Masih Setahun ya?

Kemarin saya hidup di jalan sekitar lima jam karena mengantar-jemput isteri saya yang sedang meeting di hotel Atria, Gading Serpong. Jauh dan macet pula. Setelah itu saya kembali ke kantor. Saya sengaja pulang lebih awal untuk antisipasi macet ke arah Tangerang. Sama saja. Sejak kenaikan tarif tol, gerbang tol Karang Tengah, gerbang utamanya tol Jakarta-Tangerang-Merak itu, macet panjang mulai dari simpang susun ke tol JORR barat.

Sampai hotel isteri saya masih belum selesai meeting. Saya duduk di lobi sambil menikmati suasana lobi yang sayup-sayup terdengar musik jazz mengalun. Cuaca gerimis. Ternyata tiba-tiba ketemu teman saya yang juga sedang meeting, “Halo bro, ikutan meeting?” sapa dia.

“Oh, enggak, ga ikutan meeting. Aku jemput istri yang lagi meeting.” jawab saya.

“Oh ya ya, baru setahun lebih kan ya? Maklum lah ya, masih sayang istri.”

Lha? Emang sayang istri ada umurnya ya? Buat saya ini pernyataan yangΒ aneh. Mungkin banyak orang mengalami cinta dan sayang itu akan memudar seiring usia pernikahan. Saya akan tunjukkan kalau itu salah.

Setidaknya di keluarga kami.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

9 thoughts

  1. wah sekarang pemikiran org-org lg sama kali ya mas, saya dalam 1 minggu ini di curhatin orang yang mau cerai setelah pernikahan puluhan tahun dengan alasan sering bertengkar.. #bingung
    #ehcurcol πŸ˜€

  2. Ahg ada ada aja tuh yang nanya ya.
    Beda tipe suaminya kali ya πŸ˜€

    Alhamdulilah hampir 8 tahun masih sering nganter jemput kesana kemari, akunya aja yang kadang ngerasa takut ngerepotin jadi ya pergi sendiri aja gitu πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *