Hadir Seutuhnya

Hari Minggu kemarin adalah hari keluarga. Setelah kehilangan beberapa weekend karena saya harus lembur di kantor dan mengajar pelatihan iOS Development di Fasilkom UI, kemarin saya menemani Zafran mencoba bermain di Chipmunks, Kota Kasablanka.

Awalnya si Zafran takut-takut untuk mencoba wahana permainan petualangan yang beberapa mengandung unsur ketinggian. Tapi saya dorong dia dan menemaninya naik tangga sampai lantai tiga. Setelah itu dia ketagihan dan berulang-ulang naik perosotan sampai sore. Bapaknya yang akhirnya ngos-ngosan mengejar-ngejar. Sampai tak berasa sampai ada lebam di kakinya. Tampaknya sempat kebentur apa gitu. Tapi dia tidak menangis dan malah ketawa-tawa.

One of our best time.

Saya sempat melihat anak-anak lain bermain. Banyak yang bermain sambil ditemani mba pengasuhnya. Ada yang pengasuhnya dua (pakai seragam yang sama). Lha saya jadi bertanya-tanya, kemana orang tuanya? Ada beberapa yang duduk-duduk di ruang tunggu sambil menyeruput Frappucino. Sudah bayar mahal, yang dapat bonding-nya embaknya lagi. Kita ini weekdays sudah tidak bisa ketemu dengan anak, kok weekend masih dikasih ke pengasuhnya, kapan anak bisa akrab dengan ayah bundanya dong?

Saya lupa mulai kapan, saya tidak mengajak mbak pengasuhnya Zafran kalau keluar weekend. Cukup bertiga saja. Pasalnya, saya sering tidak kebagian gendong. Akhirnya saya main gadget sendiri. Saya kadang-kadang sampai dicap pelit karena tidak mau mengajak pengasuh keluar. Bahkan ada yang mengkritik buat apa mahal-mahal bayar pengasuh kalau harus menggendong sendiri. Alasannya, saya tidak ingin Zafran lebih akrab ke pengasuh daripada ke ayah bundanya sendiri. Capeknya dobel memang, karena pulangnya masih harus menyetir mobil. Tapi puas.

Ada lagi anak yang bermain ditemani orang tuanya. Tapi orang tuanya lebih sering melihat ke gadgetnya. Mereka hanya hadir separuh, fisiknya saja, tapi pikirannya tidak di sana. I have to do better than them.

Saya melihat dan mengamati untuk belajar. Saya adalah orang yang kecanduan gadget parah. Sangat sering istri saya mengingatkan kalau saya tidak hadir seutuhnya untuk Zafran. Pengalaman melihat begini membuat saya introspeksi. Kebetulan kemarin HP saya batreinya habis. Saya tidak suka bawa-bawa power bank. Ketika tidak ada gadget, ternyata saya bisa menghadirkan diri sepenuhnya untuk Zafran. Tertawa bersama-sama. Mungkin nanti, sebaiknya memang tidak usah ada gadget.

2016-05-23_08-33-47_26908366450_o

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

3 thoughts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *