Penulis Favorit

Mana yang duluan, tokoh-tokoh dalam buku yang mempengaruhi karakter atau pembaca buku memilih buku yang sesuai dengan karakternya? Dalam kasus saya, saya rasa pemilihan bacaan saat saya SD hingga SMP sangat mempengaruhi perkembangan karakter saya.

Waktu SD, saya dikenalkan dengan Lima Sekawan (Enyd Blyton) dan kisah Trio Detektif. Saya sangat tertarik dengan tokoh Jupiter Jones karena ia berperawakan gemuk dan mengutamakan kecerdasan berpikir daripada fisik. Di perpustakaan kecil di sekolah, saya mengenal betul perjuangan Letkol Soeharto dalam kisah Serangan Umum 1 Maret. Lengkap, ada bentuk komik dan novel. Sekarang saya sangat mengagumi bagaimana cara Orde Baru melakukan pencitraan sejak dini di sekolah-sekolah.

Di SMP, saya sebenarnya ikut-ikutan kakak. Bacaan saya masih seputar kisah detektif. Tetapi bukan Sherlock Holmes yang lebih populer di kalangan remaja saat itu, saya lebih mengenal tokoh Hercule Poirot. Jika teman-teman mengenal saya sebagai orang yang sombong dan angkuh, mungkin kalian akan menemukan sedikit kemiripannya dengan tokoh ini.

Tidak banyak nama penulis yang saya kenal, jadi jika ditanya siapa penulis favorit, jawaban saya pasti Agatha Christie karena pengaruh tokoh-tokoh ciptaannya yang lumayan mencuci otak. Selain Poirot, saya mengenal Sir Charles Cartwright (Three Act Tragedy) dan Anthony Cade (The Secret of Chimneys).

Di salah satu cerita, Poirot mengenal karakter korban dengan cara mengenali buku-buku yang dibacanya. Orang cenderung memilih buku yang sesuai dengan karakternya, begitu teorinya.

Untuk penulis lokal, penulis favorit saya adalah Dee. Saya suka detail dan kedalaman risetnya. Jarang ada penulis Indonesia yang begitu kecuali penulis-penulis klasik seperti Pramoedya, Mira W, atau Sutan Takdir Alisyahbana. Dee bisa membawakan hal yang detail dengan cara populer sehingga enak dibaca generasi sekarang. Tokoh-tokoh ciptaannya yang berkesan buat saya adalah Elektra dan Diva. Saking berkesannya, sampai-sampai salah satu blogger yang artikelnya sering saya baca mengingatkan saya pada tokoh Diva. Sama-sama pedas 😀

Kemampuan membaca buku saya menurun drastis mungkin sejak adanya Twitter. Entah kenapa saya kehilangan kemampuan mengikuti sebuah alur dan lebih suka membaca kultwit-kultwit para selebritis Twitter. Mungkin saya belum menemukan buku yang bagus kali ya. Kalau teman-teman sidang pembaca blog saya punya judul buku yang sesuai dengan selera saya ini, mohon dengan sangat diinformasikan.

Hatur nuhun.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *