Tentang Arduino Uno versi Clone dan Setup-nya di MacBook Pro

Beberapa tahun yang lalu ketika mulai ngoprek Raspberry Pi, saya sudah membaca tentang Arduino, si mikrokontroler super populer ini. Hampir semua proyek elektronika di Instructables menggunakan Arduino. Harganya setengah lebih murah daripada Raspberry Pi — sekitar 250 ribu. Dulu saya kepikiran untuk membuat kran otomatis (sempat saya tulis di blog idenya). Tapi sampai sekarang ide itu belum terimplementasi karena dua kali musim kemarau ini adalah musim kemarau yang basah. Intinya saya masing awang-awangen untuk memulai Arduino karena masih cukup mahal.

Kemudian di kantor, tim kami kedatangan anggota baru, seorang freshgrad yang cerdas lulusan Poltek Negeri Surabaya yang pernah menjuarai lomba robotika di Amerika. Ia sharing tentang robot, mikrokontroler, dan akhirnya Arduino. Berbekal ilmu tersebut saya kembali baca-baca dan ternyata perkembangannya sangat pesat. Apa tandanya? Di Tokopedia banyak sekali yang jual.

Ternyata banyak yang jualan Arduino Uno versi clone buatan Cina. Versi ini bisa dikatakan KW tapi sebenarnya kurang tepat juga. Konon spesifikasi Arduino ini open source sehingga implementasinya bisa dilakukan siapa saja. Jika versi resminya bisa dijual dengan harga 250 ribuan, versi clone ini bisa dijual dengan harga 50 ribu. Saya menemukan ada seller Toped yang menjual semurah ini. Hanya seperlimanya saja. Akhirnya saya beli ini.

Saya coba di Windows tidak ada masalah. Informasi driver sudah disediakan penjual dan tinggal download dan install. Tapi ada masalah di MacBook El-Capitan. Mac tidak bisa mendeteksi ada device yang dicolok ke port USB ini.

Baca-baca lagi, ternyata perlu install driver juga di Mac dan instalasinya memerlukan perlakuan khusus di bagian driver sign-nya. Saya mengacu ke artikel di sini dan setelah itu, Mac bisa mendeteksi dengan baik. Saya meng-upload sketch untuk membuat lampu LED kedip-kedip dan sukses.

Langkah selanjutnya adalah merakit komponen-komponen lainnya supaya benda ini bisa menjadi sesuatu yang lebih berguna ketimbang lampu berkedip-kedip. Still long way to go. 

2 thoughts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *