Reksadana Syariah

Salah seorang teman memberi link berita di Detik tentang dibekukannya operasi PT Danareksa karena gagal bayar dalam praktik repo/gadai saham. Teman saya ini menanyakan bagaimana nasib reksadananya. Saya kira banyak yang bingung antara Danareksa dengan Reksadana sehingga muncul pertanyaan ini. Apalagi, PT. Danareksa juga mengeluarkan produk reksadana. Nah lo. Saya akhirnya menjelaskan bahwa berbeda antara reksadana dan Danareksa.

Tapi dari situ terbersit pertanyaan baru di benak saya soal reksadana syariah.

Jadi begini, Dewan Syariah Nasional, salah satu divisi Majelis Ulama Indonesia, mengeluarkan daftar-daftar saham syariah. Daftarnya terangkum di Jakarta Islamic Index. DSN ini menyeleksi dan meneliti perusahaan-perusahaan yang listing di bursa saham dan merekomendasikan apakah saham itu syar’i atau tidak. Salah satu poin penilaiannya adalah bidang usaha perusahaan itu, kemudian bagaimana perusahaan itu menjalankan bisnisnya. Tentu saja bank tidak termasuk karena alasah riba. Anda tidak akan menemukan BBRI dan BMRI di Jakarta Islamic Index. Juga minuman keras dan rokok.

Apakah sudah cukup sampai di sini? Melihat sepak terjang Danareksa yang dibekukan (sekarang sudah dibuka lagi), saya rasa tidak cukup reksadana syariah dinilai dari portofolio investasinya saja. Cara manajer investasi mengelola dananya juga harus dinilai. Reksadana syariah tidak boleh dikelola dengan praktik-praktik yang terlarang seperti insider tradingcornering, atau yang dilakukan oleh Danareksa: melakukan penjaminan atas repo atau gadai saham PT. Sekawan Intipratama (SIAP). Perusahaan apa itu? Saya juga tidak tahu, hehe…

Sama dengan bisnis biasa saja sih. Misalnya kita jadi penjual cabe. Cabe itu halal untuk diperdagangkan. Syar’i. Tapi kalau kita menjualnya dengan cara mengurangi timbangan, mencampur yang busuk dengan yang bagus untuk mengelabuhi pembeli, itu jadi tidak halal lagi. Kira-kira begitu analoginya.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

One thought

  1. Semua reksadana yang saya beli itu syariah. Jadi saya nggak kuatir dengan kinerja manajer investasinya.

    Tapi saya memang cukup terkejut Danareksa Sekuritas ikutan main praktek goreng-gorengan ini. Sayang, padahal mereka pemain besar kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *