Unit Link, dalam Bahasan yang Objektif

Sejak layanan financial planning dikenalkan oleh beberapa perencana keuangan dan mendapat sambutan positif dari masyarakat, dunia asuransi, khususnya para sales-nya, dibuat gerah karena serangan gencar pada planner terhadap produk mereka: asuransi unit link. Perang opini segera terjadi. Serangan balik dilancarkan pendukung asuransi dengan mencap para planner yang anti unit link sebagai sales-nya pasar modal.

Tapi apa iya sih unit link itu jahat? Seolah-olah para planner itu bilang: jauhi unit link, jauhi!

Untuk tahu itu, kita mesti tahu apa itu asuransi dan apa itu investasi, dan mengapa unit link muncul dan menjadi sangat populer sekarang ini.

Asuransi itu proteksi. Buat jaga-jaga. Misalnya asuransi kesehatan. Kita baru merasakan manfaatnya kalau kita jatuh sakit dan perlu biaya. Waktu isteri saya sakit, saya baru merasakan besarnya manfaat asuransi kesehatan karena sudah tak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membayar biaya dokter, menebus resep, yang setiap kali kedatangan bisa habis ratusan ribu. Coba kalau saya tidak punya asuransi kesehatan.

Clear ya definisi asuransi.

Sekarang begini, kalau tentang kesehatan, kemungkinan kita sakit kan cukup besar, jadi orang lebih bisa menerima asuransi kesehatan. Tapi kalau asuransi jiwa, orang cukup sombong untuk optimis kalau kemungkinan kita mati muda itu kecil (padahal kemungkinan mati adalah 1, pasti mati).

Timbul pertanyaan, katakanlah kita ambil asuransi jiwa (murni, bukan unit link). Setiap bulan bayar premi 500 ribu. Term life dicover sampai umur 60 tahun. Lha, kalau setelah lewat umur 60 tahun ga mati, duitnya balik ga? Ya enggak, kan duitnya (atau yang disebut uang pertanggungan itu) balik kalau kitanya mati sebelum umur 60 tahun kan?

Di sinilah unit link muncul untuk mengisi kebutuhan ini. Selain akan mengcover sampai usia 100 tahun, nasabah juga akan mendapatkan imbal hasil dari asuransi ini. Jika kita nggak mati-mati, paling tidak ada uang yang kembali. Gak ilang-ilang amat begitu.

Mana yang lebih menguntungkan? Tergantung masing-masing orang. Ada orang yang tidak mau repot-repot beranalisa dan berusaha menjauhi produk investasi keuangan. Ada orang yang tidak peduli berapa imbal hasil produk investasi, yang penting uangnya balik saja syukur – toh ini kan asuransi.

Yang jelas unit link adalah produk hibrida dari asuransi dan investasi. Sebagian premi akan diinvestasikan lagi ke produk investasi keuangan.

Untuk asuransi jiwa, yang jelas sependek pengetahuan saya, kelebihan yang ditawarkan adalah usia yang dicover lebih panjang, dan tentunya imbal hasil investasi. Untuk asuransi pendidikan unit link, saya belum baca detailnya.

Pendapat saya pribadi? Saya belum menggunakan produk asuransi satupun kecuali asuransi kesehatan yang disediakan oleh kantor. Untuk asuransi jiwa belum ada budget-nya, pikiran saya sama seperti orang-orang, sayang, kayak buang-buang duit. Apalagi asuransi jiwa itu mahal juga lho. Saya ingat waktu saya kecil, bapak selalu menolak setiap kali ada sales asuransi datang (waktu itu yang lagi besar Jiwasraya).

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 thoughts

  1. paling gregeten kalo ada sales asuransi nawarin dengan cara memaksa.

    misalnya bilang: “aduh pak, bapak ini punya perusahaan, masak sih bayar 1 juta per bulan aja gak sanggup”

    =))

  2. Tidak perlu seperti tindrag Pak.prinsip di reksadana ini seperti menabung, jadi cukup taruh 1x saja sudah bisatetapi kalau anda ingin menabung setiap bulan juga tidak apa2, dan kegunaan menabung di reksadana adalah untuk jangka panjang (diatas 5 tahun) atau untuk dana pensiun anda kelak di usia senjadan tidak perlu inject2 lagi kalau terjadi penurunan, karena meski turun maka nanti ujung2nya pasti akan naik lagi. Dan tidak ada istilah auto cut atau margin call di reksadana ini yaReksadana ini berbeda dengan tindrag forex, karena reksadana ini sifatnya investasi tabungan untuk jangka panjang (kita pasif saja), tetapi kalau tindrag seperti forex itu seperti berdagang pada umumnya yang bisa mengakibatkan bangkrut, rugi ataupun meraup keuntungan besar dalam waktu singkat (kita harus aktif dan harus memiliki keahlian).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *