Entries Categorized as 'Agomo'
July 12, 2006
Buku ini berjudul Fathimah Putri Rasulullah SAW. Diterbitkan oleh penerbit Zahra. Ditulis oleh Abu Muhammad Ordoni. Isinya adalah riwayat kehidupan Fathimah Az-Zahra, pemimpin wanita sepanjang masa, wanita teladan, seorang bidadari dalam wujud manusia, dan seabrek gelar lainnya.
Tak pelak lagi bahwa Fathimah memiliki akhlak yang luhur, maklum, beliau adalah putri kesayangan nabi Muhammad SAW. Buku ini menceritakan mulai riwayat perkawinan Rasulullah dengan Kadhijah, proses kelahiran Fathimah, pernikahannya dengan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib kharamallahu wajhah yang sangat agung. Gaun pernikahan Fathimah adalah brokat sutera dari Surga yang khusus diantarkan oleh malaikat Jibril gara-gara gaun hadiah ayahnya yang sedianya untuk acara pernikahannya diberikannya kepada seorang wanita yang membutuhkan selembar gaun tua. Betapa dermawannya!
Menurutku, bagian terbaik dari buku ini hanyalah bab-bab sebelum pernikahannya saja. Di sini, setiap dialog adalah hadist. Selalu ada catatan kaki yang merujuk sumber hadist. Tidak ada dialog-dialog hasil rekaan pengarang.
Dan bagian yang membuatku kecewa adalah ketika pengarang berusaha menggambarkan pertikaian politik keluarga Ali-Fathimah dengan Khalifah Abu Bakar as Shidiq dan Umar bin Khattab. Seperti yang telah diketahui, ketika nabi wafat, Ali disibukkan oleh pemakaman nabi. Dan menurut pengarang, momment inilah dimanfaatkan oleh Umar dan Abu Bakar untuk mengambil alih kekuasaan yang sedianya untuk Ali bin Abi Thalib. Yap! Istilah yang digunakan adalah pengambilalihan kekuasaan. Menurut pengarang, Umar dan Abu Bakar telah bersekongkol dengan cara Umar yang tidak mempercayai bahwa nabi telah wafat demi untuk mengulur waktu hingga Abu Bakar datang. Dan bab-bab berikutnya menceritakan penindasan penguasa kepada keluarga Fathimah, kasus tanah Fadak, hingga wafatnya Fathimah az-Zahra. Ada bagian yang sangat menyentuh ketika perpisahan Fathimah dengan suaminya terkasih, Ali. Kata-kata keduanya penuh kasih sayang, mengharukan….
Keluarga Fathimah mungkin telah ditindas oleh penguasa. Tapi menurutku, cara pengarang menjelaskannya terlalu berlebihan. Gaya penceritaan juga berubah total. Jika di bab awal pengarang banyak mengutip hadist (entah shahih entah lemah — harus dicek lagi, tapi paling tidak rujukannya kebanyakan berjudul “shahih”), di bab-bab ini banyak tulisan yang merupakan pendapat pengarang sendiri. Abu Bakar as shidiq seperti bukan Abu Bakar yang merupakan sahabat nabi. Terkesan seperti penguasa yang haus kekuasaan, menghalalkan segala cara agar jangan sampai keluarga Fathimah merebut kekuasaan. Ah, benarkah begitu? Masak sih? Well.. mungkin aku tidak bisa menilai buku ini lebih dalam hingga aku membaca buku tebal tentang riwayat Abu Bakar as shidiq radhiallahu anhu…
Posted in Agomo, Review
21 Comments »
May 31, 2006
Ana kidung rumeksa ing wengi
teguh hayu luputa ing lara
luputa bilahine kabeh
jim setan datan purun
paneluhan tan ana wani
miwah panggawe ala
gunaning wong luput
geni atemahan tirta
maling adoh tan ana ngarah ing mami
guna duduk pan sirna
Ada lagu yang mengalun di malam hari. Lagu yang menjadikan kuat, selamat, dan terbebas dari semua penyakit. Terbebas dari segala macam petaka. Jin dan setan pun tidak mau. Segala jenis sihir tidak ada yang berani, apalagi perbuatan jahat. Guna-guna tersingkir. Api menjadi air. Pencuri pun menjauh dariku. Segala bahaya akan sirna.
Potongan syair di atas adalah syair Jawa yang disebut macapat. Kategori macapat ini adalah Dhandhanggula. Syair ini diciptakan oleh Sunan Kalijaga, salah satu anggota Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Syair ini diciptakan Sunan untuk dilantunkan di malam hari dan berdo’a kepada Allah SWT.
Sunan Kalijaga, seperti halnya Syekh Siti Jenar, memang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa melalui sisi budaya. Seperti diketahui banyak orang, Islam menemui banyak halangan untuk berkembang di tanah Jawa karena bertemu dengan kultur yang sudah sangat kuat, yaitu kultur Hindu/Buddha di bawah pengaruh kerajaan Majapahit. Oleh karena itu, Sunan Kalijaga melakukan transmogrifikasi dengan memasukkan unsur-unsur Islam dalam budaya-budaya Jawa seperti memasukkannya ke dalam syair-syair macapat, memodifikasi wayang kulit, menciptakan lagu yang sangat terkenal, Lir-Ilir, dsb. Pendekatan budaya seperti ini yang memang tidak disebutkan secara literalistik linguistik dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist menyebabkan banyak pihak menganggap ajaran-ajaran Sunan Kalijaga adalah bid’ah.
Keterangan panjang lebar di atas kudapatkan dari buku Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga yang ditulis oleh Achmad Chodim dan diterbitkan oleh penerbit Serambi (penerbit yang juga mengeluarkan versi Indonesia dari The Da Vinci Code yang fenomenal itu). Buku ini tidak memaparkan sejarah Sunan Kalijaga, melainkan ajaran-ajaran Sunan Kalijaga secara komplit, mulai dari tembang rumeksa ing wengi, puasa mutih 40 hari 40 malam, selamatan, hakikat diri manusia, saudara empat, dll. Buku ini memaparkan ajaran-ajaran tersebut tanpa menjustifikasi bahwa ajaran-ajaran tersebut adalah bid’ah, bahkan cenderung melakukan pembelaan dengan alasan-alasan yang dikemukakan.
Cukup enak dibaca, karena meskipun materi yang dibahas adalah berat dan kontroversial, buku ini menggunakan pengantar bahasa yang super ringan, bahkan agak terlalu ringan sehingga aku pikir tidak layak sebuah buku menggunakan bahasa seringan ini. Buku ini kurasa cukup banyak memberikan sisi dan sudut lain tentang bagaimana memandang Islam untuk memberikan sudut pandang yang lebih luas. Overall, nilainya 7 dari skala 1-10.
Posted in Agomo, Review
73 Comments »
April 7, 2006
Tadi malam, selepas dari kantor, aku mampir ke toko buku Manyar Jaya. Lho, kok nggak di Gramedia seperti biasanya? Aku ke sana karena memang buku yang kucari kemungkinan besar ada di sana. Toko ini memang tidak senyaman Gramedia, tidak ber-AC, dan tidak luas dan lebar. Aduh! aku nggak akan cerita soal toko ini kok (fokus dong — pinjem kata-kata nduk fit).
Sudah sejak lama aku amat merindukan untuk mengetahui secara mendetail riwayat hidup seorang idola, panutan, dan junjungan besar Nabi Muhammad SAW. Banyak teman yang merekomendasikan untuk membacanya langsung dari Al-Qur’an. Tapi wah… aku tahu kemampuan Agama-ku kayak apa: masih sangat-sangat lemah. Aku ingin mencari buku yang jika dibaca senikmat aku membaca The Da Vinci Code atau Angels and Demons. Adakah buku riwayat tentang Rasulullah yang dikemas dalam bahasa yang ringan? Akupun tanya ke ahlinya, Mas Ali S Kholimi. Dia merekomendasikan buku karangan Abu Bakar As-Siradj. Dan dengan penuh semangat aku bertekad mencarinya malam tadi.
Lantai 3 toko buku itu memang penuh dengan buku-buku Islam. Dan aku senang sekali ketika di sudut ada satu rak penuh tentang Rasulullah. Wah, sayang sekali buku yang direkomendasikan Mas Kholimi tidak ada (*hiks..*). Akhirnya sambil memiringkan kepala ke kanan, aku mulai meliliki judul-judul satu per satu.
Akhirnya aku dapat dua buku (dua aja dulu). Buku pertama adalah buku yang berat, baik secara fisik maupun isi
D). Judulnya Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad SAW karya H.M.H Al Hamid Al Husain. Bukunya ber-hard cover dengan tebal sekitar 900 halaman. Isinya tentang riwayat Rasulullah mulai zaman sebelum beliau lahir (menceritakan ibunda Siti Aminah dan ayahanda Abdullah) hingga beliau wafat. Sangat lengkap dan mendetail lengkap dengan kutipan-kutipan dari Al-Qur’an dan Al-Hadist. Agak lain dari yang kurencanakan sebelumnya, tetapi nggak tahu, tangan ini begitu tertarik untuk memasukkannya ke keranjang belanja.
Buku yang kedua jauh lebih ringan dan ngg.. menyenangkan. Judulnya Menguak Misteri Muhammad SAW karya Prof. David Benjamin Keldani. Penulis adalah seorang mantan pendeta gereja katolik yang akhirnya memeluk Islam. Buku ini membahas tentang bukti-bukti kerasulan Muhammad yang tertulis pada Al-Kitab. Banyak sekali injil-injil yang dibahas di sini, mulai injil Barnabas, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, Matius, Lukas, dan sederetan kitab lain yang aku nggak hafal (aku kan bukan penginjil
). Pembahasannya menggunakan pendekatan etimologis (bahasa) dan logis. Aku baru bisa benar-benar bersyukur Al-Qur’an masih tetap murni dengan bahasa aslinya (Arab) setelah membaca buku ini. Betapa sulitnya memahami makna lewat pendekatan etimologis ketika literatur aslinya sudah tidak ada lagi. Penafsiran yang sangat berbeda dan bertolak belakang bisa terjadi. Aku baru baca buku ini sekitar 200an halaman, dan sangat menikmatinya!
Posted in Agomo, Catatan Harian
7 Comments »
January 6, 2006

Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi
Al-Qur’anul Karim, S Al-A’raaf 23
Ayat ini adalah doa Nabi Adam dan Hawa ketika mereka menyadari tipu daya iblis dan tergoda untuk memakan buah apel yang dilarang oleh Allah. Nggak tahu kenapa, aku sangat tertarik dengan doa ini, dan berjanji akan selalu mengucapkannya sehabis shalat. Image ini diambil dari Al-Qur’an digital yang baru saja kudownload.
Posted in Agomo
1 Comment »