Membuat Aquascape dengan Biaya Murah dengan Semangat #DIY

Cerita awal mulanya ada di postingan ini, dua tahun yang lalu. Setelah itu saya mencoba mencari informasi tentang Aquascape dan berapa biayanya. Selain browsing di berbagai situs dan forum, saya dan istri berkunjung ke beberapa toko Aquascape yang direkomendasikan. Pertama kali ke Aquajaya Lenteng Agung. Di sana kami tidak mendapatkan sambutan yang menyenangkan dan cenderung diabaikan, padahal kami mau bertanya-tanya serius. Kemudian kami ke designer Aquascape lain di mal Pondok Indah. Tutup.

Kemudian saya kontak WA salah satu aquascape designer — saya lupa webnya — dan saat itulah saya pupus harapan. Mutung. Mahal banget. Ini adalah hobi orang-orang kaya di rumahnya yang besar. Jadi ringkasan kebutuhan biaya untuk membangun sebuah Aquascape hitungan kasarnya sbb:

  • Aquarium (tank) kaca. Bayangan saya sih panjangnya cukup 40-60 cm. Tapi menurut istri saya kurang besar. Jadi pilihan aquarium yang ukuran 90 cm adalah GEX Glassterior 900. Harganya Rp. 1,200,000.
  • Filter air. Untuk ukuran segitu dan aquascape yang sensitif terhadap kebutuhan supply CO2 (untuk fotosintesis tanaman), direkomendasikan filter external (canister) merk Jebo 839. Harganya sekitar Rp. 850,000.
  • Meja. Pilihannya ada dua, dari kayu atau rangka besi. Saya sempat tanya meja kayu dari multipleks yang dilapisi HPL harganya sekitar Rp. 2,200,000. Sedangkan yang dari rangka besi sekitar Rp. 600,000.
  • Lampu. Lampu adalah kebutuhan krusial sebagai sumber cahaya untuk fotosintesis. Untuk menghemat listrik, disarankan yang LED. Yang bermerk saya cek di Tokopedia harganya sekitar Rp. 600,000.
  • Tabung CO2. Karbondioksida ini penting untuk kebutuhan fotosintesis. Selain tabungnya juga diperlukan beberapa komponen seperti difusser yang fungsinya memasukkan CO2 ke dalam air. Harganya sekitar Rp. 1,000,000.
  • Soil substrate atau media tanam untuk tanaman airnya. Sebungkus yang bermerk impor harganya sekitar Rp. 300,000. Katakanlah butuh dua bungkus, berarti Rp. 600,000.
  • Dekorasi seperti ranting kayu, batu-batuan, tanaman, ikan, mungkin sekitar Rp. 400,000.
  • Biaya jasa desain, instalasi, dekorasi dari desainer kurang lebih Rp. 3,000,000. Lewat WA, saya diberi desain-desain yang sebenarnya dicomot dari Google (saya tahu karena sudah browsing-browsing sebelumnya), bukan hasil desain asli dari desainer tersebut.

Okeh, jadi berapa totalnya. Kurang lebih sekitar Rp. 9,850,000. Waktu itu saya ngeper habis, karena tidak ada dana sebegitu. Padahal sudah kadung beli Aquarium GEX dan filter Jebo 839. Akhirnya saya memutuskan untuk memulai dengan aquarium kecil (nano tank) berukuran 30 cm. Saya belum tahu kalau ternyata nano tank jauh lebih sulit karena jumlah airnya yang sedikit sehingga keseimbangan ekosistemnya gampang berubah.

Banyak pelajaran ketika berurusan dengan nano tank. Kejadian sepulang mudik yang membuat semua ikan mati, tanaman yang diserang hama keong, dll. Sementara tank yang besar tidak kunjung dilanjutkan. Halangan utama adalah budget. Keperluan meja ADA yang 2 juta membuat proyek ini tidak berlanjut. Saya nego istri dan akhirnya setuju untuk menggunakan meja rangka besi yang 600 ribuan.

Saya kontak penjual meja rangka besi ini. Di internet dia cukup terkenal. Keyword “meja aquarium besi” dia monopoli. Pernah kami ke workshop-nya di Tanah Baru, Depok, tapi di sana hanya ada bengkel las, tidak ada tanda-tanda bengkel aquarium. Terakhir saya kontak lagi via WA, menanyakan meja aquarium ini. Waktu ditanya ukuran, saya jawab, “Panjangnya 90 cm pak, merk GEX Glassterior 900” — maksud saya memberitahukan merk supaya dia tahu detailnya. Dijawab, “Pak, kami tidak menjual jadi, kami mengerjakan aquarium custom.” Lha, bikin mejanya saja kan bisa. Tapi karena pak penjual tidak menanyakan lebih lanjut dan seperti tidak berminat melanjutkan pembicaraan dengan calon pembeli potensial ini, saya juga tidak melanjutkan pembicaraan.

Kecewa sama si penjual dan kesuksesan tempat tidurĀ loft bed hasil las-las-an sendiri membuat semangat #DIY saya kembali. Kenapa tidak saya buat sendiri saja! Sisa besi dari tempat tidur itu masih ada dan cukup untuk membuat meja yang kokoh. Akhirnya saya membuat sendiri mejanya. Ukurannya saya tiru dari ADA (Aqua Design Amano). Karena hasilnya tidak terlalu rapi (kelihatan tidak lurus), saya tutup dengan tripleks dan dicat putih. Total pengeluaran di sini: Rp. 300,000. Di sini saya menghemat 50% lebih murah. Secara tampilan tidak terlalu bagus tapi fungsional.

Lampu, awalnya saya juga ingin membuat sendiri. Tapi kemudian saya menemukan penjual di Tokopedia yang menawarkan lampu LED custom (#DIY) yang merupakan tiruan dari lampu bermerk yang dijual. Saya menghitung harga yang dia tawarkan dengan biaya materialnya. Masih masuk akal. Jadi untuk lampu saya pesan dari penjual di Tokopedia ini. Harganya Rp. 300,000 plus ongkir. Di sini saya menghemat 50%.

Tabung CO2. Di forum-forum, hampir semua orang bilang kalau tabung CO2 itu wajib. Hanya penjual ikan hias di sebelah rumah yang bilang tidak. Dia menunjukkan aquascape yang ia pajang tidak memerlukan tabung CO2 tambahan. Saya pikir-pikir masuk akal juga. Pasokan CO2 bisa dari ikan-ikan yang hidup di situ. Kebanyakan aquascape design memang tidak menyertakan ikan (atau hanya sedikit ikan kecil-kecil). Tapi tujuan saya sedikit berbeda. Fokus utama saya adalah ikan (karena Zafran suka ikan di aquarium), sementara aquascape adalah dekorasi sekundernya. Tanaman juga dipilih yang tidak terlalu banyak membutuhkan CO2. Jadi di sini saya menghemat dengan meniadakan tabung CO2.

Media tanam, saya pakai pasir kuarsa hitam dari penjual ikan sebelah rumah. Saya mencontek desain aquascape-nya yang menggunakan media tanam yang sama. Saya beli enam bungkus kalau ga salah semuanya jadi Rp. 60,000.

Dekorasi, ranting, batu, tumbuhan, dan ikan-ikan semua saya beli dari penjual ikan sebelah yang murah-murah. Di penjual ikan hias ini saya seperti menemukan realita yang jauh dibandingkan di forum-forum yang serba mahal. Di sini semua serba murah. Tentu saja mungkin jenis tanaman dan jenis ikannya memang bukan dari jenis yang mahal seperti yang ditunjukkan di forum-forum Aquascape. Total pengeluaran untuk dekorasi ini: Rp. 170,000.

Biaya desain karena dari saya oleh saya dan untuk saya, penghematan luar biasa ada di sini. Seperti yang saya bilang, jaman sekarang adalah jaman terbuka dimana semua informasi ada dan bisa dipelajari. Tukang las tidak bisa lagi menyembunyikan ilmunya. Tukang aquascape tidak bisa merahasiakan caranya. Bahkan programmer seperti saya tidak bisa melarang orang yang tidak bersekolah di sekolah IT formal membuat aplikasi yang jauh lebih bagus dari saya dan menerima bayaran yang jauh lebih mahal dari saya. Semua sudah ada di Google, Youtube, Pinterest, dan lain-lain.

Total pengeluaran saya untuk proyek Aquascape ini: Rp. 2.880.000. Pengeluaran terbesar adalah aquarium dan filter yang saya “kadung” beli dua tahun lalu. Dibandingkan dengan proyek Aquascape yang profesional ideal, biaya saya hanya sepertiganya saja. Tentu saja, secara kualitas tetap jauh di bawah proyek profesional, namanya juga amatiran bikin sendiri. Tapi saya senang karena akhirnya impian dua tahun lalu bisa terwujud. Saya ingat budget saya dulu kalau tidak salah sekitar 4 jutaan. Ternyata masih lebih hemat lagi. Alhamdulillah.

3 thoughts

  1. Saya jujur saja ndak paham sama sekali postingan ini membahas soal apaan… dan kenapa, dan fungsinya apa :’))))
    (Maafkan ya Mas)

    Tapi foto terakhirnya kok bagus sekali????

    1. Ini mbahas bagaimana cara bikin yang di foto terakhir itu dengan biaya yang jauh lebih murah daripada kalau pesan ke desainer hehehe…

  2. dari dulu saya sangat suka dengan Aquascape, baik yang masih amatiran maupun yang udah pro. apalagi kalau lihat Aquascape yang mirip hutan belantara. Keren. Tapi sampai saat ini saya belum kepikiran mau buat Aquascape sendiri, takut komitmennya berhenti di tengah jalan. hahahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *