Review WeMos D1 Mini: “Arduino” yang Wi-Fi Integrated

Ada beberapa cara menyambungkan microcontroller ke jaringan internet supaya menjadi “Internet of Things (IoT)”, yaitu bisa melalui kabel ethernet, jaringan WiFi, dan frekuensi radio. Arduino UNO sendiri tidak memiliki modul terintegrasi ke jaringan, kita harus menambahkan sendiri modulnya. Terakhir saya mencoba memasangnya dengan modul WiFi ESP8266 dan saya sukses membakar modulnya karena salah kasih tegangan. Lha kok bisa?

Modul ESP8266 populer karena sangat murah jika dibandingkan dengan Arduino WiFi shield standar. Hanya sekitar 35 ribu. Saya sudah sempat sukses mencoba menyambung ke WiFi dengan “AT” command, namun saya menemukan beberapa masalah:

  • Dari penjual di toko online, saya mendapatkan versi modul yang bekerja di baud rate 115200. Sementara, library SoftwareSerial bawaan Arduino IDE bekerja di 9600. Contoh-contoh sketch yang beredar umumnya memakai SoftwareSerial ini. Bagi yang sudah berpengalaman, tentunya tidak ada masalah berapapun baud rate-nya, tapi ini sangat membingungkan saya sebagai newbiee. Tidak semua petunjuk yang beredar bisa diikuti. Sampai akhirnya saya tidak bisa lagi menggunakan “AT” command yang awalnya bisa sehingga googling berikutnya membuat saya berkesimpulan saya harus melakukan update firmware.Untuk update firmware diperlukan sebuah FTDI board. Saya beli lagi FTDI board dan siap melakukan update firmware. Celakanya, saya tidak melihat ada jumper tegangan di FTDI board dan setelah update, saya baru menyadari kalau tegangan yang aktif adalah 5V. Padahal, modul ESP8266 maksimal hanya 3.3V dan akan terbakar kalau diberi tegangan lebih. Bye bye sudah.
  • Dijelaskan di banyak sumber juga, pin 3.3V di Arduino tidak bisa memberikan pasokan arus yang cukup untuk ESP8266. Pasokan arus yang cukup bisa disediakan oleh pin 5V sehingga harus ada modul penurun tegangan dari 5V ke 3.3V dengan regulator IC LD1117. Sebenarnya tidak rumit, hanya butuh satu IC, dua kapasitor, dan 3 resistor saja. Tapi melihat perkabelan ESP8266 ke Arduino UNO yang sudah rumit, modul tambahan ini menambah tingkat keruwetan yang ada.

Dari segala pertimbangan di atas, pencarian saya membawa ke board baru bernama WeMos D1. Buatan China, menggunakan chip CH340. Chip CH340 inilah yang memunculkan varian Arduino clone dengan harga yang jauh lebih murah. Arduino UNO yang saya beli juga versi clone, dengan chip yang sama. WeMos D1 ini adalah CH340 yang digabung dengan ESP8266. Dengan begitu, saya bisa menyingkirkan dua masalah Arduino UNO di atas.

Saya beli WeMos D1 Mini dari toko online dengan harga 70-an ribu. Lebih ekonomis jika saya beli Arduino UNO clone (50-an ribu) + modul ESP8266 terpisah (40-an ribu). Tapi memang D1 Mini ini versi kecil. Yang board-nya sama persis dengan Arduino UNO adalah versi WeMos D1 12E. D1 Mini hanya memiliki satu pin analog (seperti NodeMCU). Lebarnya kira-kira hanya sejempol tangan. Hanya ada satu colokan USB micro untuk pasokan daya sekaligus komunikasi ke komputer.

Untuk memrogramnya, saya pakai Arduino IDE. Jangan lupa install dulu driver CH340 yang tersedia di situs resmi WeMos D1 mini. Setelah itu download paket WeMos (dan keluarga board ESP8266) untuk Arduino IDE. Ada banyak contoh sketch yang sudah bisa dipakai untuk memulai proyek tanpa harus googling lagi.

Hal yang saya coba pertama kali adalah sketch koneksi ke WiFi dan mengakses weubsite. Contoh yang tersedia langsung memakai library ESP8266WiFi.h, tidak lagi manual memakai AT command. Jadi sangat nyaman karena ada support library langsung di baud date 115200. Saya tahu seharusnya saya pakai library ini waktu mendapatkan masalah di atas dengan UNO dan ESP8266, tapi namanya juga belajar, belum tahu, hehehe…

2 thoughts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *