Akhirnya, Indovision

Berawal dari capeknya komplain ke BigTV, kemudian saya biarkan TV itu ga beres sampai berminggu-minggu (dan tontonan kami setelah itu hanyalah YKS), akhirnya saya berlangganan Indovision. Pilihan terakhir yang saya buat dengan pertimbangan pamungkas bahwa kita harus mau membayar lebih mahal untuk layanan yang berkualitas. Isteri saya senyum-senyum saja waktu saya girang bisa nonton pertandingan final Roland Garros antara Nadal vs Djokovic semalam. Quote of the day darinya kemarin adalah, “Yang bisa kasih tahu Mas Galih ya Mas Galih sendiri…” he he he…

Lha ya gimana, Indovision emang mahal. Kalau ada yang murah dan bagus, kenapa tidak? Saya memilih BigTV karena memang tayangan HD-nya banyak. Saudara tuanya, FirstMedia, memiliki reputasi yang bagus. Jadi saya pikir BigTV juga bagus, good for value.

Ketika akhirnya memutuskan mencari TV langganan lain, pilihan saya jatuh ke Telkomvision. Ternyata Telkomvision sudah dibeli taipan bisnis Chairul Tanjung dan menjadi TransVision. Saya cek harganya mahal juga.

Tiba-tiba saya berpikir, BigTV butuh 140 ribu per bulan. Indovision butuh 170 ribu per bulan. Cuma 30 ribu bedanya dan saya bilang itu overpriced? Hwaa… kenapa saya baru sadar yah? Tanpa pikir panjang lagi, saya nelpon customer care-nya untuk daftar pasang baru.

Hanya berselang tiga hari, saya ditelepon orang Indovision dan menanyakan apakah bisa hari Sabtu dipasang. Satu wow. Saya bilang saya sedang diluar kota apakah bisa dipasang hari Minggu sore. Ternyata bisa dipasang. Dua wow. Dan Minggu malam, HBO dan Fox Sport sudah bisa tayang. Tiga wow. Kenapa saya bilang wow, karena perlu waktu 2 minggu untuk BigTV menelepon saya bahwa TV-nya bisa dipasang. Karena tukang pasang BigTV tidak mau instalasi di akhir pekan sore menjelang malam. Karena BigTV baru muncul tayangannya keesokan harinya.

Saya tidak suka nonton bola, makanya faktor bahwa bola sudah tidak ada lagi di Indovision sama sekali tidak berpengaruh buat saya. Jadi saya tidak perlu mempertimbangkan OrangeTV. Saya sering heran kenapa para pria itu sedemikian tergila-gilanya sama bola sampai sebegitu fanatik-nya. Real Madrid kalah dan bisa menghilangkan semangat? Agak absurd sih. Atau saya yang ga normal?

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

4 thoughts

  1. kalo kata Hermawan Kartajaya dalam festival marketing kapan hari, kita (perusahaan) harus terus menciptakan wow wow berikutnya supaya pelanggan tetap mendapatkan wow yang baru lagi

    btw di indovision yang 170rb itu channel untuk baby dan kids banyak ndak bro?

  2. Indovision baru naik tuh tarifnya. Sebagai pelanggan lama, aku merasa sedih. :'( tapi, ya tetap bertahan dengan Indovision sih. Karena ya pelayanannya itu lho… cepat dan tanggap. Suka!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *