Mengendalikan Komputer dari Jarak Jauh dengan TeamViewer

Adanya teknologi internet membuat jarak semakin tak berarti. Dengan perkembangan bandwidth saat ini, kita sudah bisa melakukan video call dengan cukup leluasa. Ayah saya tak perlu menunggu setahun pas lebaran untuk melihat perkembangan cucunya. Meskipun pertemuan fisik itu tak tergantikan, tapi setidaknya internet telah membawa banyak manfaat.

Demikian juga tentang akses komputer. Pekerjaan IT dari dulu sebenarnya bisa dikerjakan dari mana saja selama ada koneksi internet. Meskipun saya sedang ambil cuti, pagi hari biasanya saya akses ke kantor, memeriksa beberapa email, kondisi beberapa server untuk memastikan layanan IT  hari itu tidak terganggu. Pernah juga waktu kami berlibur ke Lembang, server di kantor mati. Pontang-panting kami cari koneksi internet dan melakukan troubleshooting di tepi hutan Pinus, sementara teman-teman yang lain meneruskan acara team building. Jika Anda pernah melihat meme orang menyembah rak server supaya tidak error ketika ditinggal pergi, itu tidak sepenuhnya lebay.

Sebuah komputer server tidak membutuhkan banyak bandwidth untuk bisa diremote karena biasanya konfigurasi server bisa dilakukan dengan command line (melalui SSH). Tapi sebenarnya bisa mendapatkan akses dengan Graphical User Interface (GUI) penuh lebih menyenangkan karena benar-benar seperti ada di depan komputernya.

Software remote desktop berbasis grafis ini ada beberapa. Yang populer adalah VNC (Virtual Network Computing). Untuk server berbasis Windows, biasanya dipakai Remote Desktop bawaan Windows. Dua software ini menggunakan protokolnya sendiri. Karena biasanya sebuah server dilindungi firewall, maka perlu konfigurasi lebih lanjut diperlukan. Belum lagi konfigurasi di sisi router jaringannya.

Teamviewer merupakan software remote desktop yang menyederhanakan itu sehingga diharapkan orang yang bukan sysadmin bisa melakukannya. Tinggal download dan install software ini. Teamviewer akan memberikan sebuah ID seperti nomor telepon. Berikan nomor ID dan password-nya kepada orang yang akan me-remote komputer anda, sudah begitu saja. Teman anda sudah bisa bekerja di komputer anda seperti seolah-olah ia hadir di sebelah anda. Koneksi internetnya pun tidak harus dedicated atau broadband begitu. Anda bisa membuka web dengan modem 3G yang lambat nan kembut-kembut, Teamviewer sudah bisa digunakan.

Dengan begitu, software ini bagus sekali untuk kolaborasi jarak jauh. Bisa buat troubleshooting, sampai rapat jarak jauh (berbagi presentasi, file, coret-coretan, dll). Ini foto ketika saya remote sebuah komputer server di sekolah di Jawa Timur. Saya sedang dimintai tolong untuk instalasi aplikasi manajemen sekolah dan Moodle, software learning management system. Jauh lebih praktis dan hemat, daripada ke sana langsung.

teamviewer1

Atau foto di bawah ini, sekadar buat iseng-iseng, saya remote komputer mini Raspberry Pi di rumah, buat lihat di sana hujan apa nggak, hehehe… CCTV DIY ini saya sempat tulis sedikit di artikel ini, sayang kurang mendetail penjelasannya. Mudah-mudahan ada lain waktu untuk menulis tutorialnya.

teamviewer2

PS:
Terima kasih kepada artikel ini dan artikel ini yang memberikan petunjuk instalasi TeamViewer dari jauh melalui SSH (Catatan ini untuk pengingat saya supaya nanti tidak perlu Googling kalau saya memerlukannya lagi).

2 thoughts

    1. Ini lebih ke catatan pribadi aja mas, biar ndak lupa nanti kalau perlu lagi hehe… Mohon maaf jika tidak terlalu jelas pembahasannya :mrgreen:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *