Memulai Perjalanan Bersama Android

Sudah dua kali handphone isteri saya jatuh dan LCD-nya pecah berantakan. Sekali LCD-nya diganti, saya melihat ada penurunan kualitas gambar. Kali kedua, kualitas gambarnya makin menurun. Baterai-nya juga menurun drastis. Karena itu, isteri saya memutuskan untuk ganti handphone baru. Dari iPhone 4S ke Redmi 4i yang berbasis Android.

Lho, kok ga ke iPhone 6 atau iPhone 5S? Alasan pertama (alasan jujur hehe), adalah, bahwa kondisi finansial keluarga sudah tidak memungkinkan untuk membeli iPhone. Atau dengan kata lain, prioritas keuangan keluarga kami sudah bukan di gadget lagi, tapi selain untuk kebutuhan sehari-hari, juga untuk menyiapkan pendidikan Zafran yang jika dihitung-hitung, melirik angkanya pun tak berani.

Alasan kedua, alasan yang lebih teknis dan sok objektif, apakah saat ini iPhone masih yang terbaik? Apakah dengan harga semahal itu sepadan dengan fitur yang diberikannya? Ya, kalau melihat merk, image, gengsi, kelas, iPhone adalah pilihan utama. Dari sisi spesifikasi dan fitur, dari dulu sebenarnya iPhone sudah agak ketinggalan, tapi saya melihat setelah iPhone 4S, jarak itu makin jauh. Ponsel-ponsel Android semakin berlari berkembang pesat.

Apakah tanda-tanda alam, selang sehari sebelum flash sale-nya Mi 4i, Macbook Pro saya tiba-tiba mati. Ga ada angin ga ada hujan, mati aja gitu. Keesokan harinya saya bawa ke bengkel Mac di Roxy Square, saya pikir hanya sekadar koneksi power. Dhuar, dua hari setelah itu SMS dari tukangnya bikin saya shock, motherboad nya yang kena. Saya masih mencoba mencari second opinion dari bengkel lain, kalau memang mati beneran paling saya ambil hardisk-nya aja untuk copy data-nya. Again, sudah bukan waktunya lagi beli sesuatu yang fancy-fancy seperti Mac. Niat saya untuk belajar bikin aplikasi iOS juga harus diurungkan.

Jadi begitulah, mungkin sudah waktunya untuk memulai perjalanan bersama Android. Laptop kantor saya install Android SDK buat belajar bikin aplikasi Android. Sementara saya masih bertahan dengan iPhone 4S dan iPad 3, semoga mereka bisa bertahan selama mungkin, hehehe…

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

5 thoughts

  1. wah hp kalo sudah pecah, lebih baik segera dibuang aja bro. pengalamanku membuktikan demikian. pecah, diservisne, ntek akeh, bukan kepuasan yang didapat, malah kekecewaan yang mendalam wkwkkwkw…

    selamat datang di keluarga besar android, wahai pengguna ios :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *