Catatan Umrah, Hari 1

Posted by: on Mar 22, 2013 | 4 Comments

Madinah Al-Munawarah, 22 Maret 2013.

Saya menggunakan jasa travel NRA Tour, sebuah layanan travel untuk Umrah dan Haji yang ada di Mampang. Saya mengambil paket Silver 9 hari dengan pesawat Garuda Indonesia. Review mengenai travel ini nanti yah, sehabis pulang. Setelah menyiapkan segala sesuatunya mulai Desember kemarin, akhirnya hari H keberangkatan tiba juga, 21 Maret 2013.

Saya belum pernah sekalipun naik pesawat Garuda Indonesia, Boeing 747-400 berbadan besar. Saya sebisa mungkin menyembunyikan keheranan saya melihat kabin pesawat yang ada tangga naik ke lantai dua, berlorong dua, berkursi hingga J satu barisnya.

Pesawat mendarat dengan mulus khas pilot Garuda di bandara King Abdul Aziz, Jeddah, sewaktu matahari menyentuh air laut dan memantulkan cahaya senja kemerahan yang menyilaukan. Tidak ada yang istimewa dengan bandara ini, bandara yang jauh lebih luas dari Soekarno-Hatta (kayaknya) dan terkesan seperti di tepi gurun pasir dengan pilar-pilar tinggi dengan atap seperti tenda.

Rombongan kemudian dibawa ke terminal haji dan menunggu untuk diproses oleh keimigrasian setempat. Sambil menunggu, ada saja yang menawari kartu perdana dan pulsa operator setempat. Harganya SR 40. Oh iya, saat saya menulis ini, saya tidak membawa sepeserpun uang Riyal. Uang yang saya tukarkan di Jakarta tiba-tiba ketlisut entah di mana, padahal saya ingat betul uang itu ada di tas. Entahlah, Allah yang berkehendak dan saya teledor. Tamparan pertama buat saya yang selalu membanggakan diri sendiri dalam soal mengatur uang. Ujub.

Waktu saya utak-atik handphone cari operator lokal yang bekerjasama dengan Telkomsel, ternyata dengan mode seluler auto, ponsel terhubung dengan operator STC. Saya dikirimi SMS penyambutan dengan tiga bahasa, bahasa gaul ala operator kita, bahasa Inggris dan bahasa Arab oleh STC. Saya segera kirim SMS ke tanah air, mengabari kalau saya sudah mendarat dengan selamat di Jeddah.

Setelah melewati beberapa pintu pemeriksaan visa, saya menuju ke tempat pengambilan bagasi. Alhamdulillah, koper saya sudah nyenuk waktu saya mendatanginya tanpa harus bersusah-susah mencari. Ketika semua orang menandai kopernya dengan pita, maka yang tak berpita pun akan jadi identitas tersendiri, hehehe…

Pukul 20:53 waktu setempat, atau pukul satu dini hari WIB, semua proses di bandara sudah selesai. Kami menuju ke bis dan segera bertolak ke Madinah, memulai rangkaian ziarah dan ibadah Umrah.

4 Comments

  1. Budiono
    March 22, 2013

    bro, nyenuk iku opo?

    [clue: senuk=perek]

    hehehe…

    selamat menjalankan rangkaian ibadah umroh ya bro, semoga mendapat manfaat yang tak terkira

    labbaik allohumma labbaik..

    Reply
  2. Nike
    March 22, 2013

    selamat menjalankan umroh ya Mas Galih.
    Nitip doanya disana ya.

    Reply
    • Fenty
      March 22, 2013

      doain aku juga yaa, semoga aku dan nike lahirannya lancar :D

      Reply
  3. Eko Suhariyadi
    March 23, 2013

    Mas nitip doa ya, semoga saya tahun depan bisa nyusul mas Galih, ketemu jodoh :D

    Reply

Leave a Reply

Switch to our mobile site