Unsur-Unsur Judi

Khutbah Jumat biasanya membosankan dan karenanya menjadi perdjoeangan melawan kantuk. Karena memang sudah ada anjuran untuk para khatib untuk berpesan mengenai takwa kepada Allah SWT. Ittaqullah. Ittaqullah haqqa tuqatih. Jadi pengembangan khutbahnya akan ada di sekitar itu.

Tapi khutbah Jumat kemarin di parkiran P2 City Plaza agak sedikit berbeda. Dibawakan oleh Ustadz Ahmad Sarwat yang pakar fiqih, topik yang dibahas adalah kriteria-kriteria judi. Karena bahasannya fiqih, jadi seperti biasa saya terkantuk-kantuk. Tiba-tiba saya ingat sesuatu dan bangun dan mengikuti dengan cermat, bahkan sampai membuka catatan mengenai ini.

Jadi menurut ustadz Ahmad Sarwat yang juga mengasuh situs rumahfiqih.com itu, kriteria judi ada empat macam, yaitu:

  • Ada dua pihak atau lebih yang bertransaksi
  • Ada pertaruhan antara pihak-pihak tersebut
  • Ada harta yang dipertaruhkan
  • Yang menang berhak atas harta yang kalah

Beliau mencontohkan sebuah lomba yang mulia macam Musabaqah Tilawatil Qur’an saja bisa menjadi judi jika tidak hati-hati dalam mengelola keuangan yang menjadi hadiah. Arisan, bisa menjadi judi bisa juga tidak. Permainan kartu juga bisa menjadi judi bisa juga tidak. Setiap kegiatan tersebut bisa diujikan ke kriteria di atas untuk bisa jadi judi atau bukan.

Lalu apa yang membuat saya tiba-tiba bangun mengikuti khutbah ini? Foto ini.

IMG_4225

Ini saya dapat di wahana permainan di Transmart Cilandak. Banyak macamnya. Juga beberapa kali saya temukan di depan Alfamart atau Indomaret, cuma saya ga tau yang di Alfa itu mesin penjual atau permainan juga.

Ini cara mainnya dengan memasukkan koin atau menggesekkan kartu isi ulang, kemudian kita berusaha untuk menangkap boneka yang ada di situ lalu membawanya keluar ke lubang hadiah. Jika berhasil, hadiah tersebut boleh dibawa pulang. Kenyataannya, membawa pulang hadiah ini sulit sekali dan beberapa kali gesek sebenarnya sudah bisa untuk membeli boneka hadiah itu.

Kalau dicermati lagi, tidakkah itu sudah memenuhi unsur judi yang dipaparkan Ustadz Ahmad Sarwat di atas? Dan alat judi ini disajikan sebagai permainan anak-anak yang menyenangkan. Buat orang tua yang kurang teliti, mereka tidak sadar bahwa telah membuat anak-anaknya bermain judi dengan riang gembira.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

7 thoughts

    1. Belum tentu Mba Aisyah. Jika tidak ada keterlibatan harta, itu bukan judi hanya permainan saja. Badminton, sepakbola, kalau tidak ada uang taruhan menjadi permainan biasa yang menyehatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *