Mommy’s Day Out!

Sebelum lebaran, saya hanya tertawa jika mendapat meme soal kelakuan pembantu yang biasanya tidak kembali setelah lebaran. Saya punya ART yang sangat baik dan saya cukup yakin ia akan masih tetap bekerja pada kami setelah usai lebaran. Tapi ternyata tidak. Drama Pembantu — begitu teman kantor saya menamainya — itu akhirnya juga kami alami.

Singkat cerita, tiba hari saat kami tidak punya pilihan. Mama mertua sudah pulang kembali setelah dua minggu bersama kami mengasuh Zafran. Istri saya sudah habis cuti. Kami belum sempat survey dan riset mendalam tentang Day Care di sekitar kantor. Jadilah saya ambil cuti dua hari. Tantangannya adalah: berdua saja dengan Zafran tanpa bantuan siapa-siapa. Mommy’s Day Out. Kalau sekarang: Mommy’s WorkTime, Ayah Tinggal di Rumah. Belum pernah begini sebelumnya, biasanya saya kasih ke ibunya jika si Zafran rempong.

Senin pagi. Istri saya berangkat sendiri ke kantor setelah menyiapkan segala kebutuhan Zafran dan saya. Zafran masih tidur. Saya ndelosor di kasur, membuka laptop, remote desktop ke kantor dan membalas beberapa email kantor, menyelesaikan beberapa hal.

Jam delapan pagi si Zafran bangun dan tersenyum. Celingak-celinguk sambil ngantuk melihat kondisi rumah yang sepi dan tidak biasa. Mungkin dia berpikir, tumben ada Ayah tapi kok tidak ada Bunda. Saya berkata dalam hati, “Okeh, tantangan dimulai.”

Tantangan pertama adalah mandi pagi. Acara mandi pagi ini seru sekali karena dia ketawa-ketawa sambil main selang air dan basah semua. Sampai ga mau diangkat dan inginnya tetap di dalam ember berendam air hangat.

Tantangan kedua: sarapan pagi. Ini mungkin adalah yang terberat karena saya belum pernah kasih dia makan. Berhasil sampai lima suap besar dengan bantuan kerupuk. Setelah itu main kereta Thomas and Friends sampai siang.

Jelang makan siang, tiba delivery order dari Hokben untuk makan siang. Di situ saya melakukan kesalahan. Zafran bilang, “Ayah… nyong… nta… susyu… kat…” Maksudnya, “Ayah, tolong minta susu cokelat.” Karena ini tidak masuk SOP yang sudah diajarkan ibunya, ya saya kasih dia dan memang susu Ultra Mimi rasa cokelat itu habis dalam beberapa kali sedot. Ternyata itu tanda dia sudah lapar. Seharusnya saya kasih langsung dia makan siang. Jadilah makan siang jam 12 gagal. Saya akhirnya makan siang duluan.

Setelah itu seharusnya jadwal dia tidur siang. Tapi maunya main terus sambil lihat TV acara Ryan’s Toys Review di Youtube. Jam setengah dua saya coba dudukkan lagi ke kursi makan dan ajak makan siang. Alhamdulillah ada dua atau tiga suap nasi dan dua gorengan Hokben habis. Setelah itu saya mulai berpikir kapan bisa mandi dan sholat Dzuhur. Jadinya jurus andalan dikeluarkan. Kasih handphone dan dia anteng nonton Youtube dari handphone.

Biasanya kalau sudah dikasih handphone, susah sekali membujuknya berhenti. Jadi sore itu saya ajak keluar dan ke tempat cuci mobil. Di tempat cuci mobil, ruang tunggunya penuh asap rokok. Jadi kami bermain saja di luar di sekitar situ. Saya pegang Percy, Zafran pegang Thomas. Setelah cuci mobil, kami menjemput Bunda ke tempat pemberhentian mobil shuttle kantor untuk area Jakarta Selatan. Di mobil, Zafran tidur pulas sekali di car seat-nya.

Alhamdulillah.

Hei Zaf! Ayah waktu menulis ini belum tahu tahun berapa kamu akan baca tulisan ini, but this is just one of our best time together. Memberi makan kamu adalah hal yang paling stressful tapi ketika kamu mau makan, kegembiraannya juga meluap-luap.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *