Alat-Alat untuk Membuat Aplikasi iOS

Apa saja yang diperlukan untuk membuat sebuah aplikasi iOS? Saya belajar banyak dari teman-teman yang mengajak saya terlibat dalam proyek mereka. Jadi saya banyak-banyak berterima kasih karena ada banyak sekali yang bisa dipelajari dari proyek itu.

Saya mencatat ada beberapa tools yang digunakan:

  1. Mac dan XCode.
    Tentu saja. Inilah entry barrier terbesar para programmer untuk masuk ke dalam lingkungan pengembangan Apple. Swift memang baru saja dibuat open source oleh Apple, tapi pustaka-pustaka standar-nya tidak. Jadi saya pikir masih perlu waktu dua sampai tiga tahun lagi untuk bisa melihat ada lingkungan pengembangan untuk iOS hadir di non Mac.
  2. Cocoapods.
    Ini adalah situs kumpulan pustaka-pustaka tambahan di luar pustaka standar iOS. Tidak perlu membuat dari awal, istilahnya don’t reinvent the wheel. Misalnya ingin membuat menu geser, kita tinggal cari di Cocoapods, install, lalu pakai.
  3. Gitlab.
    Gitlab adalah situs manajemen dan kolaborasi source code pengembangan. Di kantor, kami masih memakai CVS dan SVN untuk kolaborasi. Jadi penggunaan Gitlab ini masih baru buat saya. Banyak fitur Gitlab yang bermanfaat yang tidak dimiliki oleh CVS. Jadi mungkin ke depan saya akan terapkan ini di tim saya di kantor.
  4. DeployGate
    Ini situs untuk pengetesan. Paket binary dari aplikasi iOS dibundel dalam satu file *.ipa. Apple mengharuskan setiap device yang melakukan pengetesan dicatat dan didaftarkan dalam sebuah sertifikat. Jadi tidak semua device bisa menjalankan ini. Situs DeployGate ini memudahkan proses pengetesan ini.
  5. OneSignal
    Untuk masalah push notification, karena satu proyek biasanya harus mengerjakan di minimal dua platform (iOS dan Android), menulis prosedur satu per satu tentu tidak praktis. Situs ini menyediakan layanan push service untuk semua platform.
  6. Macincloud.com
    Macbook Pro saya masuk bengkel lagi pada waktu proyek masih berjalan. Saya rasa Mac saya tidak akan pernah kembali ke kondisi semua setelah logic board nya kena. Kalau dapat proyek iOS lagi, mungkin mendingan saya beli baru dan Mac yang ini saya jual.
    Jadi saya menyewa Mac dari Macincloud.com untuk meneruskan proyek ini. Yang diperlukan hanya koneksi internet yang cukup (tidak perlu kencang, tapi cukup). Saya mendapatkan Mac Mini yang lebih kencang daripada MacBook saya. Saya jadi berpikir mungkin lebih menguntungkan sewa begini daripada beli Mac baru.

Apa lagi ya? Sementara itu dulu. Monggo kalau mau menambahkan.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

3 thoughts

  1. * 2. Kalau koneksi internet lambat & kuota terbatas, saya gak menyarankan pakai CocoaPod, karena pertama kali dia install sebuah framework / library, si cocoapod ini bakal update spec nya (semacam local repo) dan terakhir ukuran repo spec ini sekitar 418 MB++. Alternativenya bisa pakai Carthage, lebih simple, dia cuma download frameworknya aja, tapi di sisi developer masih perlu setting XCode utk pakai framework tadi (gak susah, cuma tinggal klak-klik saja)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *