Tentang Yii Framework

Zaman sekarang, bukan saatnya lagi reinvent the wheel. Atau kurang lebih mengulangi mengerjakan apa yang sudah dikerjakan orang lain. Fokus ke kebutuhan.

Misalnya membuat website. Bukan saatnya lagi – setidaknya – mendesain degan Photoshop, mengguntingnya menjadi potongan gambar kecil-, lalu menyelesaikannyadi Dreamweaver. Itu metode sepuluh tahun yan lalu. Sekarang yang saya lakukan adalah memulainya dengan meng-install WordPress, lalu menyesuaikannya menurut kebutuhan. Baik di sisi tampilan, menambahkan plugin, dll.

Saya sejak lama ingin memiliki tools yang secepat custom WordPress kalau ingin membuat aplikasi berbasis web. Harapannya simpel, bahan dasarnya sudah ada, tinggal ngelanjutin. Kalau bisa tinggal rakit kayak lemari Olympic (eh, sekarang jamannya IKEA ding). Jadi saya tidak ingin membuat form untuk Create, Update, Delete (CRUD), membuat validasi input, dan sebagainya.

Sempat saya eksplorasi Drupal, dan menemukan ternyata Drupal terlalu sulit disesuaikan untuk aplikasi web. Sempat eksplorasi framework Code Igniter, tetapi saya melihat CI masih hanya menyediakan semen dan batu saja, belum sampai ke “tinggal rakit”. Memang banyak cara menjadikan CI seperti itu, tapi karena itu bukan bawaan CI, jadi sebaiknya saya pakai framework yang lain.

Di Java, dulu saya pernah membuat aplikasi dengan JBoss Seam dengan cepat. Seam punya generator untuk CRUD sehingga saya cukup membuat database-nya saja. Kakak saya, pengguna aplikasi itu, bisa dibujuk untuk bersusah-susah dengan antar muka yang sangat basic itu. Itu saja sudah banyak membantu pekerjaan yang biasanya manual. Lupa saya nama aplikasinya.

Saya pun ingin seperti itu di PHP. Mengapa tidak Java? Karena Java sama sekali tidak populer selain di dunia enterprise. Lagian, sepertinya Seam juga tidak populer. Rekan-rekan programmer yang masih aktif menulis program Java lebih suka memakai PrimeFaces atau RichFaces. Lalu, hosting web di luar sana hanya menyediakan platform berbasis PHP. Kalau mau maksa pakai Java, harus sewa VPS atau Cloud server sendiri.

Waktu menemani Zafran bobok siang, saya mencari tahu framework PHP yang paling populer. Yang punya generator CRUD secara built-in. Saya menemukan ada Lavarell dan YII. Saya memutuskan untuk mencoba YII dulu.

Sepertinya YII adalah framework yang saya cari. Kenapa CRUD generator penting? Karena setiap database penyimpan data memerlukan operasi ini. Dan membuat antar muka ini satu per satu sangat menyita waktu dan melelahkan. Tentu sangat menyenangkan jika saya tinggal sebutkan database-nya, lalu antar mukanya dibuatkan secara otomatis. Selanjutnya, saya tinggal melakukan penyesuaian. Langsung fokus ke kebutuhan bisnis.

Kira-kira begitu.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *