sekitar Kebun Jeruk dan berhasil masuk tol Merak. Kami keluar di Serang, kemudian ngebut ke Pandeglang dan menuju Malingping melalui jalan yang kerusakannya termasuk parah. Berlubang-lubang. Saya yang membawa senjata lengkap — Nikon D40, Sigma 10-20, Nikkor 18-55, Nikkor 55-200, serta tripod Velbon — berharap-harap cemas semoga besok pemandangannya bagus. Jengkel juga kalau perjalanan yang berat seperti ini tidak dibayar dengan hunting yang sukses.

Selanjutnya, akan ada banyak foto-foto. Buat yang fakir bandwith, saya sudah peringatkan lho ;))

Read the rest of this entry »

Sebuah Sudut Mega Kuningan

Date July 17, 2008

FLICKR
Lokasi: Bunderan Mega Kuningan, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm | Hoya R-72 InfraRed Filter 52mm

Sebuah sore di sudut kawasan bundaran Mega Kuningan. Tampak adalah tower hotel JW Marriot. Diolah habis-habisan dengan Adobe Photoshop CS3. Saya memang lagi suntuk, nggak mood buat ngapa-ngapain, akhirnya membiarkan imajinasi terbang dan menari-nari di atas toolbox Photoshop.

Ngomong-ngomong soal olah digital, saya punya sebuah teori: Free your mind. Bebaskan pikiran dari teori-teori teknis berphotoshop. Kalau tutorial berkata untuk membuat efek InfraRed harus melalui langkah A-Z, itu tidak selalu berlaku di diri Anda. Mungkin langkah Z-A malah lebih cocok. Saya sendiri kalau disuruh membuat olahan persis seperti foto di atas tidak akan bisa lagi, hasilnya pasti akan berbeda. Semua tergantung kondisi emosi dan imajinasi yang melayang pada saat itu.

Untuk dasar foto, saya memakai kamera Nikon D40 lensa standar 18-55 mm yang saya beri filter IR merk Hoya seri R-72 berdiameter 52 mm. Sebenarnya Nikon D40 kurang cocok untuk fotografi infrared, tetapi kita tidak boleh menyerah dengan keterbatasan bukan? :)

Agar menjadi efek seperti di atas, garis besar langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Buat setting kamera di mode RAW, yang akan menghasilkan file berekstensi .NEF. Ini memungkinkan Anda mengubah setting white balance pada proses pasca pemotretan.
  2. Atur-atur white balance
  3. Buka dialog Channel Mixer dan bereksperimenlah di situ. Variasi efek warna infrared dihasilkan dari sini. Tidak akan ada patokan nilai yang baku di sini. Semua tergantung pada kondisi foto
  4. Jalankan Auto Levels
  5. Jika perlu atur brightness/contrast, color balance, hue/saturation dan selective color.

Efek IR dasar telah didapatkan. Sekarang bagaimana dengan langitnya? Well, siapapun yang pernah ke Jakarta tidak akan percaya ada langit seperti ini di Jakarta. Yap, jadi saya mengambilnya dari langit Pantai Prigi yang saya ambil dengan lensa Sigma 10-20 mm HSM. Agar bercampur dengan foto dasar, saya blend pakai mode Multiply atau Linear Burn. Kemudian quick mask untuk sisi bawah dan hapus sana sini agar terlihat pantas menyatu. Saya harus akui bahwa ini memerlukan kesabaran dan saya kurang sabar sehingga hasilnya kurang rapi.

Lumayan buat menghilangkan suntuk… :)