Mecoba TP-LINK NC200, IP Camera Cloud

Waktu melihat-lihat iklan paket pemasangan CCTV, saya bertanya-tanya mengapa harganya masih sangat mahal di saat teknologi sudah jauh berkembang. Untuk paket CCTV yang paling jadul saja, yaitu hanya kamera analog yang disambungkan ke perangkat DVR lalu outputnya ditampilkan di TV — tanpa fitur internet sama sekali, harganya masih 1,5 jutaan. Untuk yang bisa dilihat lewat internet harganya jauh lebih mahal, bisa nyaris 5 juta untuk tiga atau empat titik kamera.

Padahal dengan teknologi sekarang, kita bisa memanfaatkan webcam dan PC bekas untuk dijadikan CCTV sederhana. Saya pernah merakit webcam dan raspberry pi. Total biaya yang dikeluarkan di bawah satu juta.

Tetapi kelemahan Raspberry Pi, seperti perangkat do it yourself lainnya, adalah ketidakstabilan dan jauh dari kesan profesional. Karena arus listrik Raspi yang kecil, cukup sulit menghidupi sebuah USB Webcam lebih dari satu meskipun sudah memakai USB hub dengan catu daya sendiri. Apalagi jika webcam tersebut memakai kabel ekstension yang panjang. Webcam yang saya sambung dengan kabel USB 10 meter akhirnya tidak bisa berfungsi karena kekurangan arus listrik.

Alternatif solusinya, saya harus mendekatkan raspberry pi ke titik kamera. Karena saat ini raspberry pi itu saya pakai sebagai pemutar video untuk menonton film dan Youtube (another do-it-yourself smart TV project), saya tidak bisa memakai ini sebagai CCTV dan harus membeli satu lagi. Jika setiap titik harus ada satu raspberry pi, jatuhnya harganya mahal juga. Jauh dari semangat berhemat dan do-it-yourself hehe.

Akhirnya saya browsing-browsing online shop mencari IP Camera. Teknologi telah menjadikan harganya terjangkau. Dan saya menemukan TP-LINK NC200 ini. Sebuah IP Camera yang mendukung WiFi. Artinya saya tidak perlu kabel LAN dan bisa dipasang di mana saja di area WiFi rumah. Di Bhinneka harganya 400 ribu. Artinya jika empat titik, biayanya 1,6 juta. Harga yang hanya mendapatkan CCTV konvensional di tukang pasang CCTV.

Ada satu lagi fitur menarik di kamera NC200 ini, yaitu fitur cloud. Ini menyelesaikan masalah bagi mereka yang tidak memiliki sambungan internet broadband (seperti Speedy atau First Media). Tanpa internet broadband, kita tidak mungkin mengakses kamera dari internet. Tetapi dengan fitur cloud ini, dengan modem 3G atau 4G, kamera akan mengirim stream gambarnya ke server cloud milik TP-LINK (tplinkcloud.com), kemudian kita login ke cloud tersebut untuk mengaksesnya. Keren.

Kamera NC200 ini juga memiliki fitur notifikasi dan deteksi gerakan. Jika kamera mendeteksi gerakan, dia bisa mengirimkan gambarnya melalui email atau menaruhnya ke FTP server. Saya sudah coba dengan sukses fitur pengiriman email ini, tetapi masih belum berhasil untuk yang fitur FTP.

Jadi kembali ke pertanyaan awal tadi, kenapa paket CCTV di tukang pasang itu jauh lebih mahal? Apa karena perangkat DVR-nya yang mahal? Padahal DVR sudah bisa diganti dengan software komputer. Atau karena ilmunya yang bikin mahal? Mungkin. Bisa jadi. Di sini saya hanya ingin menyampaikan bahwa ada alternatif yang mungkin tidak seprofesional dari tukang jasa pasang CCTV, tapi cukup dengan kebutuhan dengan harga yang lebih ekonomis.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

4 thoughts

  1. Mas, sy tertarik mau beli TP-LINK NC200, dirumah pakai firstmedia, sy pakai hp android, so sy hrs pakai apps TP-LINK tpCamera yg ada di Play Store untuk connect ke cameranya. Masalahnya kok sy baca comment2nya hampir semua kasih comment jelek, katanya susah connect, dll. Mas ngalamin masalah ini ga? Sy jd ragu2 buat beli. Thanks before..

      1. o gitu ya mas, berarti bener yg comment2 jelek itu, kalo dari TP-LINK nya jawabannya begini: “The new firmware of camera improves stability of the cam, pls upgrade ur cam to the latest version”. Ga tau deh bener ga tuh stlh diupdate firmware nya jd bagus lg ato ga. Sepertinya sy hold dulu beli cam ini 🙂 Sementara masih pake hp android lama yg ga kepake sbg cctv dirmh, pake aplikasi PICKET di android, bagus, gampang connect, belum ada masalah sampai saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *