Ganti Ban Mobil ke Dunlop LM704

Menjelang musim mudik, seperti biasa saya menyiapkan kendaraan agar aman dan nyaman buat dipakai perjalanan lintas Jawa. Saya lihat ban mobil sudah mencapai titik indikator keausan (tread wear indicator) yang harus diganti. Secara kasat mata kembangannya masih bagus, tapi ini yang sering salah kaprah, orang kalau lihat kembangan ban belum habis sampai botak belum diganti, padahal sudah lewat. Apalagi sudah pernah kejadian ban bocor di rest area KM57 tol Jakarta-Cikampek, jadi saya rasa sudah mendesak untuk diganti.

Ban bawaan mobil adalah Dunlop SP300, istri saya menyarankan ga usah aneh-aneh, tinggal terusin aja itu. Tapi saya baca di forum-forum, ban ini mendapatkan review yang buruk, jadi saya mau ganti yang lain. Pilihan saya adalah Bridgestone, ban terbaik diĀ top of mind saya karena bapak selalu pakai ban ini sejak saya kecil (bersama beberapa merk lain — oli mesin, Penzoil, mobil, ya Kijang).

Awalnya mau pilih ban eco-eco yang diklaim ramah lingkungan dan lebih irit, yaitu Bridgestone Ecopia atau Dunlop Enasave. Setelah baca-baca, produsennya bilang tingkat keiritannya cuma 3% lebih baik. Halah. Kualitas Dunlop Enasave di bawah Ecopia. Setelah nyaris saya pilih, ada yang bilang kalau Ecopia kurang ganteng tampilannya. Dinding sampingnya lemah sehingga kelihatan seperti kurang angin. Ya sudah kalau gitu, ga usah yang eco-eco-an.

Pilihan kembali ke Bridgestone Turanza AR20 atau Dunlop LM704. Saya tidak mempertimbangkan merk lain yang direkomendasikan orang-orang di forum seperti Hankook atau Toyo, karena saya ngga pernah dengar. Setelah menimbang sana-sini, akhirnya pilihan jatuh ke Dunlop LM704.

Langkah selanjutnya adalah riset harga. Enak (atau ribet)-nya jaman sekarang, ketika informasi datang dari mana saja, kita jadi bisa mencari harga terbaik yang ditawarkan toko. Padahal di sebelah rumah, ada toko ban Dunlop. Saya cek di Tokopedia dan Bukalapak, harga termurah adalah 585 ribu (+ 40 ribu kalau dengan pasang), jauh di Daan Mogot sana. Kemudian saya buka Google Maps, saya cari toko-toko ban Dunlop di seputar Depok dan Cinere. Di Margonda, saya dapat harga 700 ribu. Di sebelah rumah, tipe yang saya cari, LM704, kosong. Adanya malah ban bawaan, SP300. Harga SP300 dikasih 650 ribu. Padahal LM704 ini kelasnya di atas SP300. Fix, mahal banget.

Setelah saya hitung-hitung dengan menambahkan ongkos bensin dan tol, Daan Mogot masih lebih murah daripada Margonda. Jadilah saya memutuskan beli di Daan Mogot. Nama bengkelnya Velindo Ban. Pelayanannya bagus, ramah. Pulangnya masih sempat buat mampir ke bengkel AC di Bintaro. Jadi sekalian. Nanti saya tulis di posting terpisah ceritanya (kalau sempat wkwkwk…).

Review Dunlop LM704? Nggak nyesel sudah memilih ini! Kualitasnya jauuuh di atas ban bawaan SP300. Yang paling terasa adalah noise-nya yang senyap. Ban sebelumnya berisik sekali, apalagi kalau lewat jalan beton (tol Cipali, tolĀ Kanci Pejagan waktu masih dipegang Bakrie). Dunlop LM704 ini senyap dan terasa lebih menggelinding. Lebih nyaman dan terasa mulus. Saya harus beradaptasi karena jadi merasa lebih licin dan lebih enteng. Harus mengatur lagi kapan menginjak rem.

Begitu saja review-nya. Mudah-mudahan mudik nanti lancar selamat sampai tujuan. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1439H.

One thought

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *