Cara Mendapatkan Windows dengan Gratis dan Legal!

Oke, judul di atas sepertinya bombastis dan terkesan pancingan untuk ngeklik seperti judul-judul yang ada di berita-berita online (apalagi yang abal-abal). Tapi saya serius kok, ternyata memang ada cara yang legal untuk mendapatkan Windows dengan gratis dan sengaja disediakan oleh Microsoft di situs resminya. Tentu saja dengan embel-embel untuk keperluan testing. Tapi setidaknya tidak perlu membajak.

Mengapa masih perlu Windows? Kalau saya untuk menjalankan iTunes di Linux di laptop Debian Stretch saya. Saya kadung langganan Apple Music dan menikmatinya.

Bentuknya memang bukan installer, tapi file virtualisasi untuk dijalankan di software virtual machine seperti VirtualBox atau VMWare. Jadi Windows ini akan dijalankan di atas Linux, OS X, atau malah Windows juga. Versi Windows-nya adalah Windows 7 — menurut saya Windows terbaik setelah Windows XP. Windows 8 dan 10? Nehi nehi. Jauh di bawah Windows 7.

Jadi jika teman-teman punya PC rakitan atau notebook yang tidak operating system bundled (itu lho laptop kosongan tanpa Windows, biasanya OS-nya ditulis DOS), bisa di-install-i Linux, kemudian install VirtualBox, lalu baru menjalankan Windows ini. Versi Linux yang didukung resmi oleh VirtualBox adalah Ubuntu, Debian, Open SUSE, Fedora, dan Oracle Linux (eks Red Hat).

Setelah sukses install VirtualBox, silakan download Windows-nya di link ini. Lihat judulnya: Free Virtual Machine from IE8 to MS Edge. Format file-nya adalah OVA, jadi harus diimport dulu di VirtualBox-nya. Harap diingat, ada sedikit syarat dan ketentuan berlaku di sini. Windows-nya akan kadaluarsa setelah 90 hari. Tapi karena ini Virtual Machine, tidak masalah. Tinggal import lagi saja dari file OVA-nya, Windows-nya akan baru lagi. Atau kalau mengikuti petunjuk Microsoft, setelah install software yang diperlukan, bikin snapshot. Nanti pada waktu Windows expired, tinggal restore dari snapshot-nya.

Referensi:

Software Bajakan, Masih Relevankah?

Jaman sekarang, mungkin sudah saatnya kita bertanya, apakah software bajakan masih relevan? Apa masih perlu kita membajak software? Harga Windows sendiri sekarang sebenarnya tidak terlalu mahal (sekitar 1,5 juta) dan banyak notebook yang sudah ada Windows-nya.

Pertanyaan selanjutnya, software apa yang paling sering dibajak? Mungkin MS Office dan Photoshop. Saya baru melihat kualitas software free alternatifnya: Libre Office dan GIMP. Secara fitur sebenarnya sudah bisa memenuhi kebutuhan kita. Cuma memang yang paling berat adalah: mengubah kebiasaan. Misalnya, saya sudah kadung hapal shortcut-nya Photoshop. Dan bekerja di GIMP memerlukan waktu yang jauh lebih lama daripada di Photoshop. Saya yakin teman-teman yang sudah biasa di MS Office juga begitu. Apalagi secara tampilan, environment, experience memang Office dan Photoshop jauh lebih menyenangkan.

Tetapi apakah itu cukup alasan untuk membajak? Pilihan ada di kita sebenarnya. Kalau ga mau keluar duit, kita harus mau berubah, mau mengubah kebiasaan, mau belajar cara kerja di software alternatifnya. Kalau tidak mau ya beli. Sekarang lisensi jauh lebih beragam dan fleksibel, ada model langganan bulanan (Office 365 dan Adobe Creative Cloud) yang bisa digunakan seperlunya saja (misalnya waktu ada kerjaan atau proyek), ada juga model beli putus, beli sekali untuk seterusnya. Tinggal mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Lagipula, menggunakan software bajakan sangat berisiko keamanan. Kita tidak pernah tahu software bajakan ini sudah dimodifikasi seperti apa oleh si pembobolnya. Ada ungkapan: tidak ada makan siang gratis (there’s no such free lunch). Siapa tahu dia mencatat aktivitas harian kita, mencuri nomor kartu kredit, dan sebagainya? Ingat lho, kejadian orang kebobolan akun internet banking itu karena ada malware/virus yang ada di komputernya dari hasil instalasi software bajakan.

Mari mulai berubah memakai software legal, atau software yang free.

*) Nasihat ini, utamanya ditujukan untuk diri sendiri, al-fakir, penulis blog ini.

3 thoughts

    1. Lha justru itu yang keren mas, bisa pakai Linux dengan independen tanpa harus pakai Windows sama sekali hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *