Ramadhan 2017/1438H

Alhamdulillah masuk bulan puasa lagi. Ada yang baru lagi dengan kehadiran Kinanti di tengah-tengah keluarga kami. Anaknya alhamdulillah sehat gemuk berkat perjuangan ibunya yang tak kenal lelah memberikan ASI eksklusif.

Zafran yang sedang mulai bicara selalu mengejutkan saya setiap hari dengan ledakan kata-katanya. Hal yang kami jaga adalah bagaimana supaya Zafran tidak merasa kehilangan perhatian. Ada yang pernah bilang ke saya, anak sulung itu begitu adiknya lahir langsung berubah posisi: awalnya menjadi raja berubah menjadi anak yang tak diperhatikan. Saya menjaga betul itu. Ketika ibunya memberi perhatian penuh kepada adik, sebisa mungkin kakak harus dekat dengan Ayah. Saya ajak dia ke bengkel, ke tempat cuci mobil, atau baca buku bareng. Buku favoritnya: Odong-Odong Dongeng dan buku cerita berbahasa Inggris Disney tentang Sofia the First, Doc McStuffins, dan Mini’s Bow-tique yang dibeli lewat jastip pas bursa buku BWF.

Melihat kondisi Kinan, setelah sebelumnya berencana tidak mudik, akhirnya kami memutuskan untuk mudik tahun ini. Kakek nenek dan pakdenya senang sekali mendengar kabar ini. Ayah juga senang karena selain bertemu keluarga, kami akan road trip lagi menyusuri Pantura atau jalan tol Trans Jawa yang mulai tersambung. Benar kata orang, mudik pakai mobil itu meskipun bermacet-macetan tapi seru dan ngangenin.

Bingkisan lebaran untuk saudara-saudara terdekat sudah diselesaikan di Thamrin City sebelum puasa. Kami khawatir kalau datang ke sana pas bulan puasa pengunjungnya gila-gilaan. Mobil sudah ganti oli di Shop & Drive dekat rumah. Pakai oli Shell Helix 10W-30. Karet wiper yang sudah aus juga sudah diganti. Saya beli yang original Honda di Duta Mas Fatmawati pakai motor, lalu coba pasang sendiri. Ternyata mudah mengganti karet wiper sendiri. Kemudian biasanya rutinitas persiapan mudik selain itu adalah ke bengkel AC. Tapi males mau ke bengkel AC langganan di Jl. H. Nawi karena pembangunan MRT. Nanti sajalah bareng sama service besar di bengkel resmi. Masih dingin AC-nya.

Tentang jalanan, kalau tahun lalu ada “neraka” Brexit, saya rasa tahun ini titiknya pindah. Brebes – Tegal akan aman, insya Allah. Di Weleri Semarang dimana tol fungsional ditargetkan sampai situ, mestinya arusnya juga sudah pecah. Beda dengan tahun lalu karena orang yang biasa lewat jalur selatan memakai jalur utara lewat tol Cikampek – Cipali – Kanci – Pejagan – Brebes dengan maksud setelah itu turun ke jalur selatan lewat Bumiayu. Jadilah kemacetan menumpuk di situ.

Saya justru mengkhawatirkan kemacetan parah akan ada di — dalam kota Jakarta.

Simpul macetnya ada di Bekasi – Cikarang – Karawang karena di situ ada pembangunan LRT dan tol Cikampek elevated. Sekarang saja kalau mau ke Bandung selalu kena macet mulai simpang Cikunir. Kemacetan di tol JORR bisa sampai Taman Mini. Itu 10-an kilo lebih. Bagaimana nanti pas musim mudik yang semua orang akan rame-rame eksodus keluar Jakarta.

Kekhawatiran kedua ada di arus balik. Libur cuti bersama ada di belakang, jadi kemungkinan besar orang akan kembali sabtu minggu. Masalahnya, kami berencana balik hari-hari itu juga hehehe…

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1438H. Mohon maaf lahir dan batin.

2 thoughts

  1. yieyyyy… Kinantiiiii…
    selamat berpuasa mas. Selamat menikmati mudik sekeluarga lengkap juga!

    aku pikir, kemana2 pakai pesawat itu lebih enak dan mudah. ternyata enggak ya? hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *