Mengenal Produk-Produk Investasi

Sudah lama tidak menulis tentang perencanaan keuangan. Saya akan mulai dari awal ya.

Sebenarnya investasi adalah hal yang baru buat saya. Waktu kecil, kita diajari menabung. Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya. Hasil penghematan itu kita simpan di celengan ayam. Saya masih ingat waktu masih SD, kita ramai-ramai ke BRI Unit Pakel membuka rekening Tabanas. TabanasBRI namanya (bacanya tabanas-bri, bukan tabanas be-er-i). Dengan gembira saya membaca buku berwarna hijau tua itu dan saldo tabungan saya sebesar 10 ribu rupiah. Jadi begitulah, mindset-nya lebih ke menabung, maksimal deposito.

Ternyata, menabung tidak cukup. Uang kita akan terus tergerus nilainya oleh inflasi. Uang Rp 10.000 jaman saya SD dulu mungkin hari ini setara dengan Rp. 100.000. Tapi tentu saja, menabung jauh lebih baik daripada tidak punya tabungan sama sekali. Investasi adalah salah satu usaha untuk mempertahankan nilai uang, syukur-syukur jika mendapat untung dari sana. Karena usaha, tentu saja bisa jadi untung bisa jadi malah buntung. Istilah kerennya ada faktor risiko di sini. Berbeda dengan tabungan yang dijamin hingga dua miliar oleh pemerintah (Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)), investasi tidak ada jaminan. Bisa untung atau rugi. Namanya juga usaha.

Contoh. Saya punya uang lalu saya belikan anak kambing. Saya pelihara sampai besar lalu dijual untuk kambing kurban. Investasi ini namanya beternak kambing. Saya punya uang dan kebun. Saya beli bibit cabe. Saya tanami kebun saya dengan bibit cabe dan dirawat sampai bisa panen dan hasilnya dijual. Investasi ini namanya bertani cabe. Saya punya uang tapi tidak punya kebun. Saya beli cabe dari petani lalu saya bawa ke pasar induk dan dijual di sana. Investasi ini namanya berdagang cabe.

Istilah keren untuk usaha investasi di atas adalah investasi di sektor riil. Kita lazim mengenalnya sebagai wirausaha atau pengusaha. Business man. Ada faktor untung, rugi, dan risiko di sana. Namanya juga usaha.

Selain sektor riil, ada juga investasi di produk keuangan. Prinsip dasarnya sama dengan investasi di sektor riil: ada usaha dan risiko untung rugi. Dan secara waktu, kita tidak perlu mencurahkan semua waktu untuk usaha di sektor ini. Saya yang pekerja kantoran ini tentu saja harus berhenti jika ingin jadi wirausaha, peternak, atau petani. Di sektor produk keuangan, saya tidak perlu berhenti bekerja. Uang yang akan bekerja untuk saya, halah (kalimat ini motivator keuangan banget ya?).

Produk investasi keuangan sangat banyak dan tidak semua orang menguasai bidang ini. Ada obligasi, sukuk, surat berharga, logam mulia, saham, option, derivatif, indeks, valuta asing, komoditas, dan masih banyak lagi. Masuk pasar keuangan tanpa pengetahuan yang cukup sama saja dengan bakar uang. Risikonya terlalu besar. Jika di pasar induk ada preman, di pasar keuangan ada bandar yang tak terlihat yang siap menerkam investor-investor yang tidak paham produk yang sedang ia investasikan.

Pernah satu rekan kantor saya bertanya, “Mas, saham apa yang bagus buat dibeli sekarang? Saham Telkom bagus ga?” Saya bingung mau menjawab apa. Saya belajar saham sejak 2011, tapi sampai sekarang masih pundung karena belum bisa memahami bagaimana cara yang pas untuk berusaha di pasar saham.

Salah satu pilihan yang cukup bijak adalah menitipkan uang kita kepada pihak yang kita percaya untuk mengelola dan menginvestasikan ke produk yang tepat. Pihak tersebut biasanya mendapat komisi sekian persen dari uang kita sebagai bayaran. Saya pernah ditawari teman untuk mengelola uangnya di pasar saham. Saya bilang, “Wah, ndak berani mas, mengelola uang sendiri saja masih amburadul begini.”

Jika uang kita milyaran, ada banyak orang yang mau mengelola. Perencana keuangan yang terkenal itu sepertinya ada layanan pengelolaan keuangan juga untuk diinvestasikan. Ada perusahaan yang bidangnya ada di pengelolaan keuangan begini. Jadilah nasabahnya, dan kita tinggal duduk saja melihat uang kita berkembang. Dapat fasilitas prioritas pula.

Jika uang kita ratusan ribu saja seperti saya, ada banyak juga yang mau mengelola. Tapi tentu saja tidak secara personal. Ada produk yang mereka keluarkan untuk hal ini. Percayakan uang seratus ribu anda kepada kami. Kami usahakan tahun depan, dengan potensi imbal hasil 20%, tahun depan uang anda akan menjadi seratus dua puluh ribu rupiah, potong seribu rupiah untuk komisi kami. Namun kami tidak menjamin kalau uang anda tinggal lima puluh ribu rupiah. Tapi kami akan berusaha sekuat tenaga kalaupun rugi kerugiannya tidak terlalu besar.

Nama produknya adalah reksadana.

Bagaimana detailnya, akan saya bahas di postingan berikutnya, insya Allah.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

7 thoughts

  1. wah kok ujung postingannya nggantuuuung… #PenontonKecewa
    iya mas, ini saya juga seriiiing sekali dengan kalau investasi yang terhitung paling aman sampai saat ini ya Reksadana. tapi saya ndak paham???? sudah googling pun nggak ada banyak membantu. semoga nanti mas Galih bisa menjelaskan dengan gampang, huhuhu.. soalnya penasaran juga sama apa sebenernya itu Reksadana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *