Catatan Umrah: Ziarah Kota Madinah

Posted by: on Mar 27, 2013 | No Comments

Madinah Al-Munawarah, 23 Maret 2013.

Hari ini rombongan diajak keliling kota Madinah, berziarah tempat-tempat bersejarah.

Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun Rasulullah. Ada hadits yang meriwayatkan bahwa siapa yang bepergian di hari Sabtu, wudhu dari rumah, dan shalat sunnah di Masjid Quba, maka kepadanya mendapat pahala sekali umrah. Maka tujuan pertama kami adalah shalat sunnah di sana.

Lepas dari Masjid Quba, rombongan menuju ke kebun kurma. Pohon kurma itu mirip banget dengan kelapa sawit. ya iya, satu famili kelapa-kelapaan hehehe. Sebenarnya kebunnya cuma kecil. Fokusnya ada di pasar kurma yang ada di situ. Saya membeli kurma dengan sisa uang rupiah yang masih ada di dompet saya — semua penjual di Madinah menerima rupiah dengan kurs 2600.

Tujuan berikutnya adalah berziarah ke bukit Uhud, tempat perang yang sangat heroik terjadi. Bukit Uhud adalah kebanggaan warga Madinah karena diriwayatkan Rasulullah berkata bahwa salah satu gunung di surga nanti adalah Gunung Uhud.

Di sini sayidina Hamzah dan suhada lain yang gugur waktu Perang Uhud dimakamkan. Ditunjukkan pula Jabbal Rumat, bukit tempat pasukan pemanah kaum Muslimin ditempatkan, strategi kunci yang dimanfaatkan dengan cerdik oleh Khalid bin Walid ketika posisi ini ditinggalkan pasukan untuk berebut harta rampasan perang.

Melihat warna bukitnya yang kemerah-merahan, ustadz pembimbing sekaligus ketua rombongan menjelaskan bahwa itulah percikan darah para pasukan muslimin yang gugur. Saya jadi ingat Pak Awang Satyana, beliau pasti bisa menjelaskan secara geologis batuan yang ada di bukit ini hehe…

Dari bukit Uhud, rombongan menuju ke tempat percetakan Al-Qur’an terbesar yang terletak di luar area Al-Haram Madinah. Di sana yang boleh masuk hanya kaum pria — kaum wanita dilarang masuk karena takut mengganggu konsentrasi pekerja percetakan yang selalu terjaga wudhunya. Bisa-bisa karena meleng dikit melihat pengunjung, susunan barisnya salah jadi gagal cetak. Oh iya, tingkat akurasi percetakan ini adalah 100%. High class.

Lepas dari sana sudah menjelang Dzuhur. Jalanan sekitar hotel di masjid Nabawi macet hebat karena arus manusia yang masuk masjid. Ini setengah jam sebelum adzan. Kapan masjid-masjid kita akan seperti itu yah…

Leave a Reply

Switch to our mobile site