Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar

Bahasa Indonesia itu mudah karena menjadi bahasa sehari-hari. Tetapi untuk bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, itu urusan lain. Banyak faktor saya rasa. Selain karena strukturnya yang memang sulit, kita punya bahasa Indonesia yang tidak baku sehingga orang yang berbicara dengan baik dan benar akan menjadi terdengar aneh.

Nggak usah jauh-jauh, masih banyak orang tidak bisa membedakan dan tidak mau menulis dengan benar “di” sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dengan “di-” sebagai awalan.

Kemarin di jalan tol Jakarta-Bandung, saya melihat papan pesan petunjuk berbunyi begini. “Cikunir-Cikampek Lancar. Agar Jaga Jarak Aman”. Kalimat kedua tidak memiliki subjek! Padahal kalimat Bahasa Indonesia yang baik dan benar minimum memiliki satu subjek dan satu predikat. “Agar” adalah kata sambung. Jika kalimat itu menjadi “Jaga Jarak Aman” saja, kalimat tersebut malah jadi benar.

Saya menulis ini karena tadi pagi waktu berangkat ke kantor saya membaca rambu-rambu berbunyi, “Hindari Jl. Rasuna Said. Sedang Ada Pembangunan Flyover Sisi Selatan. Agar Mencari Jalan Alternatif”.

Salah satu alasan saya ngeblog dengan bahasa yang setengah resmi karena saya ingin berlatih dan mempertahankan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Jadi kalau ditelusuri, kesalahan struktur di tulisan saya juga pasti banyak, hehehe…

Bahan Bacaan: Preposisi (Wikipedia).

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

One thought

  1. Saya juga merasa aneh dengan penggunaan kata “agar” yang sering terasa aneh. Juga penempatan “di” sebagai imbuhan ataukah sebagai penunjuk tempat, sangat sering salah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *