May 9th, 2008 by Galih Satria
Saya masih di sana ketika lomba website di seantero lingkungan ITS diadakan. Meskipun menjadi penjaga gawang portal utama, saya tidak dilibatkan baik sebagai peserta maupun penilai. Saya tak tahu siapa jurinya, tetapi waktu itu yang menjadi juara salah satunya adalah website ini: FTIF. Website fakultas dimana saya belajar. Reaksi pertama saya waktu mendengar itu adalah berteriak, “HAH!! APA?!? GAK SALAH TUH??!” Memang, website ini membawa konsep baru dalam dunia website pendidikan, yaitu sebagai agregator blog-blog anggota fakultas — saya termasuk yang didaftarkan. Meskipun hal ini kontroversial, tapi saya anggap ini adalah sebuah konsep baru yang patut dihargai lebih. Menurut saya, website yang baik adalah website yang dirawat dengan baik. Membuat website itu...
Read morePosted in Desain Web, Opini | 6 comments
April 3rd, 2008 by Galih Satria
Hari ini saya membuka halaman biru website Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tampilan biru membuat pikiran saya melamun ke beberapa tahun sebelumnya… Juli 2006, saya menyelesaikan kuliah S1 saya dengan berhasil mempresentasikan Tugas Akhir bidang minat Sistem Bisnis Cerdas. Setelah itu, saya merasa waktu saya di ITSnet tinggal sebentar. Bagi saya ITSnet adalah tempat yang sangat baik untuk belajar dan mengeksplorasi segala hal yang berhubungan dengan teknologi informasi. Dan tentu saja, sudah saatnya saya harus pergi untuk mengaplikasikan apa yang saya dapatkan di bangku kuliah. Turun gunung kalau meminjam istilah serial Wiro Sableng 212. Sebelum pergi, saya ingin membuat kenang-kenangan untuk keluarga saya di ITSnet: sebuah tampilan yang baru untuk website...
Read morePosted in Catatan Harian, Desain Web | 18 comments
March 31st, 2008 by Galih Satria
Dunia web 2.0 membawa teknologi baru dalam hal layouting tampilan, yaitu layout tanpa tabel (tableless layout) dengan menggunakan CSS (Cascading Stylesheet). Keunggulan CSS dibandingkan dengan tabel adalah pada fleksibilitasnya. Dengan topografi yang sama, desain bisa dirombak secara dramatis hanya dengan mengubah stylesheet-nya. Contohnya, layout-layout WordPress dan Joomla yang begitu mudah diubah dengan berbekal stylesheet dan dengan sedikit modifikasi pada topografi desain. Komponen utama CSS adalah floating-div. Setiap kotak div bisa dilempar kesana kemari, tumpah ke kiri atau ke kanan, bertumpuk-tumpuk sesuka hati. Dengan kemampuan seperti ini, desainer web bisa mengeksplorasi desain web yang tidak terbatas pada layout konvensional: bagian navigasi situs di kiri/kanan, halaman...
Read morePosted in Desain Web | 11 comments
March 26th, 2008 by Galih Satria
CMS (Content Management System) adalah sebuah sistem (saya lebih suka menyebutnya framework – bingkai kerja) yang ditujukan untuk manajemen isi suatu situs, misalnya portal. CMS yang sudah jadi sendiri sudah sangat banyak, baik yang bersifat lisensi berbayar (propietary) maupun yang open source. CMS Open Source juga sangat banyak yang populer, diantaranya adalah Joomla dan Drupal. Kemudahan memakai CMS tentu saja adalah kecepatan pengembangannya. Tinggal lakukan instalasi, set up database, lakukan penyesuaian (customize) sesuai kebutuhan, sesuaikan tampilan, dan selesai. Siap launching. Live. Ini sangat berguna ketika kita diminta untuk menyelesaikan sebuah situs portal dengan deadline yang hampir tidak masuk akal. Apa pasal? Dalam pengembangan sebuah situs, paling tidak kita...
Read morePosted in Desain Web, Internet, ITisMyWorld | 12 comments
September 10th, 2007 by Galih Satria
Membaca rasan-rasan mas ini, saya juga tertarik untuk mengomentari logo ITS yang sudah beberapa waktu ini memakai logo yang baru. Kebetulan, saya lumayan banyak tahu bagaimana proses logo baru ini lahir. Inilah logo ITS sekarang. Memang ada beberapa variasinya yang bisa dibaca di panduan penggunaan logo. Tapi siapa mau baca panduan? Orang paling sering memakai logo yang itu karena itulah logo primer. Well, apa pendapat saya yang buta ilmu desain grafis terhadap logo baru ini? Secara warna: brilian! Penyederhanaan tiga warna menjadi duochrome. Secara hukum keseimbangan: payah! Bentuk logo seperti ini tidak fleksibel. Tak bisa ditempatkan di tengah apalagi di kanan karena akan mengesankan njomplang (apa ya bahasa indonesianyah?). Apa akibatnya? Semua pernik-pernik yang melibatkan logo...
Read morePosted in Desain Web, Opini | 2 comments