Kapan Beli?

Meskipun strategi saya sekarang berubah menjadi investor jangka panjang (lebih dari lima tahun), saya masih menggunakan timing untuk beli saham. Banyak yang menyarankan agar beli rutin saja tanpa melihat harga karena tidak ada orang yang bisa menebak arah harga saham. Tetapi di sini saya masih ingin belajar analisis teknikal, kali aja saya menemukan rumus ajaib yang bisa memprediksikan harga saham besok, hehe…

Karena saya hanya analisis untuk kapan sebaiknya beli tanpa beban kapan harus menjualnya kembali (jualnya sepuluh tahun lagi, insya Allah), saya bisa lebih asal-asalan saja bikin analisis. Tidak pakai alat yang biasa seperti Moving Average, MACD, Fibonacci Retracement, dll. Itu alat buat daily trader.

Tapi saya tetap pakai garis support/resistance kok, cuma nariknya aja yang sembarangan. Pada prinsipnya, garis support adalah garis imajiner dimana dia susah sekali tembus ke bawah. Jika ada beberapa kali kesempatan harganya naik di sekitar garis itu, besar kemungkinan nanti kalau harga ada di sekitar itu lagi, juga akan memantul ke atas (rebound). Garis ressistance adalah sebaliknya.

Misalnya chart lanjutan dari SSIA.JK lagi. Postingan awal saya di sini. Di situ saya sedang memprediksikan garis ressistance-nya ada di 850 sehingga saya nunggu beli lagi di 735. Ternyata harganya tembus terus ke atas hingga sekarang seperti grafik di bawah ini.

Capture

Karena harga puncak ada di 1078, saya pakai itu sebagai ressistance. Saya tidak ada action sama sekali karena saya menunggu lagi di harga 850-an. Ternyata setelah itu tembus lagi naik ke atas. Kalau naik ke atas gitu saya ga berani beli, takut harganya turun. Akhirnya pola naik turun terbentuk lagi di harga 1200. Hari ini harga SSIA.JK ada di sekitar itu, sehingga saya beli lagi satu atau dua lot.

Bagaimana kalau besok turun? Ya ga apa-apa, tunggu sampai punya uang lagi untuk beli lagi di harga yang lebih murah. Selama perusahaannya sehat, waktu jualannya masih sepuluh tahunan lagi. Soalnya kalau takut harganya turun sehingga rugi, bisa-bisa malah ga ada action. Ga beli ya ga jual. Take the risk, itu prinsip dasarnya investasi di pasar modal.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *