Rabbit Town, Ternyata Diduga Plagiat

Ketika ada acara kondangan di Bandung kemarin, kami menyempatkan diri mampir dulu ke tempat wisata di Bandung. Rasanya sudah lama sekali tidak menjadi turis di Bandung. Kalau ke Bandung ya pulang, diam di rumah saja. Awalnya mau ke Farmhouse di Lembang, berangkat pagi-pagi. Realisasinya, baru bisa berangkat jam 10 pagi dan kena macet di Bekasi. Ditambah lagi ban depan kiri bocor di Rest Area KM 57, jadi harus dongkrak ganti ban dulu. Belum berjodoh ke Farmhouse, kami bergeser agak ke bawah yang lebih dekat dengan kota. Ada tempat baru yang lagi populer di social media bernama Rabbit Town, di Ciumbuleuit, dekat hotel Padma.

Tempat ini sejatinya adalah rumah/villa tua yang luas yang direnovasi habis jadi tempat wisata foto. Semua sudut dibuat sedemikian rupa supaya instagrammable — istilah baru yang muncul seperti istilah googling. Dan memang semua yang datang niatnya untuk berfoto untuk diposting di IG. Anak-anak muda — rata-rata cewek-cewek ABG — datang dengan persiapan matang: make up yang cermat, tongsis buat group selfie, kostum yang mungkin lebih dari satu. Sementara pacar atau cowok friendzone-nya disuruh motret. Ada yang pakai mirrorless camera, ada yang pakai smartphone biasa.

Harga tiket masuknya 25 ribu per orang. Di dalam, selain ada sudut-sudut untuk foto, juga ada kafe makanan minuman, ada tiket untuk kasih makan kelinci dan ikan koi. Tidak ada sudut yang tidak dikomersilkan. Setiap ruangan dengan tema foto, kalau mau masuk harus bayar 30 ribu per orang. Jadi setidaknya harus keluar 60 ribu per ruangan, satu untuk model, satu untuk fotografernya kalau tidak mau selfie. Semua transaksi di dalam harus pakai kartu kayak di Eat & Eat begitu, yang bikin tambah ribet kalau mau cuma beli makanan ikan koi doang. Setelah itu jalur keluar diputer-puter disuruh lewat toko merchandise.

Yang jelas kami tidak terlalu suka. Kesannya seperti banyak konsep dijejal-jejalkan dalam satu tempat sehingga malah kehilangan ciri khas-nya. Ternyata memang tidak ada ciri khas. Tempat ini diduga memplagiat karya-karya seni dari seluruh dunia dan dibuat duplikatnya di sini. Lagi rame di media sosial. Ealah, njekethek… Entahlah, sampai sekarang saya belum bisa menemukan tempat wisata di Bandung yang mantap berkesan seperti Taman Safari atau Batu Secret Zoo. Di Bandung, yang mantap cuma kafe dan wisata kulinernya.

One thought

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *