Ramadhan di Jakarta = Macet Parah

Mungkin jika teman-teman memperhatikan timeline Twitter dari Jakarta, akhir-akhir ini timeline cuma dihiasi keluhan macet, macet, dan macet. Inilah warna Ramadhan di Jakarta tahun ini: kemacetan lalu lintas yang sangat parah. Saking parahnya, Anda bisa bergerak cuma 10 ┬ámeter dalam waktu sejam. Kalau kata teman saya, dia dan suaminya di mobil sudah berantem, baikan, berantem lagi, baikan, dan mobil belum bergerak kemana-mana. Nangis gak tuh, hehehe…

Event Ramadhan memang mengubah pola komuter orang Jakarta. Mayoritas kantor akan memajukan jam kerjanya ke jam 7 dan pulang jam 4 sore. Di sore hari, orang cenderung berusaha mengejar buka puasa di rumah. Walhasil, di pagi hari, orang tumplek blek jam 6 sampai jam 7, bergabung dengan jam masuk anak-anak sekolah. Di sore hari, lalu lintas bisa gila setelah jam 4 sore. Bahkan di parkiran saja sudah tidak bergerak, hehehe…

Bagaimana dengan moda transportasi umum? Sama saja. Commuter Line sangat sesak sampai susah bernapas. Bahkan bisa-bisa kalau tidak berusaha keras, kita tidak bisa terangkut karena orang di pintu sudah saking penuhnya.

Saya masih mengandalkan sepeda motor karena moda ini satu-satunya yang cepat dan “nyaman”. Motor masih bisa lewat di celah-celah mobil, ambil jalur kanan (lawan arus), dan masuk jalur busway. Kalau sudah di jalur busway, kecepatan motor tidak diukur dalam km per jam lagi, tapi spion mobil per menit (bisa sampai 120 spion per menit, hehehe).

Saya tidak membantah kalau teman-teman di luar kota heran mengapa kami masih saja mau bekerja di kota penuh sesak ini. Tapi coba, apakah kota-kota besar lain sudah bebas dari macet? Sama saja, macet juga. Bandung, saya kemarin gagal mengejar travel jam 12 siang karena stuck di depan Gedung Sate. Surabaya, dulu waktu kuliah, Jl. Raya Darmo, A. Yani, Panjang Jiwo, adalah biang kemacetan. Sekarang mestinya ya tambah parah.

Jika dulu ada yang memprediksikan mobil tidak akan sempat keluar parkiran karena jalanan depan sudah macet, dan prediksinya di tahun 2014, hal itu sudah terjadi hari ini. Di parkiran macet. Mobil kalau masuk jalan mesti dituntun orang/satpam untuk menghentikan arus kendaraan.

C’est la vie.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

9 thoughts

  1. Kebetulan aku sekarang lagi di Jkt beberapa hari, tepatnya di Bintaro, Tangsel sih.
    Dari bintaro ke Kebon Jeruk Raya 1jam naik taksi (berangkat jam 9 pagi), pulangnya 1jam 20mnt (pulang jam 12.30 siang), dan itu sudah cukup bikin bete, di taksi sempet bangun-tidur-bangun-tidur lagi), gak nyampe2.
    Sudah cocokkah saya jadi orang Jakarta? Hahaha

  2. Surabaya jelase tambah parah mas. yg merasakannya sih suamiku ya, krn dia yg nempuh ITS-Gayungsari tiap hari. Kalo aku mah banyakan di rumah, hehehe.

  3. jangan2 si mas yg gw kleksonin gara-gara ….”Motor masih bisa lewat di celah-celah mobil, ambil jalur kanan (lawan arus), dan masuk jalur busway” …hahaha

    1. Hahaha, bisa jadi mba :mrgreen:
      Pengendara sepeda motor emang menyebalkan, kalau saya lagi nyetir mobil cuma bisa geleng-geleng kepala saja, padahal kelakuan juga sama saja kalau lagi bawa motor. Ya gimana lagi, itu kami anggap sebagai fasilitas dan advantage motor terhadap mobil. Pengendara mobil nyaman ga kepanasan ga kena bau asap, tapi jalan pelan-pelan kayak kura-kura hehehe…

  4. iyasih mas surabaya tambah macet juga, apalagi kalau malam minggu di daerah raya manyar…beuhh.. itu harus eker-ekeran sama mobil yang parkir ngambil hampir separo badan jalan (maklum, sepanjang jalan situ banyak restoran sekarang)

    saya ke jakarta bulan april/ mei lalu. kalau menurut saya sih, surabaya masih mending banget nget (makasih bu risma..)
    jakarta macetnya udah di luar batas nalar dan kewajaran. tiga hari di jakarta saya kapok ke sana kalau gak penting2 banget hehehe…

  5. klo ga macet namanya bukan jakarta donk om hahaha

    tapi semenjak di pegang ama duet maut jokowi ahok yang skarnag d teruskan ahok jadi mendingan

    tapi gini2 jakarta masi ga separah bandung loh macetnya klo hari sabtu minggu dan libur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *