#AADC2

Dian Sastro adalah first crush kebanyakan cowok-cowok ABG waktu #AADC1 keluar. Definisi wanita cantik itu ya Dian Sastro. Berapa banyak yang patah hati ketika Dian Sastro menikah? Nicholas Saputra juga, sangat digila-gilai oleh semua cewek pada masa itu. Jadi, film #AADC2 tidak hanya tentang reuni Cinta dan Rangga tetapi membangkitkan kenangan lama semua fans Dian Sastro dan Nicholas Saputra.

Saya dari bangku kedua paling bawah bioskop XXI Trans Studio Mall Bandung menikmati itu semua. Saya kebetulan tidak punya kenangan romantis khusus waktu #AADC1, tapi buat yang punya, pasti efeknya jadi dobel.

Saya menikmati betapa kuatnya chemistry antara Cinta dan Rangga. Pemain watak semua. Tidak ada kesan mereka berdua sedang berakting. Saya seperti benar-benar melihat dua orang yang memendam perasaan yang belum selesai selama bertahun-tahun, dan dengan kesempatan yang singkat itu mereka ingin menyelesaikan semuanya. Melihat senyum Dian Sastro yang charming, tetap amat sangat super duper cantik. Brrrr. What a woman! MILF! Pertemanan Sehat! Jangan sampai kendor!

Majalah Rolling Stone Indonesia memberikan kritik bahwa tidak ada dasar yang kuat untuk melanjutkan cerita Cinta dan Rangga karena tidak realistis. Saya setuju, tapi mungkin karena memang film ini dibuat untuk tidak realistis! Bagaimana bisa Cinta yang tinggal di Jakarta, Rangga di New York, bertemu tak sengaja di Yogyakarta! Probabilitasnya hanya 0,000000009283728%.

Film ini dibuat untuk membangkitkan kenangan lama, reuni Cinta dan Rangga dalam kondisi yang sudah dewasa yang tumbuh bersama fans-nya. Saya tidak butuh cerita realistis. Saya butuh Dian Sastro beradu akting lagi dengan Nicholas Saputra untuk menyelesaikan kisah lama mereka. Antusiasme itu jelas terlihat waktu iklan Line yang viral. Sayang jika tidak dimanfaatkan.

Jadi satu-satunya kekuatan film ini adalah kekuatan chemistry antara Cinta dan Rangga ditambah dukungan Geng Cinta. Itu sudah lebih dari cukup. Mungkin tidak ada yang bisa melakukannya kecuali Dian Sastro dan Nicholas Saputra. Tidak juga mereka di film yang lain. Terima kasih telah menghidupkan kembali dua tokoh yang telah menjadi bagian buku sejarah semua anak-anak 90-an. Dan ga usah ada sekuel-nya. Cerita mereka sudah selesai di #AADC2.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

5 thoughts

    1. Kalau saya lebih seperti Galih dan Ratna, chemistry Rano Karno dan Yessy Gusman itu kuat banget. Dan di dunia nyata mereka berdua jalan sendiri-sendiri sama pasangan masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *