April 10th, 2013 by Galih Satria
Salah satu kelemahan GNUCash untuk manajemen keuangan pribadi adalah cukup rumit untuk orang awam. Sistemnya yang menganut double entry terlalu akunting dan bisa membingungkan untuk orang yang tidak mengenal ilmu akuntansi. Saya menulis buku GNUCash itu pun tidak sempurna — masih banyak sekali prinsip-prinsip akuntansi yang saya langgar. Di lain pihak, GNUCash sangat fleksibel dan memiliki fungsionalitas yang luas. Saya bisa mengalokasikan tabungan menjadi berbagai macam account untuk tujuan keuangan. Saya bisa melakukan trading dan manajemen portofolio investasi dengan GNUCash. Report-nya pun sangat komprehensif. Sayang sekali software sebagus ini tidak ada versinya di iOS (iPhone dan iPad). Kayaknya ada di Google Play tetapi sepertinya bukan porting langsung dari GNUCash ini....
Read morePosted in Financial Planning, Review | 2 comments
January 21st, 2013 by Galih Satria
Saya sedang mengikuti kuliah Fundamentals of Financial Planning di Coursera.org yang diajar oleh dosen bersertifikat CFP. Minggu lalu adalah minggu pertama dan membahas hal-hal dasar yang harus diketahui oleh setiap orang yang akan memulai perjalanannya mengelola keuangan pribadi. Pada prinsipnya sama dengan yang diajarkan oleh setiap perencana keuangan: mengetahui di mana posisi keuangan kita dan menuliskan tujuan keuangan kita. Untuk mencari tahu dimana posisi kita, caranya cukup sederhana. Pertama adalah memotret kondisi keuangan dengan membuat Net worth statement, atau mencatat berapa harta dan berapa hutang, lalu selisihnya banyakan harta apa hutang. Yang kedua adalah mengetahui kondisi Cash flow, berapa penghasilan dan berapa pengeluaran. Selisihnya untuk mengetahui apakah kita...
Read morePosted in Financial Planning | 2 comments
November 24th, 2012 by Galih Satria
Saya terinspirasi dari postingan Daniel tentang efek berantai kenaikan upah buruh. Saya ingin menyoroti dari sisi keuangannya. Saya adalah orang yang termasuk tidak percaya bahwa kenaikan pendapatan adalah satu-satunya cara untuk menaikkan taraf hidup. Makanya saya santai saja walaupun saya sering dicela bahwa gaji saya yang paling rendah di satu tim. Nope, gaji lebih besar bukan berarti hasil akhir jadi lebih kaya. Kembali ke kasus buruh. Ambil contoh upah awal buruh pabrik adalah 1,5 juta. Dengan upah segini ia cukup berat menghidupi keluarga, bahkan tidak cukup. Kemudian, ia dan teman-temannya menuntut kenaikan upah menjadi 2,2 juta. Kenaikan ini sebesar 46%. Secara persentase sangat tinggi. Apa yang akan terjadi? Si buruh bersuka cita karena kenaikan itu akan menutupi defisitnya...
Read morePosted in Financial Planning | 7 comments
July 17th, 2012 by Galih Satria
Logam Mulia (LM) atau disebut juga emas, dalam bentuk macam-macamnya: batangan, dinar, dsb, adalah instrumen investasi yang sangat populer — paling tidak sudah diterima banyak kalangan (kelas menengah) sebagai instrumen investasi yang lebih dipercaya dan lebih menguntungkan daripada deposito. Di sini saya ingin mengingatkan, bahwa LM bukanlah tidak punya kelemahan. Biasanya toko emas bilang kalau harga emas susah turun. Saya bilang bukan susah turun, tetapi gejolaknya relatif lebih rendah daripada saham atau forex. Dan perlu diketahui, bahwa komoditas seperti LM memiliki dua macam harga, yaitu harga beli dan harga jual kembali. Artinya, ketika kita membeli LM, pada saat itu juga nilainya jatuh hingga titik harga jualnya. Saya beli LM di awal tahun dengan harga rata-rata sekitar...
Read morePosted in Financial Planning, Opini | 3 comments
May 16th, 2012 by Galih Satria
Hampir semua perencana keuangan dan buku-buku personal finance management mematok besaran maksimal cicilan hutang adalah sekitar 30%. Sudah termasuk cicilan untuk hutang produktif (cicilan rumah dsb) dan hutang konsumtif (kartu kredit, gadget, dsb). Mengapa tidak boleh? Salah satu sebabnya adalah karena kebutuhan kita lainnya masih terlalu banyak. Kita perlu makan, bayar tagihan operasional hidup (sewa rumah, listrik, air, telepon, belanja bulanan, dkk), perlu beli baju baru, beli sepatu, nonton film 3D di bioskop, nge-mall, dll. Manusiawi kok. Belum lagi kalau ada keinginan lain seperti beli gadget dan hanphone terbaru. Sedemikian banyak kebutuhan itu harus bisa kita penuhi dengan 70% penghasilan saja. Cukup? Bahkan seringkali tidak. Bayangkan jika porsi kewajiban lebih dari 30%, tak...
Read morePosted in Financial Planning | 9 comments